Rabu, Mei 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dua Makam, Satu Nama: Mana Makam Asli Tan Malaka Sebenarnya?

by eko
April 11, 2026
in Check
A A
Home Check
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Check – Nama Tan Malaka sering muncul dalam diskusi sejarah Indonesia. Namun sampai sekarang, banyak orang masih bingung tentang satu hal: di mana sebenarnya makamnya berada?

Sebagian orang percaya makamnya ada di Sumatera Barat, tanah kelahirannya. Namun fakta sejarah menunjukkan cerita yang lebih kompleks dari sekadar lokasi.

Fakta Utama: Makam Tan Malaka Ada di Kediri

Sejarah mencatat lokasi makam Tan Malaka berada di Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Pasukan pada masa konflik revolusi mengeksekusi Tan Malaka tanpa pengadilan pada 21 Februari 1949. Peristiwa ini terjadi saat situasi politik Indonesia masih bergejolak.¹

Penelitian sejarawan Belanda, Harry A. Poeze, memperkuat keyakinan tentang lokasi makam ini. Ia meneliti arsip sejarah dan mewawancarai saksi pada tahun 2007. Dari riset itu, ia mengidentifikasi lokasi makam di Selopanggung.²

Ini Belum Selesai

NIK Bocor, OTP Jebol: Salah Hacker atau Negara Terlambat?

Benarkah Jakarta Sudah Bukan Ibu Kota Negara?

Sejak saat itu, banyak peneliti menjadikan makam di Selopanggung sebagai rujukan utama dalam kajian sejarah Tan Malaka.

Fakta Kedua: Makam di Pandam Gadang Bersifat Simbolik

Masyarakat di Nagari Pandam Gadang, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, juga membangun makam atas nama Tan Malaka di kampung halamannya.

Namun makam tersebut tidak berisi jasad Tan Malaka.

Pada tahun 2017, keluarga menggelar prosesi simbolik. Mereka tidak memindahkan jasad. Mereka hanya membawa tanah dari makam di Kediri sebagai simbol kepulangan ke tanah kelahiran.³

Tokoh adat kemudian menanam tanah itu di Pandam Gadang. Prosesi adat tersebut menjadi bentuk penghormatan budaya dan sejarah.⁴

Artinya jelas:

Kediri → lokasi makam jasad
Pandam Gadang → makam simbolik

Kenapa Jasad Tidak Dipindahkan?

Keluarga tidak memindahkan jasad Tan Malaka dari Kediri karena aturan dan kendala teknis. Proses pemindahan makam membutuhkan prosedur yang rumit.

Sebagai jalan tengah, keluarga dan tokoh adat memilih langkah simbolik. Mereka membawa tanah dari makam asli sebagai pengganti jasad.

Tradisi adat sering menggunakan cara ini ketika pemindahan jasad tidak memungkinkan.

Kenapa Banyak Orang Salah Paham?

Banyak orang salah paham karena ada dua makam dengan nama yang sama. Kedua makam itu memiliki fungsi yang berbeda.

Selain itu, sebagian orang mengira pemindahan simbolik berarti pemindahan jasad.

Media sosial juga mempercepat penyebaran cerita yang tidak diverifikasi. Akibatnya, informasi yang beredar sering bercampur antara fakta dan asumsi.

Kesimpulan Fakta

Berikut ringkasan fakta penting tentang makam Tan Malaka:

Tan Malaka dimakamkan di Desa Selopanggung, Kediri, Jawa Timur.
Pasukan mengeksekusinya tanpa pengadilan pada 21 Februari 1949.¹
Masyarakat di Pandam Gadang membangun makam simbolik yang tidak berisi jasad.³
Pada tahun 2017, keluarga hanya membawa tanah dari Kediri sebagai simbol kepulangan.⁴


Footnote Sumber Terpercaya

¹ Kompas.com — Mengenang Perjalanan Bongkahan Tanah Makam Tan Malaka dari Kediri ke Sumbar (2019).

² Tan Malaka: Gerakan Kiri dan Revolusi Indonesia — karya Harry A. Poeze, riset identifikasi makam Tan Malaka di Selopanggung (2007).

³ Kompas.com — Pemindahan Makam Tan Malaka ke Sumbar Hanya Simbolis (2017).

⁴ BBC News Indonesia — laporan prosesi simbolik pemindahan tanah makam Tan Malaka ke Pandam Gadang (2017). @eko

Tags: Sejarah IndonesiaTan Malaka

Kamu Melewatkan Ini

Non-Cooperation: Soekarno dan Penolakannya Terhadap Kolonial

Non-Cooperation: Soekarno dan Penolakannya Terhadap Kolonial

by Tabooo
Mei 26, 2026

Non-Cooperation bagi Soekarno bukan sekadar menolak masuk sistem kolonial. Ia menjadi strategi untuk menjaga perlawanan agar tidak berubah menjadi hiasan...

Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

by Tabooo
Mei 25, 2026

Sejarah tidak bergerak karena semua orang setuju. Dari revolusi, perang, internet, hingga AI, hampir semua perubahan besar lahir dari benturan...

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

by jeje
Mei 24, 2026

Lucu, ya. Kita hidup di zaman ketika semua orang tampak marah. Timeline penuh kritik. Warung kopi berubah jadi ruang debat...

Next Post
Hompimpa: Permainan Anak atau Filosofi Hidup yang Kita Abaikan?

Hompimpa: Permainan Anak atau Filosofi Hidup yang Kita Abaikan?

Pilihan Tabooo

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Mei 24, 2026

Realita Hari Ini

Kasus Pelecehan, Pimpinan Ponpes di Lombok Timur Ditangkap

Kasus Pelecehan, Pimpinan Ponpes di Lombok Timur Ditangkap

Februari 21, 2026

Mendagri Tegaskan Wakil Kepala Daerah Ikut Hadir di Rakornas 2026

Februari 2, 2026

MBG Bukan Makan Bergizi Gratis, Ini Versi “Mantap Banget Gila”

April 9, 2026

Ribuan Pemudik Padati Terminal Tirtonadi Solo, Lonjakan Penumpang Capai 50 Persen

Maret 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id