Minggu, September 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Harga Plastik Naik Tiba-Tiba, Apa Penyebab Sebenarnya?

by dimas
April 6, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Harga plastik di Indonesia mulai merangkak naik. Kenaikan ini bukan tanpa sebab. Gangguan pasokan bahan baku dari Timur Tengah jadi pemicu utama.

Masalahnya, plastik bukan barang sepele. Hampir semua kebutuhan harian bergantung pada material ini. Jadi, ketika harga naik, dampaknya bisa terasa ke mana-mana.

Ketergantungan Impor Jadi Titik Lemah

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengakui Indonesia masih bergantung pada impor nafta. Bahan ini menjadi komponen utama dalam produksi plastik.

“Nafta itu kita impor dari Timur Tengah. Jadi kita terdampak dari bahan baku yang kita impor,” ujar Budi.

Nafta merupakan turunan minyak bumi. Industri menggunakannya untuk membuat plastik resin, karet, hingga pelarut.

Ketika pasokan tersendat, biaya produksi langsung naik. Akibatnya, harga plastik di pasar ikut terdorong.

Ini Belum Selesai

Pahlawan Street Centre, Jalan yang Pernah Jadi Nadi Madiun

12 Penyelam Turun ke Laut Jawa, 126 Korban KM Virgo Masih Dicari

Cari Sumber Baru, Tapi Tidak Instan

Pemerintah tidak tinggal diam. Saat ini, Kementerian Perdagangan mulai mencari alternatif pasokan dari negara lain.

India, kawasan Afrika, hingga Amerika masuk dalam radar penjajakan kerja sama. Namun, proses ini butuh waktu.

“Memang ini butuh waktu, karena tiba-tiba dari Timur Tengah harus pindah ke negara lain,” tambahnya.

Selain itu, pemerintah juga menggandeng pelaku industri dan asosiasi. Mereka berupaya menjaga pasokan agar tidak terganggu lebih jauh.

Dampak Global, Tekanan Semakin Kuat

Kenaikan harga plastik ternyata terjadi secara global. Negara seperti Singapura, China, Korea Selatan, Thailand, dan Taiwan juga menghadapi tekanan serupa.

Bahkan, Korea Selatan mulai menahan ekspor nafta. Langkah ini dilakukan untuk menjaga pasokan dalam negeri.

Akibatnya, suplai global makin ketat. Harga pun berpotensi tetap tinggi dalam waktu dekat.

Siapa yang Paling Terdampak?

Kenaikan harga plastik tidak berhenti di pabrik. Dampaknya bisa merambat ke produk sehari-hari, mulai dari kemasan makanan hingga barang kebutuhan rumah tangga.

Artinya, konsumen jadi pihak yang ikut menanggung efeknya.

Meski begitu, pemerintah memastikan produksi dalam negeri tetap berjalan.

“Untuk bahan baku terus kita upayakan sehingga produksi di dalam negeri tetap normal dan pasokan plastik tetap terjaga,” pungkasnya.

Lalu, Apa Selanjutnya?

Krisis ini membuka satu hal penting: ketergantungan impor masih jadi titik rawan.

Selama bahan baku bergantung pada luar negeri, harga dalam negeri akan mudah goyah.

Jadi, pertanyaannya sederhana sampai kapan Indonesia bergantung? @dimas

Tags: Ekonomi IndonesiaGlobalHargaImporIndustriKrisis GlobalNasionalplastikTimur Tengah

Kamu Melewatkan Ini

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

by Tabooo
September 1, 2026

Kementerian Kebudayaan merilis lima jilid pertama Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global. Lebih dari 5.000 halaman membawa pembaca dari...

Kericuhan Pejompongan Makan Korban, Seorang Pedagang Cermin Tewas

Kericuhan Pejompongan Makan Korban, Seorang Pedagang Cermin Tewas

by Tabooo
Agustus 28, 2026

Kericuhan di Pejompongan, Jakarta Pusat, menelan korban jiwa. Bambang Setiawan (59), pedagang cermin asal Bendungan Hilir, meninggal setelah dianiaya saat...

Slipi-Palmerah Panas, Pos Polisi Rusak dan Massa Masih Bertahan

Slipi-Palmerah Panas, Pos Polisi Rusak dan Massa Masih Bertahan

by Tabooo
Agustus 28, 2026

Ketegangan belum reda di Slipi-Palmerah hingga Kamis malam. Polisi masih menembakkan gas air mata, sementara massa bertahan dan pos polisi...

Next Post
Pulang untuk Mengubah Nasib: Rambu dan Mimpi yang Tidak Dijual ke Luar Negeri

Alumnus LPDP Pulang: Rambu Asana, Mimpi yang Tidak Dijual ke Luar Negeri

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id