Rabu, Oktober 21, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Gempa Susulan Meneror Flores: 54 Guncangan, 5 Orang Meninggal

by dimas
Agustus 15, 2026
in Deep
A A
Home Deep
Share on Facebook
Share on Twitter
54 gempa susulan mengguncang Flores setelah gempa M7,7. Lima orang meninggal, sementara pendataan korban dan kerusakan masih berlangsung.

Tabooo.id – Gempa utama magnitudo 7,7 belum benar-benar meninggalkan Flores. Setelah guncangan besar terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pagi, puluhan gempa susulan kembali mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur.

BMKG mencatat 54 gempa susulan hingga pukul 07.00 WIB. Satu di antaranya dirasakan masyarakat.

Rangkaian gempa itu muncul setelah gempa utama M7,7 yang mengguncang wilayah sekitar Nagekeo. Pusat gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, dengan kedalaman 15 kilometer.

Namun, angka 54 bukan sekadar catatan seismograf.

Bagi warga Flores, setiap getaran berarti satu hal: bumi belum sepenuhnya tenang.

Ini Belum Selesai

Starbucks Global Pangkas Gerai, Lalu Indonesia?

Membaca Pengamanan Demo Dua Tahun Prabowo–Gibran: Jalan Dijaga, Suara Diawasi?

Gempa Susulan M6,2 hingga M5,5

BNPB mencatat sejumlah gempa susulan dengan kekuatan cukup besar setelah gempa utama.

Gempa susulan pertama berkekuatan M6,2 terjadi pukul 05.13.53 WIB. Tidak lama kemudian, gempa M6,2 kembali terjadi pukul 05.28.40 WIB.

Selanjutnya, gempa M5,6 mengguncang pukul 05.37.19 WIB.

BNPB juga mencatat gempa susulan lain berkekuatan M5,5.

Rangkaian tersebut terjadi dalam rentang waktu singkat setelah gempa utama. Karena itu, aktivitas gempa susulan menjadi perhatian utama petugas dan masyarakat.

BNPB menyatakan gempa-gempa susulan tersebut berdasarkan informasi sementara tidak berpotensi tsunami.

Dari 2 Menjadi 5 Korban

Di tengah rangkaian gempa susulan, pendataan korban juga terus bergerak.

Data terbaru pemerintah daerah menyebut lima orang meninggal dunia. Dua korban berasal dari Kabupaten Sikka, sedangkan tiga lainnya berasal dari Kabupaten Manggarai.

Gubernur NTT Melki Laka Lena mengatakan pemerintah masih memastikan penyebab kematian kelima korban.

Namun, pemerintah menduga korban tertimpa reruntuhan bangunan ketika gempa terjadi.

Pendataan kerusakan juga masih berlangsung. Karena itu, jumlah korban maupun tingkat kerusakan masih dapat berubah setelah petugas melakukan verifikasi di lapangan.

Mengapa Gempa Susulan Terus Terjadi?

Gempa susulan bukan kejadian terpisah dari gempa utama.

Setelah gempa besar melepaskan energi, kerak bumi membutuhkan waktu untuk menyesuaikan kembali kondisi tekanannya. Proses tersebut dapat memicu rangkaian guncangan berikutnya.

Masalahnya, masyarakat tidak pernah tahu persis kapan rangkaian itu berhenti.

Itulah yang membuat gempa susulan terasa berbeda.

Gempa utama datang sebagai kejutan. Gempa susulan menghadirkan ketidakpastian.

Warga yang baru saja keluar dari rumah bisa kembali panik ketika tanah bergerak. Bangunan yang sudah mengalami kerusakan juga menghadapi risiko tambahan ketika guncangan kembali terjadi.

Angka 54 Bukan Sekadar Statistik

Angka gempa susulan memang mudah dibaca sebagai data.

Namun, setiap angka mewakili satu episode ketidakpastian di lapangan.

Satu gempa dirasakan warga. Gempa lain mungkin hanya tercatat alat. Namun, semuanya menunjukkan bahwa aktivitas seismik belum berhenti setelah gempa utama.

Karena itu, masyarakat perlu mengikuti informasi resmi BMKG dan pemerintah daerah.

Jangan percaya prediksi waktu gempa susulan yang beredar tanpa sumber resmi. Informasi seperti itu dapat memperbesar kepanikan ketika warga sudah berada dalam kondisi rentan.

Ini Bukan Sekadar Gempa Susulan

Gempa utama mungkin sudah berlalu. Namun, rangkaiannya belum selesai.

54 gempa susulan menunjukkan bahwa bencana tidak selalu berhenti ketika guncangan terbesar berakhir.

Di situlah persoalan sebenarnya.

Masyarakat tidak hanya menghadapi satu gempa. Mereka menghadapi ketidakpastian setelahnya.

Lima korban meninggal menjadi data terbaru dari dampak bencana. Sementara itu, 54 gempa susulan menjadi pengingat bahwa Flores masih berada dalam fase yang membutuhkan kewaspadaan.

Tanah memang tidak bisa dipaksa untuk segera diam.

Karena itu, untuk sementara, manusia yang harus belajar membaca setiap getarannya. @dimas

Tags: Bencana AlamFloresGempa FloresGempa SusulanNTT

Kamu Melewatkan Ini

Banjir Bandang Padang, 55 Rumah Rusak dan 40 KK Mengungsi

Banjir Bandang Padang, 55 Rumah Rusak dan 40 KK Mengungsi

by dimas
Oktober 12, 2026

Banjir bandang menerjang Padang dan merusak 55 rumah serta memutus akses jalan di Kuranji. Sebanyak 40 KK mengungsi, sementara warga...

Banjir Bandang Nias Selatan Rendam 60 Rumah di Dua Kecamatan

Banjir Bandang Nias Selatan Rendam 60 Rumah di Dua Kecamatan

by dimas
Oktober 3, 2026

Banjir bandang menerjang Nias Selatan dan merendam 60 rumah di dua kecamatan. Air bercampur lumpur juga menggenangi fasilitas umum. Tabooo.id:...

Banjir Bandang Solok: 12 Kantor Rusak, Hulu Gunung Talang Disorot

Banjir Bandang Solok: 12 Kantor Rusak, Hulu Gunung Talang Disorot

by teguh
September 23, 2026

Banjir bandang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Senin malam, 21/09/2026. Material lumpur, batu, kayu, dan air menerjang permukiman...

Next Post
Prabowo Minta Warung Desa Tutup Demi Kopdes, Benarkah?

Prabowo Minta Warung Desa Tutup Demi Kopdes, Benarkah?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id