Sabtu, Juni 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dari Shortcut Jadi Short-Trap: Jalur Sawah ke Tol Purwomartani Resmi Dihapus

by eko
Maret 25, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Google Maps akhirnya mencabut rute-rute alternatif menuju Gerbang Tol Purwomartani yang sempat mengarahkan pemudik ke jalan kampung dan area persawahan.

Keputusan ini muncul setelah banyak pemudik tersesat karena mengikuti navigasi digital yang justru membawa mereka ke jalur tanah.

Humas PT Jasamarga Jogja-Solo, Rachmat, memastikan perubahan ini langsung berlaku di lapangan. Ia menyebut tim sudah menghapus rute tersebut dari sistem navigasi. “Kami menerima laporan dari tim lapangan, dan sekarang jalur itu sudah tidak muncul di Google Maps,” ujarnya, Selasa (24/3/2026) malam.

Rachmat menegaskan, pemudik kini hanya bisa mengakses gerbang tol melalui Jalan Yogya–Solo. Ia juga meminta pengendara untuk mengikuti rambu resmi yang sudah terpasang.

Pemudik Sempat “Terseret” ke Tengah Sawah

Sebelumnya, sejumlah pemudik justru masuk ke jalur sempit di area persawahan karena mengikuti petunjuk aplikasi.

Ini Belum Selesai

Kirab Pusaka di Tengah Dualisme: Tradisi atau Legitimasi?

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

Damar, salah satu pemudik tujuan Jakarta, mengaku sempat ragu saat mobilnya melaju ke jalan tanah. Namun, ia tetap mengikuti arahan karena tidak menemukan opsi lain.

“Iya, saya ikut Google Maps. Sempat ragu, tapi sudah enggak bisa putar balik,” katanya.

Kondisi di lapangan memperlihatkan antrean kendaraan mengular di jalan yang tidak layak. Jalur sempit, tanah, dan minim penerangan membuat perjalanan makin berisiko.

Rambu Ditambah, Petugas Disiagakan

Untuk mencegah kejadian serupa, pengelola jalan tol langsung menambah rambu penunjuk arah menuju gerbang tol. Petugas juga berjaga di titik-titik rawan untuk mengarahkan arus kendaraan.

Langkah ini bertujuan agar pemudik tidak lagi bergantung penuh pada aplikasi navigasi. Pengelola ingin memastikan pengendara mengikuti jalur resmi yang sudah disiapkan.

Pemudik dan Warga Lokal Sama-Sama Kena Dampak

Kesalahan rute ini paling terasa bagi pemudik. Mereka kehilangan waktu, menghabiskan bahan bakar, dan menghadapi risiko terjebak di jalur yang tidak layak.

Di sisi lain, warga sekitar juga harus menanggung dampaknya. Jalan kampung mendadak padat, sementara area persawahan terganggu oleh lalu lintas kendaraan.

Situasi ini menunjukkan satu hal sederhana: ketika sistem digital keliru, dampaknya bisa langsung menyentuh kehidupan nyata.

Jangan 100% Percaya Aplikasi

Kasus ini jadi pengingat penting. Aplikasi navigasi memang memudahkan, tapi tidak selalu akurat di lapangan.

Pengendara tetap perlu membaca situasi, memperhatikan rambu, dan menggunakan logika sebelum mengikuti arahan. @eko

Tags: Jalan PintasJogjaPemudik

Kamu Melewatkan Ini

Malioboro Tengah Malam: Ketika Jogja Berhenti Jadi Panggung Wisata

Malioboro Tengah Malam: Ketika Jogja Berhenti Jadi Panggung Wisata

by teguh
Mei 22, 2026

Kamis 21/05/2026 Jam menunjukkan pukul 01:47 WIB. Malioboro belum benar-benar tidur, tapi ia juga tidak lagi sepenuhnya terjaga. “Malioboro itu...

Tongseng Ayam Bantul: Enak di Lidah, Kejam di Balik Layar

Tongseng Ayam Bantul: Enak di Lidah, Kejam di Balik Layar

by Anisa
Mei 8, 2026

Sepiring tongseng ayam Bantul tampak sederhana: kuah pekat, aroma arang, rasa manis gurih yang bikin orang rela antre. Namun, di...

ChatGPT: Bikin Kelas yang Sunyi, Jawaban yang Instan

ChatGPT: Bikin Kelas yang Sunyi, Jawaban yang Instan

by teguh
April 10, 2026

Tabooo.id: Deep - Lampu kamar masih menyala. Deadline sudah di depan mata. Jari bergerak cepat di keyboard. Bukan ke buku....

Next Post
Huawei Enjoy 90 Pro Max: Baterai 8.500 mAh, HP Tahan 28 Jam Nonstop

Huawei Enjoy 90 Pro Max: Baterai 8.500 mAh, HP Tahan 28 Jam Nonstop

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id