Kamis, Juni 25, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Eyang Meri, Istri Mantan Kapolri Hoegeng, Wafat di Usia 100 Tahun

by dimas
Februari 3, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Meriyati Roeslani Hoegeng, akrab disapa Eyang Meri, istri mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, meninggal Selasa (3/2/2026) siang di usia 100 tahun. Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri, Komisaris Jenderal Polisi Chryshnanda Dwilaksana, mengonfirmasi kabar ini di Jakarta.

“Iya, benar beliau wafat,” ujar Chryshnanda.

Ia menambahkan, keluarga menyemayamkan jenazah di rumah duka kawasan Mekarjaya, Depok. Selanjutnya, mereka memakamkan almarhumah di Taman Pemakaman Giri Tama, Desa Tonjong, Kabupaten Bogor, pada Rabu (4/2/2026) setelah salat zuhur.

Selain itu, Kepala Rumah Sakit Polri, Brigjen Pol. dr. Prima Heru Yulihartono, memastikan pemakaman berlangsung khidmat.

“Semoga almarhumah kembali dalam keadaan khusnul khotimah, diampuni segala khilaf, dan diterima semua amal ibadahnya,” ujarnya.

Ini Belum Selesai

Prabowo Subianto Klaim Tahu Pembayar Demo, Publik Menunggu Bukti

Prestasi Tinggi, Data Ter-hidden: Hak Anak Nyaris Tersingkir dari SMP Negeri

Hidup Bersama Sejarah

Meri Hoegeng lahir pada 23 Juni 1925 di Yogyakarta, Hindia Belanda. Ia adalah anak dr. Mas Soemakno Martokoesoemo dan Jeanne Reyneke van Stuwe. Kemudian, ia menikah dengan Jenderal Hoegeng pada 1946, tepat setelah kemerdekaan Indonesia, dan memiliki tiga anak.

Sepanjang hidupnya, Eyang Meri menyaksikan berbagai peristiwa penting di Indonesia. Ia hadir saat reformasi kepolisian dan pembangunan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri. Karena kehadirannya di lingkaran pejabat tinggi Polri, masyarakat dan keluarga mengenal Eyang Meri sebagai sosok sederhana namun berwibawa, sekaligus panutan bagi banyak orang.

Sosok yang Berpengaruh

Kepergian Eyang Meri meninggalkan ruang kosong bagi keluarga dan masyarakat. Ia selalu mendampingi Hoegeng dan menanamkan nilai integritas serta keteladanan di internal Polri. Selain itu, banyak pejabat, anggota keluarga, dan masyarakat mengambil inspirasi dari keteguhan dan kesederhanaannya. Oleh karena itu, kepergiannya terasa tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga publik yang menghargai sejarah kepolisian Indonesia.

Refleksi Publik

Eyang Meri hidup lebih dari satu abad. Ia menyaksikan perubahan besar Indonesia, dari masa kolonial hingga era digital. Oleh karena itu, kepergiannya mengingatkan kita bahwa di balik sejarah besar, selalu ada figur pendukung yang menjaga nilai moral dan integritas, meski jarang muncul di headline. Sosok seperti Eyang Meri sering kali lebih berpengaruh daripada yang terlihat, karena diam-diam menorehkan jejak bagi generasi mendatang. @dimas

Tags: Breaking NewsIntegritasKapolriKeluarga

Kamu Melewatkan Ini

UU Polri Baru: Reformasi, Regenerasi, atau Konsolidasi Kekuasaan?

UU Polri Baru: Reformasi, Regenerasi, atau Konsolidasi Kekuasaan?

by Tabooo
Juni 10, 2026

UU Polri baru tidak hanya mengubah batas usia pensiun. Aturan ini juga membuka pertanyaan besar soal regenerasi, kewenangan digital, ruang...

Agus Salim: Ketika Kecerdasan Tidak Berujung pada Kekayaan

Agus Salim: Ketika Kecerdasan Tidak Berujung pada Kekayaan

by teguh
Juni 9, 2026

"Agus Salim, Orang tua yang sangat pintar ini seorang jenius dalam bidang bahasa, bicara, dan menulis dengan sempurna, paling sedikit...

Siswa SMP Indonesia Temukan Bug NASA, BRIN Turun Tangan

Siswa SMP Indonesia Temukan Bug NASA, BRIN Turun Tangan

by teguh
Mei 3, 2026

Prestasi tak selalu datang dari usia matang. Di tengah dominasi teknologi global, seorang siswa SMP dari Indonesia justru mencuri perhatian...

Next Post
Tragedi Tambang Timah Bangka: Enam Pekerja Tewas Tertimbun Longsor

Longsor Pondi dan Harga Nyawa di Tambang Ilegal Bangka

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id