• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Minggu, Maret 22, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News

Dari Karaton ke Masjid Agung, Gunungan Garebeg Pasa Jadi Rebutan Ratusan Warga

Maret 22, 2026
in News, Regional
A A
Dari Karaton ke Masjid Agung, Gunungan Garebeg Pasa Jadi Rebutan Ratusan Warga

Abdi dalem Karaton Surakarta membawa gunungan melintasi Alun-Alun Utara menuju Masjid Agung saat prosesi Garebeg Pasa, Minggu (22/3/2026) siang. (Foto: Tabooo.id/Dimas P)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar kembali Hajad Dalem Garebeg Pasa Tahun Dal 1959 untuk memperingati Idulfitri 1447 Hijriah, Minggu (22/3/2026) siang. Tradisi tahunan ini berlangsung meriah dan menarik ribuan warga yang memadati kawasan keraton hingga Masjid Agung.

Pengageng Parentah Karaton Surakarta, KGPH Adipati Panembahan Dipokusumo, memimpin langsung prosesi sakral ini. Kirab mulai bergerak sekitar pukul 10.00 WIB saat abdi dalem mengeluarkan dua gunungan dari dalam keraton.

Dari Karaton ke Masjid Agung, Gunungan Garebeg Pasa Jadi Rebutan Ratusan Warga
Ratusan warga berebut isi gunungan di depan Kamandungan Karaton Surakarta usai prosesi Garebeg Pasa, Minggu (22/3/2026) siang.

Barisan prajurit dan sentana dalem mengawal perjalanan menuju Masjid Agung. Di sepanjang rute, warga berjejal dan terus memadati sisi jalan. Mereka menyaksikan kirab sekaligus menunggu kesempatan mendapatkan bagian gunungan yang mereka yakini membawa berkah.

Dari Khidmat ke Rebutan: Momen Puncak Garebeg

Sesampainya di halaman Masjid Agung, suasana berubah menjadi khidmat. KRT KH Muhtarom memimpin doa bersama sebagai Penghulu Tafsir Anom, menandai inti prosesi spiritual.

Namun, suasana itu segera bergeser. Begitu doa selesai, ratusan warga langsung menyerbu gunungan. Susunan hasil bumi yang sebelumnya rapi seketika berubah menjadi pusat rebutan. Dalam hitungan menit, warga menghabiskan isi gunungan, mulai dari hasil bumi hingga jajanan pasar.

Bagi sebagian warga, momen ini bukan sekadar berebut. Mereka memaknainya sebagai ikhtiar untuk memperoleh berkah.

Filosofi Gunungan: Simbol Keseimbangan Hidup

Dua gunungan yang ikut dalam kirab menampilkan bentuk dan isi berbeda. Gunungan jaler memuat hasil bumi seperti kacang panjang, sedangkan gunungan estri menghadirkan rengginang dan makanan siap santap.

KGPH Adipati Panembahan Dipokusumo menyampaikan bahwa gunungan menyimpan filosofi mendalam tentang kehidupan. Ia menyebut tiga unsur utama, yakni pala kependem, pala kesampar, dan pala gumantung, yang menggambarkan perjalanan hidup manusia dari masa lalu, masa kini, hingga masa depan.

“Gunungan ini mencerminkan siklus kehidupan manusia yang harus dijaga keseimbangannya,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa gunungan jaler dan estri melambangkan harmoni. Filosofi Jawa memandang kehidupan sebagai pasangan yang saling melengkapi, seperti siang dan malam atau panas dan dingin.

Tradisi Spiritual Sekaligus Penggerak Ekonomi

Garebeg Pasa tidak hanya menjadi simbol rasa syukur setelah Ramadhan, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.

Ribuan pengunjung yang datang langsung meningkatkan aktivitas di kawasan keraton. Pedagang makanan, minuman, dan cendera mata melayani lonjakan pembeli sepanjang acara. Momentum ini membuka peluang bagi pelaku usaha kecil untuk meraih tambahan pendapatan.

Pedagang kaki lima dan pelaku ekonomi informal menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya. Mereka bergantung pada keramaian acara seperti ini untuk menjaga perputaran usaha.

RelatedPosts

Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran untuk Buka Selat Hormuz

Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi dalam Dua Gelombang

Antara Keyakinan, Tradisi, dan Realitas Zaman

Setiap tahun, warga selalu menghabiskan gunungan dalam waktu singkat. Tidak semua orang berhasil membawa pulang bagian, tetapi hal itu tidak menyurutkan antusiasme mereka untuk kembali hadir.

Di tengah arus modernisasi, masyarakat tetap menjaga Garebeg Pasa sebagai ruang pertemuan antara tradisi, spiritualitas, dan dinamika sosial.

KGPH Adipati Panembahan Dipokusumo mengajak generasi muda untuk terus merawat warisan budaya agar tidak hilang ditelan zaman.

Pada akhirnya, tradisi ini tidak sekadar menghadirkan seremoni tahunan. Ia mengingatkan bahwa di balik perebutan berkah, manusia tetap membutuhkan keseimbangan hidup sesuatu yang sering terabaikan justru di tengah hiruk-pikuk zaman. @dimas

Tags: 1447 H2026BudayaGarebeg PasagununganIdul FitriJawaJelajahKaraton SurakartalebaranLokalmasjid agungNusantaraPB XIVPesonaSurakartaTradisitradisi solowisata

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran untuk Buka Selat Hormuz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi dalam Dua Gelombang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelar Griya di Istana, Prabowo Satukan Elite Politik dalam Suasana Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Karaton ke Masjid Agung, Gunungan Garebeg Pasa Jadi Rebutan Ratusan Warga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.