Sabtu, Juli 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Hari Kepercayaan: Pengakuan yang Menunggu 81 Tahun

by eko
Juli 13, 2026
in Reality
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter
Ada pengakuan yang datang tepat waktu. Ada pula yang baru hadir setelah delapan dekade. Hari ini, Senin (13/7/2026), Indonesia untuk pertama kalinya memperingati Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Momentum ini menandai perjalanan panjang para penghayat kepercayaan dalam memperjuangkan ruang yang setara di negeri yang sejak awal mengaku berdiri di atas keberagaman.

Tabooo.id – Indonesia selalu membanggakan keberagamannya. Bangsa ini mengajarkan toleransi sejak sekolah dan menjadikan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan nasional. Namun, perjalanan menuju pengakuan ternyata tidak berlangsung sama bagi semua warga negara.

Selama puluhan tahun, para penghayat kepercayaan tetap menjalankan ritual, merawat tradisi, dan menjaga nilai-nilai leluhur. Mereka tidak pernah berhenti mempraktikkan keyakinannya. Yang mereka tunggu justru pengakuan resmi dari negara.

Hari ini, pemerintah akhirnya membuka babak baru.

Melalui Keputusan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 135 Tahun 2026, pemerintah menetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Keputusan itu tidak hanya menambah satu tanggal dalam kalender nasional, tetapi juga memperkuat komitmen negara untuk menghormati seluruh bentuk keyakinan yang hidup di Indonesia.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa hari peringatan ini mengingatkan seluruh masyarakat bahwa Indonesia berdiri di atas fondasi keberagaman, toleransi, dan penghormatan terhadap martabat setiap warga negara.

Ini Belum Selesai

Tragedi Sibolangit: Empat Nyawa Melayang di Jalur Medan-Berastagi

Vivo T5 Lite Resmi Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh dan Fast Charging 44W

“Negara hadir untuk memastikan setiap warga negara mempunyai ruang yang setara dalam menjalankan keyakinan, melestarikan tradisi, dan mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus,” kata Fadli Zon.

Ia juga berharap penetapan hari peringatan tersebut mampu memperkuat pengakuan, penghormatan, pelindungan, serta pemajuan kebudayaan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Mengapa Memilih 13 Juli?

Pemerintah memilih 13 Juli karena tanggal itu menyimpan makna sejarah yang penting.

Pada 13 Juli 1945, Mr. Wongsonegoro mengusulkan frasa “dan Kepercayaannya” dalam sidang BPUPKI dan PPKI. Usulan itu membuka jalan bagi pengakuan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam kehidupan berbangsa.

Kini, tepat 81 tahun kemudian, Indonesia mengabadikan momen tersebut melalui hari peringatan nasional.

Lebih dari Sekadar Tanggal Baru

Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa bukan sekadar agenda seremonial.

Keputusan ini mengingatkan publik bahwa keberagaman Indonesia tidak hanya lahir dari banyaknya agama, tetapi juga tumbuh dari berbagai tradisi spiritual yang hidup di Nusantara jauh sebelum republik berdiri.

Para penghayat kepercayaan selama ini terus menjaga hutan adat, situs budaya, ritual leluhur, serta nilai-nilai yang membentuk identitas bangsa. Mereka tidak pernah berhenti merawat warisan itu, meski perjalanan menuju pengakuan berlangsung sangat panjang.

Kini, negara memberi ruang yang lebih jelas bagi mereka dalam sejarah Indonesia.

Kesimpulan

Indonesia sering menyebut dirinya rumah bagi semua.

Namun, rumah yang baik tidak hanya membuka pintu. Rumah yang baik juga memastikan setiap penghuninya merasa diakui.

Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa mengajarkan bahwa toleransi tidak berhenti pada slogan. Toleransi hidup ketika negara menghormati setiap warga tanpa meminta mereka menjadi seragam.

Setelah 81 tahun, yang akhirnya hadir bukan sekadar hari peringatan. Yang akhirnya hadir adalah pengakuan bahwa keberagaman Indonesia selalu lebih besar daripada yang selama ini terlihat.

Karena pada akhirnya, bangsa yang besar bukan bangsa yang memaksa semua orang memiliki keyakinan yang sama.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghormati setiap cara manusia mencari makna hidupnya.@eko

Tags: Hari KepercayaanKementerian KebudayaanKepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha EsaPenghayat Kepercayaan

Kamu Melewatkan Ini

Hari Kepercayaan Sudah Ada, Mengapa Hak Penghayat Belum Setara?

Hari Kepercayaan Sudah Ada, Mengapa Hak Penghayat Belum Setara?

by dimas
Juli 15, 2026

Pengakuan negara terhadap penghayat kepercayaan terus menguat, tetapi diskriminasi dan ketimpangan hak kewargaan masih membayangi kehidupan mereka. Tabooo.id - Ada...

Benarkah 13 Juli Jadi Hari Libur Nasional? Ini Faktanya

Benarkah 13 Juli Jadi Hari Libur Nasional? Ini Faktanya

by eko
Juli 13, 2026

Benarkah 13 Juli menjadi hari libur nasional karena hadirnya Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa? Simak fakta lengkap dan...

Next Post
Dugaan Mafia Tanah: Sertifikat Dipinjam, Tanah Warisan Terancam Hilang

Dugaan Mafia Tanah: Sertifikat Dipinjam, Tanah Warisan Terancam Hilang

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id