Jumat, November 6, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
RADIO
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Hijab, Ombak, dan Generasi Baru: Surfing yang Gak Lagi Sekadar Gaya

by teguh
April 14, 2026
in Vibes
A A
Home Vibes

Tabooo.id: Vibes – Siapa bilang surfing cuma milik Bali, Hawaii, atau pantai-pantai Barat? Di tengah bayangan gurun dan panas ekstrem, muncul cerita yang agak “out of script” Arab Saudi mulai kenal ombak dan generasi mudanya mulai jatuh cinta.

Salah satu wajah paling mencolok dari gelombang baru ini adalah Lamar Mufti. Bukan cuma karena skill di atas papan selancar, tapi karena satu hal yang bikin dunia berhenti scroll hijab.

Di ajang International Surfing Association (ISA), Mufti tampil sebagai satu-satunya peselancar perempuan berhijab. Sebuah pemandangan yang mungkin dulu terasa “tidak biasa”, tapi sekarang justru jadi simbol zaman baru.

“Merupakan suatu kehormatan menjadi satu-satunya perempuan berhijab di ISA saya tidak hanya mewakili negara, tapi juga agama dan budaya,” tulisnya di Instagram.

Dan dari situ, cerita ini berubahdari olahraga jadi fenomena budaya.

Surfing Berhijab: Identitas Baru di Sports Culture Global

Dulu, dunia olahraga sering punya “aturan tak tertulis” untuk masuk, kamu harus menyesuaikan diri.
Sekarang? Narasinya mulai dibalik.

Mufti tidak mencoba “blend in”. Ia justru berdiri dengan identitasnya.

“Saya tidak hanya mewakili diri saya sendiri, tetapi juga sebuah negara Muslim dan itu menarik perhatian,” jelasnya.

Dan memang menarik. Karena publik global tidak cuma melihat atlet, tapi melihat pertanyaan:
Apakah olahraga harus selalu punya standar yang sama untuk semua orang?

Dalam studi tentang inklusi olahraga, pengamat dari Griffith University, Dr. Emma Sherry (2021), pernah menegaskan:

“Inklusi dalam olahraga bukan hanya soal akses, tapi soal penerimaan identitas.”

Artinya, kehadiran Mufti bukan sekadar “unik” tapi bagian dari pergeseran besar.

Dari Konten ke Keberanian: Efek Domino ke Perempuan Lain

Yang menarik, dampak Mufti tidak berhenti di arena kompetisi. Ia hidup di timeline.

Lewat media sosial, aksinya menjangkau perempuan-perempuan yang sebelumnya mungkin hanya jadi penonton.

Menurut laporan Vogue Arabia, Senin (13 April 2026), Mufti mengaku sering menerima pesan seperti ini:
“Banyak perempuan ingin mencoba berselancar bahkan ada yang akhirnya mendapat izin orang tua setelah melihat saya.”

Ini bukan soal viral. Ini soal validasi. Di era di mana satu video bisa mengubah cara pandang keluarga, Mufti jadi lebih dari atlet ia jadi “alasan”.

Arab Saudi, Gen Z, dan Gaya Hidup yang Lagi Berubah

Fenomena ini juga gak berdiri sendiri. Arab Saudi lagi ada di fase transformasi terutama dalam membuka ruang publik untuk perempuan dan gaya hidup baru.

Surfing mungkin belum jadi olahraga mainstream di sana. Ombaknya juga gak selalu “ramah”. Tapi justru di situ menariknya.

Bersama nama seperti Leila Zahid dan Rmas Alhazmi, Mufti jadi bagian dari generasi pertama yang membangun fondasi. Mereka latihan lintas negara, membentuk komunitas, dan perlahan bikin surfing jadi lifestyle bukan sekadar hobi.

Pelatih regional Timur Tengah, Ahmed Al-Sabah, dalam wawancara komunitas surfing (2024) bilang:

“Perubahan terbesar bukan di teknik, tapi di keberanian perempuan untuk hadir.” Dan Gen Z? Mereka menyambut itu.

Bagi mereka, olahraga bukan cuma soal fisik. Tapi juga soal ekspresi diri, identitas, bahkan statement sosial.

Ketika Gaya Hidup Jadi Pernyataan

Mufti pernah bilang “Olahraga seharusnya tidak membuat seseorang harus mengorbankan agama atau identitasnya, tetapi justru memberdayakannya.”

Kalimat ini sederhana, tapi relevan banget di era sekarang. Karena hari ini, anak muda tidak lagi sekadar ikut tren mereka menciptakan versi dirinya sendiri di dalam tren itu.

Hijab di surfing bukan kontradiksi. It’s a remix.

Ombak Baru Itu Bernama Keberanian

Di balik semua ini, ada satu hal yang bikin cerita Lamar Mufti terasa “kena” ini bukan cuma soal olahraga, tapi soal izin untuk jadi diri sendiri.

Dari gurun ke laut, dari hijab ke papan selancar, dari rasa ragu ke keberanian tampil semuanya bergerak dalam satu arah perubahan.

Dan mungkin, sekarang pertanyaannya bukan lagi “Bisa gak sih surfing pakai hijab?” Tapi “Kenapa selama ini kita merasa itu gak mungkin?”. @teguh

Tags: BudayaEfekGen ZHijabIdentitasISAlautMuslimNegaraOlah RagaperempuanPeselancarRuang PublikSosial

Kamu Melewatkan Ini

Berapa Mahal Biaya Menjadi Perempuan Setiap Bulan?

Berapa Mahal Biaya Menjadi Perempuan Setiap Bulan?

by Naysa
Oktober 30, 2026

Menstruasi datang setiap bulan, tetapi biaya untuk menghadapinya jarang masuk dalam perbincangan tentang mahalnya hidup. Pembalut dan produk menstruasi lainnya...

JABFest 2026: Seni Melawan Pendangkalan, Buku Menjaga Ingatan

JABFest 2026: Seni Melawan Pendangkalan, Buku Menjaga Ingatan

by dimas
Oktober 13, 2026

JABFest 2026 di Yogyakarta menghadirkan seni, buku, film, dan diskusi untuk melawan pendangkalan berpikir serta menjaga ingatan kolektif. Tabooo.id: Yogyakarta...

Aksara Bali Kembali ke Jalanan: Antara Identitas, Aturan, dan Modernitas

Aksara Bali Kembali ke Jalanan: Antara Identitas, Aturan, dan Modernitas

by teguh
September 26, 2026

Bali punya banyak cara untuk memperkenalkan dirinya. Pura, gamelan, upacara adat, kain tradisional, hingga lanskap desa menjadi bagian dari identitas...

◉
TABOOO RADIOVERSE
SATU BUMI · RIBUAN FREKUENSI
RADIO ONLINE
Dimulai dari Indonesia, jelajahi seluruh dunia
Menyiapkan peta dunia…
Putar bumi · Klik titik kota · Dengarkan radio
🌏 INDONESIA FOCUS
JELAJAHI SUARA DUNIA

Temukan frekuensimu.

Pilih kota, lalu dengarkan siarannya.

⌕

Radio pilihan

— stasiun
Memuat direktori radio…
1 / 1
♫
SIAP MENDENGARKAN
Pilih stasiun radio
Jelajahi frekuensi dari seluruh dunia
◖))
Belum ada siaran
Powered by TABOOO · Radioverse v1.2Audio disiarkan oleh stasiun pihak ketiga · Radio Browser · Peta © OpenStreetMap

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
    • Pattern
  • Figures
  • Radioverse

© 2026 Tabooo.id