Tabooo.id: Edge – Bayangkan ini, kamu lagi scrolling Netflix, cari drama baru untuk hiburan ringan, eh tiba-tiba muncul serial terbaru berjudul “Fit and Proper Test Kapolri Edition”. Episode terbaru dimulai dengan Presiden ingin melantik Kapolri baru, tapi DPR masih sibuk nge-review CV calon itu, sambil debat soal “balas jasa” dan “beban politik”. Adegan absurd? Sudah pasti. Tapi jangan salah, rakyat nonton sambil scroll timeline Twitter, sambil mikir ini beneran atau reality show politik?
Fakta Singkat: DPR vs Presiden
Anggota Komisi III DPR, Soedeson Tandra, menegaskan sederhana: fit and proper test itu esensial karena DPR memiliki fungsi pengawasan. Artinya, calon Kapolri wajib lulus uji kelayakan sebelum Presiden bisa melantik.
Tapi tunggu dulu, mantan Kapolri Da’i Bachtiar malah bilang, “Kenapa harus ribet? Presiden kan bisa pilih langsung. DPR cuma bikin calon kebingungan, takut ada beban balas jasa.”
Undang-undangnya juga cukup jelas Pasal 11 UU Polri nomor 2 tahun 2002 menyebut Presiden mengangkat Kapolri dengan persetujuan DPR. Kalau DPR diam selama 20 hari, calon otomatis disetujui. Jadi sebenarnya ada autopilot, tapi drama fit and proper test tetap jalan seperti serial yang selalu ditunggu-tunggu episode berikutnya.
Drama Politik: RPG Fit and Proper Test
Kalau dilihat lebih jauh, proses ini mirip game RPG. Calon Kapolri harus melewati dungeon DPR, menghadapi bos-bos politik yang siap kasih quest tambahan berupa balas jasa atau permintaan politik lainnya. Bayangkan: kamu lulus ujian, tapi terus diminta menyelesaikan “side quest” demi kepuasan politik.
Publik? Mereka cuma duduk manis di tribun internet, menonton setiap langkah calon Kapolri sambil bikin meme. Timeline Twitter pun dipenuhi komentar satir “Kapolri vs DPR: Who Will Survive?” Drama ini jadi stand-up comedy politik yang bisa bikin kita ketawa getir sekaligus geleng kepala.
Punchline Penutup: Ironi Publik
Pada akhirnya, semua ini lebih soal formalitas daripada urgensi. Aturan sudah ada, autopilot tersedia, tapi rakyat tetap harus menyaksikan calon Kapolri nge-dance di panggung politik dulu. Kita nonton, nge-like, bikin meme, dan berharap: jangan sampai Kapolri baru bawa lebih banyak drama daripada kasus kriminal yang seharusnya ditangani. @dimas




