Tabooo.id: Edge – Katanya kita negara kaya, sumber daya melimpah, energi ada di mana-mana. Tapi setiap dunia mulai panas… kita pun langsung buka katalog impor.
Kaya, Tapi Tetap Belanja
Logikanya sederhana, kalau punya, harusnya pakai, kalau cukup, harusnya nggak beli.
Tapi di sini, ceritanya beda. Kita punya minyak, punya gas, tapi tetap impor. Mungkin… karena kita terlalu kaya, sampai malas pakai punya sendiri?
Dunia Ribut, Kita Ikut Checkout
Begitu konflik Timur Tengah naik level, responsnya cepat, gas cari minyak ke mana pun.
Bukan salah, ini realistis. Tapi kalau setiap krisis jawabannya impor, itu bukan strategi, tapi kebiasaan.
Jalur Jauh, Dampak Dekat
Selat Hormuz mungkin jauh di peta. Tapi kalau macet, yang antre bukan cuma kapal, tapi juga stabilitas dalam negeri.
Globalisasi bikin dunia terasa dekat. Sayangnya, krisisnya juga ikut dekat.
Diversifikasi: Upgrade atau Pengulangan?
Sekarang kita diversifikasi, yang mana nggak tergantung lagi hanya pada satu negara. Keren. Lebih aman.
Tapi tetap saja… impor. Jadi sebenarnya, ini upgrade strategi? Atau cuma ganti supplier?
Negara lain sibuk produksi, kita sibuk cari pasokan. Ketika negara lain jual, kita bandingin harga. Negara lain mikir jangka panjang. Kita? mikir stok minggu depan.
Mau Tanya, Tapi Nggak Enak
Kalau kita memang kaya, kenapa masih tergantung?
Kalau kita mampu, kenapa belum mandiri?
Dan kalau ini terus berulang… apakah ini pilihan atau kenyamanan yang terlalu lama dipelihara?
Karena di negeri yang katanya kaya, yang paling langka bukan sumber daya, tapi keberanian untuk berhenti bergantung. @tabooo



