Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Geothermal Gunung Lawu: Energi Bersih atau Ancaman Baru?

by Tabooo
Oktober 1, 2025
in Reality
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Karanganyar – Polemik proyek panas bumi (geothermal) di lereng Gunung Lawu, Jenawi, Karanganyar, bikin masyarakat resah. Tapi ketika ditanya, pejabat di Jawa Tengah justru saling angkat tangan. Pertanyaan besarnya: siapa yang sebenarnya bertanggung jawab atas mega proyek ini?

Semua Dilimpahkan ke Pusat

Kepala Dinas ESDM Jawa Tengah, Agus Sugiharto, memilih bungkam. Menurutnya, urusan geothermal sudah jadi kewenangan Kementerian ESDM.

“Sesuai kewenangan sekarang, panas bumi sudah di pusat,” ujarnya singkat.

Nada serupa datang dari Kabid Geologi dan Air Tanah, Heru Sugiharto. Ia mengaku tak tahu-menahu soal investor, nilai investasi, atau detail rencana eksplorasi di Lawu.

“Kita tak terinformasi. Itu semuanya di-handle pusat,” katanya.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Penolakan Masyarakat vs Janji Energi Hijau

Di balik diamnya pejabat daerah, suara masyarakat Karanganyar justru keras: mereka menolak. Kekhawatiran terbesar adalah dampak eksplorasi terhadap sumber air dan ekosistem lereng Lawu. Namun, ESDM Jateng lagi-lagi enggan menanggapi.

“Bukan kapasitas saya untuk menanggapi. Kita tidak tahu detail penolakan dari proyek itu bagaimana. Itu Kementerian yang mengurusi, detailnya yang tahu pusat. Kalau kami menanggapi, nanti malah bisa salah,” elak Heru.

Di sisi lain, Heru tetap menjelaskan secara umum bahwa geothermal adalah energi terbarukan ramah lingkungan. Uap panas dari perut bumi bisa jadi listrik, membuka lapangan kerja, bahkan mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

“Termasuk di Lawu itu kan di bawah ada aktivitas magma, atasnya sumber air. Nah terpanaskan, uapnya keluar ini yang dimanfaatkan untuk gerakan turbin jadi listrik,” katanya.

Antara Harapan dan Ketakutan

Secara teori, geothermal memang “energi gratis” dari alam. Tapi praktiknya tidak selalu mulus. Kadang butuh injeksi air untuk menjaga tekanan uap, dan di situlah masyarakat khawatir: apakah sumber air mereka bakal ikut tersedot?

“Memang, tekanan uap kadang ada yang kurang dan perlu injeksi air. Tapi di sana (Lawu) kita tak tahu potensinya seperti apa besarnya, perlu injeksi tidak. Mungkin masyarakat dampaknya takut dengan kurangnya air di sana. Tetapi yang pasti, ini kan baru eksplorasi, jadi belum tentu layak,” tambah Heru.

Energi Hijau, Transparansi Kelabu

Geothermal selalu dipromosikan sebagai energi masa depan: ramah lingkungan, terus-menerus tersedia, bisa dipakai dari listrik sampai wisata air panas. Tapi, bagaimana kalau prosesnya justru merugikan masyarakat lokal? Apalagi, jika pemerintah daerah sendiri merasa “tidak tahu-menahu”?

Lalu, apakah proyek geothermal di Gunung Lawu benar-benar untuk kepentingan rakyat, atau justru sekadar bisnis energi yang dibungkus jargon hijau? @tabooo

Tags: ESDMGunung LawuJawa TengahKaranganyarKementerian ESDM

Kamu Melewatkan Ini

Becak Tidak Mati. Mereka Hanya Disembunyikan.

Becak Tidak Mati: Mereka Hanya Disembunyikan

by jeje
Mei 6, 2026

Pagi belum benar-benar terang ketika Slamet mengayuh becaknya pelan di sudut kota. Roda tuanya berderit kecil. Tangannya kasar. Punggungnya sedikit...

Bukan Skill, Tapi Kepatuhan: Cara Baru Sistem Memilih Manusia

Bukan Skill, Tapi Kepatuhan: Cara Baru Sistem Memilih Manusia

by jeje
Mei 1, 2026

Kita selalu percaya pengalaman adalah kunci. Tapi di sini, tidak ada yang bertanya kamu sudah sejauh apa belajar. Sistem hanya...

Ikuti Aturan atau Ikut Ego: Kamu di Kubu Mana?

Ikuti Aturan atau Ikut Ego: Kamu di Kubu Mana?

by jeje
Mei 1, 2026

Kita sering bilang dunia kerja butuh orang pintar. Tapi kalau kamu diminta diam tanpa alasan, kamu masih mau ikut? Atau...

Next Post
Ducati Panigale V4 R

Ducati Panigale V4 R: Tantang Batas Kewarasan di Jalan Raya?

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id