Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

GBK Bersiap untuk Perayaan Natal Raksasa Tiberias 2025

by dimas
Desember 6, 2025
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Perayaan Natal Gereja Tiberias Indonesia kembali memilih Stadion Utama Gelora Bung Karno sebagai pusat ibadahnya. Pada Sabtu (6/12/2025) malam, panitia menargetkan sekitar 75.000 jemaat memenuhi stadion. Ibadah berlangsung mulai pukul 18.00 WIB, namun pintu sudah dibuka sejak pukul 14.00. Pola tahun-tahun sebelumnya menunjukkan keramaian biasanya hadir lebih cepat dari jadwal resmi.

Dari agenda yang dirilis gereja, panitia menyiapkan rangkaian liturgi dengan skala besar. Penyalaan lilin Natal dan momen Malam Kudus membuka suasana. Setelah itu, Pdt. Darniaty Pariadji menyampaikan khotbah. Jemaat lalu mengikuti perjamuan kudus dan menerima minyak urapan. Iringan orkestra, Boanerges Worship, Tiberias Singers, serta Choir Natal Tiberias membuat seluruh rangkaian terasa seperti festival rohani. Pesta kembang api serta pembagian lilin dan snack gratis menutup perayaan malam itu.

Pengamanan Diperketat, Lalu Lintas Melambat

Sementara panitia mengurus persiapan rohani, aparat keamanan bekerja mengatur kondisi lapangan. Polda Metro Jaya menurunkan 1.600 personel gabungan yang terdiri dari polisi, TNI, tenaga medis, Pemprov DKI, dan relawan. Mereka berjaga untuk memastikan arus massa tetap terkendali.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebut acara ini sebagai salah satu agenda keagamaan terbesar di Jakarta. Ia memprediksi lalu lintas di Senayan bergerak lebih lambat dari biasanya. Pada jam tertentu, arus kendaraan bahkan bisa terhenti total. Budi mengingatkan bahwa rekayasa lalu lintas bersifat situasional. Arah jalan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi di lapangan.

Parkir Terbatas, Transportasi Umum Jadi Pilihan

Masalah muncul dari sisi parkir. Kapasitas yang tersedia tidak bertambah meski jumlah jemaat meningkat. AKBP Robby Hefadus dari Ditlantas Polda Metro menegaskan bahwa jemaat hanya bisa menggunakan area parkir standar di dalam kompleks GBK.

Ini Belum Selesai

Kapolda Sulsel Usul Arena Tawuran 10 Lawan 10, Polisi Bidik Produsen Busur

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Kondisi makin berat karena tiga acara lain berlangsung pada waktu yang hampir sama: konser di Lapangan Tenis, kegiatan di Lapangan Madya, dan pameran di JICC. Situasi ini membuat Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin memberi imbauan tegas. Ia meminta jemaat meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum. Menurut Komarudin, peluang penuh di seluruh kantong parkir nyaris tidak bisa dihindari.

Siapa Untung dan Siapa Terbebani

Situasi padat ini menciptakan gelombang dampak yang berbeda bagi tiap kelompok. Pelaku transportasi umum dan ojek online berpotensi menikmati lonjakan permintaan. UMKM yang berjualan di sekitar GBK juga mendapatkan keuntungan dari arus pengunjung. Gereja sendiri memperoleh dukungan keamanan penuh sehingga acara dapat berjalan tertib.

Namun pengguna jalan yang melintas di kawasan Sudirman–Senayan harus bersiap menghadapi kemacetan. Jemaat yang membawa mobil atau datang terlambat kemungkinan besar mengalami hambatan panjang. Penyelenggara acara lain di sekitar GBK juga perlu menyesuaikan alur dan jadwal karena jumlah massa yang berlipat.

Penutup: Kota Besar, Masalah Klasik

Jakarta kembali menunjukkan kemampuannya mengelola acara besar, tetapi kota ini juga memperlihatkan kelemahannya. Urusan parkir dan lalu lintas selalu menjadi titik rapuh setiap kali ribuan orang berkumpul di satu lokasi. Jika Sabtu malam nanti GBK berubah menjadi lautan manusia dan jalanan menyerupai parkiran raksasa, anggap saja itu bagian dari ritme kota. Natal di ibu kota bukan hanya soal kekhidmatan ibadah, tetapi juga soal ketahanan menghadapi rekayasa lalu lintas yang sering kali lebih menegangkan dibanding pesta kembang apinya. @dimas

Tags: Jakarta Pusat

Kamu Melewatkan Ini

Tiga Demo di Jakarta Pusat: Dari Patung Kuda hingga Komnas HAM

Tiga Demo di Jakarta Pusat: Dari Patung Kuda hingga Komnas HAM

by dimas
Agustus 31, 2026

Tiga demo berlangsung di Jakarta Pusat hari ini, dari Patung Kuda hingga Komnas HAM, dengan isu berbeda dan potensi dampak...

Bambang Tewas di Pejompongan: Istri Minta Kasus Diusut Tuntas

Bambang Tewas di Pejompongan: Istri Minta Kasus Diusut Tuntas

by dimas
Agustus 29, 2026

Bambang Setiyawan tewas saat kericuhan di Pejompongan. Sang istri meminta kematiannya diusut tuntas melalui proses hukum yang berlaku. Tabooo.id -...

Kericuhan Pejompongan Makan Korban, Seorang Pedagang Cermin Tewas

Kericuhan Pejompongan Makan Korban, Seorang Pedagang Cermin Tewas

by Tabooo
Agustus 28, 2026

Kericuhan di Pejompongan, Jakarta Pusat, menelan korban jiwa. Bambang Setiawan (59), pedagang cermin asal Bendungan Hilir, meninggal setelah dianiaya saat...

Next Post
Bencana Ganda di Aceh: Selamat dari Banjir, Tewas karena Kelaparan

Bencana Ganda di Aceh: Selamat dari Banjir, Tewas karena Kelaparan

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id