Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Diduga Dilecehkan Oleh Dosen, Mahasiswi Unima Tewas Gantung Diri

by dimas
Januari 2, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Kasus dugaan pelecehan seksual yang berujung pada kematian seorang mahasiswi mengguncang Universitas Negeri Manado (Unima). Rektor Unima Joseph Kambey langsung mengambil langkah tegas dengan memberhentikan sementara oknum dosen berinisial DM dari jabatannya. Pimpinan kampus mengambil keputusan ini setelah dugaan pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswi mencuat ke publik dan diduga mendorong korban mengakhiri hidupnya.

Melalui surat keputusan rektor tertanggal Kamis (1/1/2026), Joseph menegaskan bahwa pembebasan sementara tersebut tidak menghapus hak kepegawaian DM. Selama proses pemeriksaan berjalan, dosen yang bersangkutan tetap menerima hak sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Meski demikian, Joseph menekankan sikap tegas institusi. Ia menyatakan Unima tidak akan mentoleransi tindakan apa pun yang mencederai martabat perguruan tinggi. Rektor juga memastikan keputusan tersebut langsung berlaku sejak ditetapkan dan wajib dijalankan oleh seluruh pihak terkait.

Disiplin Kampus Diuji di Tengah Tekanan Publik

Menurut Joseph, langkah pemberhentian sementara ini menjadi bagian dari mekanisme internal kampus untuk menegakkan disiplin dan menjaga integritas akademik. Ia menilai kebijakan tersebut membuka ruang bagi proses pemeriksaan yang objektif, transparan, dan akuntabel sesuai norma hukum serta regulasi pendidikan tinggi.

Di tengah sorotan publik yang kian tajam, kebijakan ini menjadi ujian nyata bagi kampus. Publik menilai apakah institusi pendidikan tinggi benar-benar berpihak pada korban atau sekadar menjaga stabilitas birokrasi internal.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Mahasiswi Ditemukan Tewas, Dugaan Pelecehan Mencuat

Kasus ini bermula dari kematian EM (21), mahasiswi Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Unima. Warga menemukan EM dalam kondisi gantung diri di rumahnya di Kabupaten Tomohon, Sulawesi Utara, Selasa (30/12/2025).

Kapolsek Tomohon Tengah Iptu Stenly Tawalujan membenarkan peristiwa tersebut. Polisi segera membawa jenazah korban ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Tak berselang lama, dugaan pelecehan seksual mencuat ke ruang publik. Dugaan ini menguat setelah beredar surat tulisan tangan korban yang memuat pengaduan atas perlakuan tidak pantas yang diduga dilakukan oleh dosen berinisial DM.

Surat Tulisan Tangan Korban Jadi Petunjuk Penting

Dalam surat tersebut, EM mencantumkan identitas lengkap, mulai dari nama, nomor induk mahasiswa, program studi, fakultas, hingga kontak pribadi. Korban juga secara jelas menuliskan nama terlapor yang disebut berstatus sebagai dosen aktif di Unima.

Surat itu kini menjadi petunjuk penting bagi aparat penegak hukum. Kepolisian memastikan telah turun tangan untuk menyelidiki dugaan pelecehan seksual sekaligus menelusuri penyebab kematian korban.

Polisi Tangani Dugaan Bunuh Diri dan Pelecehan

Kapolres Tomohon AKBP Nur Kholis menyatakan penyidik menangani kasus ini secara menyeluruh. Polisi menelusuri dugaan bunuh diri sekaligus mendalami kemungkinan tindak pidana pelecehan seksual sebagaimana tertulis dalam surat korban.

Pihak keluarga EM telah mengajukan laporan resmi ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sulawesi Utara. Dengan laporan tersebut, Polda Sulut kini memegang penuh kewenangan penanganan perkara.

Hasil Awal: Tidak Ada Tanda Kekerasan Fisik

Kasat Reskrim Polres Tomohon Iptu Royke Raymon Yafet Mantiri memaparkan hasil awal penyelidikan. Berdasarkan olah tempat kejadian perkara dan visum luar, penyidik menduga korban meninggal dunia akibat bunuh diri.

Polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Meski begitu, penyidik menegaskan proses penyelidikan masih berjalan dan terus berkembang seiring pengumpulan keterangan saksi serta alat bukti tambahan.

Relasi Kuasa dan Sunyi Korban di Kampus

Kasus ini kembali menyoroti relasi kuasa yang timpang di lingkungan pendidikan tinggi. Mahasiswa, khususnya perempuan, sering berada pada posisi paling rentan, sementara institusi kerap bergerak setelah tragedi tak terelakkan terjadi.

Kini publik menanti lebih dari sekadar sanksi administratif. Pertanyaannya tetap menggantung apakah kampus akan sungguh-sungguh berdiri di sisi korban, atau kembali sibuk merapikan citra setelah satu nyawa hilang? @dimas

Tags: KasusKeadilankekerasankorbanMahasiswiPelecehanPelecehan SeksualPendidikan

Kamu Melewatkan Ini

Revanno dan Ruang Toleransi: Saat Sekolah Agama Tak Lagi Eksklusif

Revanno dan Ruang Toleransi: Saat Sekolah Agama Tak Lagi Eksklusif

by teguh
Mei 18, 2026

Di sebuah sekolah berbasis Islam di Kota Pekalongan, seorang remaja keturunan Tionghoa beragama Katolik justru menemukan ruang yang membuatnya bertumbuh....

Kenapa Murid Kritis Sering Dianggap Membangkang?

Kenapa Murid Kritis Sering Dianggap Membangkang?

by eko
Mei 16, 2026

Murid kritis sering jadi masalah di ruang kelas yang terlalu terbiasa dengan kepatuhan. Saat mereka bertanya terlalu jauh, menggugat logika...

Nyaris Kehilangan Arah, Kini Peluang Revanno Magang ke Jepang

Nyaris Kehilangan Arah, Kini Peluang Revanno Magang ke Jepang

by teguh
Mei 16, 2026

Revanno Adrian Prasetyo pernah kehilangan arah. Saat SMP, semangat belajarnya meredup. Ia lebih sering diam, sulit percaya diri, dan memilih...

Next Post
Golongan Darah Langka, Hidup Tak Biasa

Golongan Darah Langka, Hidup Tak Biasa

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id