Jumat, September 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Di Tengah Operasi Keamanan Papua, Dua Nyawa Jadi Korban

by dimas
Juli 17, 2026
in Edge
A A
Home Edge
Share on Facebook
Share on Twitter
Komnas HAM menemukan dugaan pelanggaran HAM dalam kematian dua warga sipil di tengah operasi keamanan Papua. Investigasi transparan dan evaluasi pendekatan keamanan pun didesak.

Tabooo.id – Kematian seorang petani dan seorang ibu hamil di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, kembali mengingatkan publik bahwa konflik bersenjata masih membawa dampak besar bagi warga sipil. Di tengah baku tembak antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata, masyarakat kembali menjadi korban. Hasil penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) pun memperkuat kekhawatiran tersebut.

Komnas HAM menemukan dugaan kuat pelanggaran hak asasi manusia dalam dua peristiwa yang menewaskan Okto Tigau, seorang petani, dan Melkina Sondegau, seorang ibu hamil. Temuan itu tidak hanya menyoroti dugaan pelanggaran hukum, tetapi juga memunculkan kembali pertanyaan mengenai efektivitas pendekatan keamanan di Papua dalam melindungi warga sipil.

Komnas HAM Soroti Pelanggaran Hak Dasar

Komnas HAM menyelidiki dua kasus kematian yang terjadi di Intan Jaya. Hasil penyelidikan menunjukkan dugaan pelanggaran terhadap sejumlah hak dasar yang konstitusi dan instrumen hak asasi manusia lindungi.

Lembaga tersebut mengidentifikasi empat hak yang kemungkinan besar para pelaku langgar selama konflik berlangsung. Keempat hak itu meliputi hak untuk hidup, hak bebas dari penyiksaan, hak memperoleh proses hukum yang adil, serta hak atas rasa aman.

Temuan tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa konflik di Papua tidak hanya mempertemukan aparat dengan kelompok bersenjata, tetapi juga terus mengancam keselamatan masyarakat sipil.

Ini Belum Selesai

Sound Horeg Diatur Negara, Setelah Tiga Orang Meninggal

Sopir Disandera, Mobil Dibakar: Tragedi Aris Sanda di Wamena

Kasus Okto Tigau Memicu Desakan Transparansi

Komnas HAM mengungkap bahwa aparat TNI sempat mengamankan Okto Tigau sebelum peristiwa nahas itu terjadi. Beberapa waktu kemudian, warga menemukan Okto dalam kondisi meninggal dunia dengan luka tembak serta sejumlah tanda kekerasan di tubuhnya.

Rangkaian peristiwa itu memunculkan pertanyaan mengenai prosedur penanganan terhadap warga sipil selama operasi keamanan berlangsung. Karena itu, Komnas HAM meminta aparat membuka proses penyelidikan secara transparan agar publik dapat mengetahui seluruh fakta secara objektif.

Transparansi menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan aparat menegakkan hukum tanpa intervensi.

Melkina Sondegau Tewas Saat Berlindung

Melkina Sondegau meninggal ketika berada di dalam honai saat kontak senjata pecah di wilayah tersebut. Peristiwa itu menunjukkan bahwa konflik bersenjata terus mempersempit ruang aman bagi warga sipil.

Kematian perempuan yang sedang mengandung tersebut menambah daftar panjang korban sipil di Papua. Peristiwa itu juga memperkuat desakan agar seluruh pihak mengutamakan perlindungan warga dalam setiap operasi keamanan.

Ribuan Warga Terpaksa Mengungsi

Konflik yang terus berulang tidak hanya merenggut korban jiwa. Komnas HAM mencatat sekitar 3.000 warga harus meninggalkan rumah mereka karena situasi keamanan terus memburuk.

Gelombang pengungsian itu memicu berbagai persoalan kemanusiaan. Banyak keluarga kehilangan akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, pekerjaan, dan kebutuhan pangan.

Karena itu, Komnas HAM meminta pemerintah segera menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada seluruh warga yang mengungsi serta memastikan kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi.

Komnas HAM Desak Evaluasi Pendekatan Keamanan

Selain meminta penyelidikan yang transparan, Komnas HAM juga mendesak pemerintah mengevaluasi pendekatan keamanan di Papua. Lembaga tersebut menilai perlindungan hak asasi manusia harus menjadi bagian utama dalam setiap kebijakan penanganan konflik.

Pemerintah perlu segera mengevaluasi strategi keamanan agar operasi di lapangan tidak meningkatkan risiko jatuhnya korban sipil. Pada saat yang sama, pemerintah juga perlu memperkuat dialog, penegakan hukum, dan pendekatan kemanusiaan sebagai bagian dari penyelesaian konflik.

TNI Sampaikan Penjelasan

TNI menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban. Institusi tersebut juga menjelaskan bahwa prajurit telah berupaya menghindari jatuhnya korban sipil dengan tidak membalas tembakan pada situasi tertentu.

Selain itu, TNI menyebut aktivitas kelompok bersenjata menjadi faktor yang memperumit situasi keamanan di wilayah konflik. Namun, perbedaan keterangan antara hasil investigasi Komnas HAM dan penjelasan aparat menunjukkan pentingnya penyelidikan yang independen, transparan, dan akuntabel.

Perlindungan Warga Sipil Menjadi Ujian Negara

Kasus di Intan Jaya kembali menunjukkan bahwa konflik Papua tidak hanya berkaitan dengan persoalan keamanan. Konflik tersebut juga menyangkut perlindungan hak hidup, rasa aman, dan martabat setiap warga negara.

Setiap korban sipil mendorong negara untuk mencari penyelesaian yang tidak hanya mengandalkan operasi bersenjata. Negara juga perlu memperkuat transparansi, akuntabilitas, penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta dialog yang berkelanjutan agar Papua tidak terus menghadirkan luka baru bagi masyarakat sipil. @dimas

Tags: Hak Asasi ManusiaKomnas HAMOperasi KeamananpapuaPelanggaran HAMWarga Sipil

Kamu Melewatkan Ini

Sopir Tewas di Jalur Wamena-Nduga, Siapa Menjamin Keselamatan Warga?

Sopir Tewas di Jalur Wamena-Nduga, Siapa Menjamin Keselamatan Warga?

by teguh
September 16, 2026

Sebuah kendaraan tidak hanya membawa penumpang. Sopir tewas di jalur Wamena-Nduga, kendaraan juga membawa aktivitas ekonomi, kebutuhan warga, dan harapan...

TPNPB Klaim Tembak Sopir di Wamena-Nduga: Jalur Publik Jadi Zona Ancaman

TPNPB Klaim Tembak Sopir di Wamena-Nduga: Jalur Publik Jadi Zona Ancaman

by teguh
September 16, 2026

TPNPB klaim tembak sopir di wamena-Nduga. TPNPB Kodap III Ndugama Darakma mengklaim bertanggung jawab atas penembakan seorang sopir di jalur...

Tujuh Perempuan Belum Kembali, Siapa Bertanggung Jawab di Jila?

Tujuh Perempuan Belum Kembali, Siapa Bertanggung Jawab di Jila?

by teguh
September 14, 2026

Konflik di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menyisakan tujuh perempuan yang hingga kini belum kembali kepada keluarga. Tabooo.id -...

Next Post
Rujak Cingur: Warisan Budaya yang Kehilangan Filosofi

Rujak Cingur: Warisan Budaya yang Kehilangan Filosofi

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id