Selasa, Juli 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Drama Tabungan di Puncak: Wanita Tewas Saat Sujud

by dimas
November 23, 2025
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Puncak Bogor kembali ramai, bukan karena wisatawan yang memadati vila, tapi karena pembunuhan yang bikin banyak orang mendadak waspada pada lingkaran terdekatnya sendiri. Seorang wanita berinisial N (59) ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya, Jumat (21/11/2025). Fakta pahitnya: ia dibunuh oleh orang yang ia percaya selama ini untuk menyimpan uang tabungan.

Dan yang lebih menyayat? Ia dibunuh saat sedang sujud salat magrib.

Awal dari Percakapan Tabungan yang Tak Pernah Usai

Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Anggi Eko Prasetyo, tragedi ini terjadi pada Kamis (20/11/2025). Pelaku, NAF (32) seorang ibu rumah tangga mendatangi rumah korban sekitar pukul 11.00 WIB untuk membahas uang tabungan Rp 12 juta yang ia pegang atas kepercayaan korban.

Pembicaraan yang seharusnya sederhana berubah panas. Cekcok terjadi. Hujan turun. Dan pelaku tetap di rumah korban hingga magrib.

Di saat korban sedang sujud, pelaku mengambil balok kayu dari dapur. Pukulan pertama menghantam kepala korban. Korban sempat melawan, tapi pukulan berikutnya membuatnya jatuh ke etalase kaca. Luka bertambah dari pecahan kaca.

Ini Belum Selesai

Nelayan Kecil Kehilangan Solar, Kapal Besar Dapat BBM Murah

Kekeringan Ekstrem di Gunungkidul, Warga Jual Ternak Demi Air

Tak cukup, pelaku menutup wajah korban dengan bantal, menduduki tubuhnya, hingga korban sulit bernapas. Dan ketika itu saja belum cukup, pelaku mengambil pisau dan menusuk leher korban delapan kali.

Ini bukan emosi sesaat. Ini eksekusi berlapis.

Setelah Membunuh, Pelaku Bersih-Bersih

Anggi menjelaskan, setelah memastikan korban tak bernyawa, pelaku menutupi jenazah dengan sarung, membersihkan tubuh korban dari darah, lalu kabur membawa handphone dan perhiasan milik korban.

Beberapa barang bukti disita balok kayu, pisau, bantal, dan pakaian penuh darah. Saksi yang diperiksa sejauh ini ada empat orang, mulai dari warga sekitar hingga keluarga korban.

Pelaku akhirnya diringkus dan dalam konferensi pers di Mapolres Bogor, ia hanya menunduk, tangan diborgol, baju tahanan oranye, tanpa sepatah kata pun. Bahkan wajahnya ia tutupi dengan tangan meski sudah memakai masker. Diam yang panjang, mungkin penuh penyesalan atau justru ketakutan.

Siapa Untung, Siapa Rugi

Yang paling dirugikan jelas keluarga korban. Mereka tak hanya kehilangan anggota keluarga, tapi juga menghadapi trauma karena kejadian ini berlangsung di tempat yang seharusnya paling aman: rumah sendiri.

Masyarakat pun dirugikan secara lebih luas. Kepercayaan sosial modal yang paling penting di komunitas kecil seperti kawasan Puncak terancam runtuh. Ketika orang yang selama ini dipercaya untuk menyimpan uang sekalipun bisa berubah jadi pelaku pembunuhan, siapa yang bisa merasa aman?

Sementara pelaku? Tidak ada keuntungan nyata kecuali perhiasan dan gawai yang nilainya bahkan tidak sebanding dengan hukuman yang menantinya.

Pasal Berlapis: Jerat Hukum yang Menunggu

Pelaku dijerat pasal berlapis:

  1. Pasal 365 Ayat 3: pencurian dengan kekerasan
  2. Pasal 338: pembunuhan
  3. Pasal 351 Ayat 3: penganiayaan hingga menyebabkan kematian

Ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Sebagian warganet mungkin bertanya, “Hanya 15 tahun untuk pembunuhan sebrutal itu?” Tapi begitulah aturan yang berlaku. Yang pasti, aparat sudah bergerak cepat dan bukti-bukti kuat mengarah pada pembunuhan yang terencana secara spontan, tapi tereksekusi penuh intensitas.

Refleksi Kecil di Tengah Dingin Puncak

Kasus ini mengingatkan kita bahwa kejahatan paling gelap kadang muncul dari ruang yang paling kita percaya. Dari seseorang yang kita panggil sahabat, penjaga, bahkan keluarga.

Kalau ada pelajaran dari tragedi ini, mungkin cuma satu:
Percaya itu penting, tapi jangan pernah percaya sampai lupa menjaga diri @dimas

Tags: kriminalitas

Kamu Melewatkan Ini

Sayembara Tangkap Begal, Solusi atau Tanda Negara Kewalahan?

Sayembara Tangkap Begal, Solusi atau Tanda Negara Kewalahan?

by dimas
Juli 28, 2026

Sayembara tangkap begal memicu perdebatan tentang efektivitas penanganan kejahatan. Benarkah ini solusi cepat, atau justru tanda negara mulai kewalahan menjamin...

Mereka Tidak Hidup Bebas. Mereka Hanya Belajar Tidak Mati

Mereka Tidak Hidup Bebas. Mereka Hanya Belajar Tidak Mati

by Waras
April 27, 2026

Pagi datang seperti biasa. Matahari naik, orang-orang keluar rumah, kehidupan berjalan. Tapi di beberapa sudut El Salvador, ada satu hal...

Hajatan Berubah Maut: Uang Miras, Nyawa Melayang

Hajatan Berubah Maut: Uang Miras, Nyawa Melayang

by dimas
April 7, 2026

Tabooo.id: Kriminal - Hajatan seharusnya jadi momen bahagia. Tawa, doa, dan harapan baru berkumpul dalam satu tempat.Tapi di Purwakarta, pesta...

Next Post
“Taxi Driver 3” Bikin Kita Ikut Balas Dendam, Kenapa Drama Ini Meledak?

“Taxi Driver 3” Bikin Kita Ikut Balas Dendam, Kenapa Drama Ini Meledak?

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id