Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dua WNI Tewas di Hong Kong, Pemerintah Siapkan Pemulangan PMI

by dimas
Desember 27, 2025
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Di Hong Kong, Rabu sore yang seharusnya hanya berisi hiruk pikuk kota padat itu berubah jadi neraka vertikal. Api melahap kompleks apartemen Wang Fuk Court di Tai Po dan seperti banyak tragedi global lain, kabar buruk itu ikut membawa pulang duka ke Indonesia.

Dua warga negara kita meninggal dunia. Dua lainnya terluka.
Semua pekerja migran. Semua orang yang pergi jauh demi hidup yang lebih layak, tapi justru kalah oleh bencana yang tak mengenal batas negara.

Api yang Tidak Memilih Korban

Plt Dirjen Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, memastikan kabar yang membuat banyak keluarga di tanah air runtuh seketika.

“Dua WNI meninggal dunia, dua lainnya luka-luka. Semua PMI sektor domestik,” ujar Heni.

Keluarga para korban sudah diberi kabar. KJRI Hong Kong juga memastikan proses pemulangan jenazah dan penyelesaian hak-hak para pekerja berjalan.

KJRI kini menyiapkan:

Ini Belum Selesai

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

  1. tempat singgah sementara,
  2. logistik,
  3. pendampingan medis dan psikologis,
  4. serta koordinasi repatriasi.

Di tengah kacau-balau situasi, setidaknya ada kehadiran negara meski terasa terlambat bagi mereka yang sudah pergi.

Dampaknya Tidak Main-Main

Kebakaran di Wang Fuk Court bukan insiden kecil.
Korban tewas mencapai 44 orang, dan ratusan lainnya belum ditemukan. Artinya, tragedi ini bukan hanya memukul Hong Kong, tapi juga jaringan migran Asia yang tinggal di blok-blok hunian padat.

Dugaan sementara mengarah pada renovasi gedung yang memakai material mudah terbakar.
Sederhana, klasik, dan menyebalkan sebuah kecacatan standar keselamatan yang dibiarkan, lalu menyengat puluhan nyawa.

Dan ketika bangunan runtuh secara moral seperti itu… siapa yang paling terdampak?
Mereka yang paling tidak punya kuasa: para pekerja migran, termasuk PMI.

Siapa yang Untung, Siapa yang Rugi?

Yang paling dirugikan:

  1. PMI yang tinggal di gedung-gedung lama dan padat,
  2. keluarga di Indonesia yang menggantungkan hidup pada remitansi,
  3. kita semua yang berharap negara tujuan aman bagi para pekerja.

Yang “diuntungkan”?
Tidak ada kecuali mungkin kontraktor gedung yang selama bertahun-tahun bisa mengakali standar renovasi dengan material lebih murah.

Dan ketika tragedi terjadi, pihak paling lemah lagi-lagi menjadi daftar pertama dalam jumlah korban.

Perspektif Lain: “Kan Sudah Ada Mekanisme Perlindungan?”

Sebagian orang mungkin berkata:

“Tapi PMI sudah dilindungi agen, negara juga turun tangan kok.”

Ya, benar.
Ada KJRI, ada pihak agen, ada aturan keselamatan Hong Kong yang ketat.

Hanya saja, perlindungan itu sering kali aktif setelah kejadian, bukan sebelum.
PMI sering tinggal di apartemen yang ditempati banyak pekerja, gedung tua, atau hunian yang sedang renovasi karena lebih murah. Risiko sudah inheren sejak hari pertama mereka pindah.

Di titik ini, kita perlu mengakui kenyataan yang kadang pahit perlindungan itu sering terasa seperti payung bocor berguna, tapi tidak cukup saat hujan badai.

Sikap Tabooo: Empati Bukan Cukup, Sistemnya yang Harus Diperbaiki

Tragedi ini bukan hanya soal kebakaran.
Ini tentang rantai panjang konteks:
Migrasi, pekerjaan domestik, penempatan ke gedung tua, kebijakan keselamatan, respons negara.

Jika salah satu mata rantai itu longgar, nyawa jadi taruhannya.

Sebagai negara pengirim, Indonesia perlu:

  1. menekan agen agar memastikan standar hunian PMI,
  2. meminta audit keamanan apartemen tempat PMI tinggal,
  3. serta membangun sistem early warning bagi komunitas migran.

Karena kalau hanya bergerak saat sudah ada yang meninggal, itu namanya bukan perlindungan itu pemakluman tragedi.

Penutup

Kebakaran Wang Fuk Court mengingatkan kita bahwa meski jaraknya ribuan kilometer, keselamatan PMI tetap tanggung jawab negara. Mereka menjaga rumah orang lain, tapi siapa yang memastikan mereka punya tempat tinggal yang aman?

Dan kamu sendiri, kira-kira kita masih mau menunggu tragedi berikutnya, atau mulai menagih sistem yang lebih manusiawi? @dimas

Kamu Melewatkan Ini

TABOOO Cultural Production: Dari Budaya Menjadi Karya

TABOOO Cultural Production: Dari Budaya Menjadi Karya

by dimas
Juni 28, 2026

TABOOO Cultural Production mengubah budaya lokal Madiun Raya menjadi karya, pengetahuan, dan intellectual property melalui kolaborasi masyarakat. Tabooo.id - Sebuah...

Raden Ronggo Prawirodirjo III: Api Perlawanan dari Madiun

Raden Ronggo Prawirodirjo III: Api Perlawanan dari Madiun

by dimas
Juni 27, 2026

Raden Ronggo Prawirodirjo III menjadi simbol perlawanan dari Madiun. Kisahnya membuktikan bahwa harga diri Jawa tak pernah mudah ditaklukkan. Tabooo.id...

Suran Agung PSHW TM 2026: Keheningan yang Menyatukan Persaudaraan

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

by dimas
Juni 27, 2026

Suran Agung PSHW ke-123 menjadi momentum mempererat persaudaraan melalui konsep Purabaya, sekaligus mengajak seluruh warga menjaga ketertiban dan zero insiden....

Next Post
Rakyat Mau Pecat DPR, MK Bilang: Nanti Dulu

Rakyat Mau Pecat DPR, MK Bilang: Nanti Dulu

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id