• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Sabtu, Maret 21, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News

Dusun Sumbersari Lenyap Diterjang Lahar Hujan Semeru

November 20, 2025
in News, Regional
A A
Dusun Sumbersari Lenyap Diterjang Lahar Hujan Semeru

Kondisi rumah warga di Dusun Sumbersari, Pronojiiwo, yang luluh lantak usai diterjang erupsi Gunung Semeru pada Rabu, (19/11/2025) sore. (Foto: KOMPAS.com/Miftahul Huda)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Dusun Sumbersari di Desa Supiturang, Pronijiwo, Lumajang, berubah drastis, pada Rabu, (19/11/2025) sore, ketika lahar hujan Semeru meluncur deras dan menghapus puluhan rumah hanya dalam hitungan menit. Permukiman yang sebelumnya hidup mendadak menjadi hamparan puing, seolah hilang dari peta.

Lebih dari 20 bangunan runtuh. Beberapa kehilangan atap, sebagian hanya menyisakan separuh tembok depan, dan banyak yang sudah rata dengan tanah. Batu, kayu, genteng, lemari yang rebah, kompor terbalik, piala sekolah hingga foto keluarga berserakan di antara material vulkanik. Semua menjadi bukti bahwa hidup bisa berubah dalam detik yang panas dan tak terduga.

Ketika Rumah Menghilang, Warga Bertahan dengan Harapan

Warga berulang kali masuk ke puing-puing sambil menggenggam harapan yang tersisa. Banyak yang menangis, banyak yang bercerita sambil menahan suara yang bergetar, mengingat momen ketika lahar hujan datang deras membawa batu dan pasir seperti gelombang besar yang tak mengenal belas kasihan.

Misno, salah satu warga, berdiri lama di depan rumahnya yang ambruk. Dapurnya masih berdiri, tetapi separuhnya ikut patah.

“Habis semua, rumah rusak,” ujarnya. Namun ia masih bersyukur karena keluarganya selamat. “Alhamdulillah semua selamat.”

Lahar Hujan yang Menelan Permukiman

Material yang menerjang Sumbersari bukan awan panas, tetapi banjir lahar hujan yang mengalir setelah aktivitas awan panas berhenti. Lahar itu membawa batu, pasir, dan material vulkanik bagai monster cair yang menyapu apa pun yang menghalangi.

Mengungsi: Bukan Pilihan, Tapi Keharusan

Muzamil, warga lainnya, hanya sempat mengambil beberapa helai pakaian.

“Mau dibawa mengungsi. Rumahnya sudah habis,” ujarnya.

Ratusan warga kini bertahan di pos pengungsian. Mereka menunggu kabar kapan bisa pulang, apakah masih ada barang yang bisa diselamatkan, dan bagaimana menjalani hidup setelah kehilangan segalanya.

BPBD Kabupaten Lumajang masih menghitung jumlah kerusakan, tetapi warga sudah lebih dulu menghitung luka mereka sendiri yang tak tercatat dalam laporan resmi.

Siapa yang Paling Terpukul?

Dalam bencana seperti ini jawabannya tidak pernah berubah. Warga kecil selalu menanggung kerugian paling besar. Rumah roboh, harta hilang, tetapi kewajiban mereka tetap berdiri entah cicilan, entah kebutuhan harian.

Sementara itu, tuntutan mitigasi bencana yang lebih serius sudah lama disuarakan masyarakat. Sayangnya, perhatian negara sering kalah cepat dibanding datangnya bencana.

Semeru Tak Berubah, Lalu Siapa yang Harus Berubah?

Semeru bukan gunung tanpa pola. Ia memberi tanda, ia punya sejarah, dan ia sering mengingatkan kita. Pertanyaannya apakah kita sudah benar-benar belajar dari erupsi sebelumnya? Ataukah kita hanya pandai membuat laporan setelah semuanya hancur?

Peristiwa di Sumbersari bukan sekadar berita. Ini pengingat bahwa warga di kaki Semeru hidup dengan risiko besar setiap hari, sementara mitigasi sering tertinggal.

RelatedPosts

Jubir IRGC Tewas Diserang AS-Israel, Konflik Iran Kian Memanas

Lebaran 2026: Prabowo Undang Ribuan Warga ke Istana Kepresidenan

Pada akhirnya, masyarakat kembali menunjukkan ketangguhan: saling membantu, saling menggenggam tangan, dan saling menguatkan ketika rumah mereka secara harfiah ditelan bumi.

Semeru tetap gunung. Ia tidak berubah.
Yang seharusnya berubah adalah cara negara melindungi mereka yang tinggal di bawah bayang-bayangnya.

Karena ketika gunung ini kembali menguji, jangan sampai hanya warga yang dipaksa kuat sementara negara tetap berjalan seperti biasa.@dimas

Tags: Bencana AlamLahar Hujan MenerjangLumajang BerdukaPengungsi SemeruSemeru MenggugatSumbersari BerdukaWarga Kaki Gunung Bertahan
Next Post
Viral Bantuan Modal dari Mahfud MD Ternyata Tipuan Berbalut AI

Viral Bantuan Modal dari Mahfud MD Ternyata Tipuan Berbalut AI

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Malam Takbiran: Antara Euforia Perayaan dan Sunyi Refleksi

    Malam Takbiran: Antara Euforia Perayaan dan Sunyi Refleksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuta Saat Senja: Ketika Malam Mulai Dibuka untuk Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lebaran Beda Hari, Antara Ilmu, Ego, dan Toleransi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7.039 Pemudik Gratis Tiba di Tirtonadi, Mayoritas dari DKI Jakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prabowo Sebut Penyiraman Aktivis KontraS Terorisme, Harus Usut Dalangnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.