Sabtu, Mei 16, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dalam 24 Jam, KPK Amankan Puluhan Orang lewat Tiga OTT

by dimas
Desember 19, 2025
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menutup pertengahan Desember dengan gerak cepat. Dalam waktu kurang dari 24 jam, lembaga antirasuah itu menggelar tiga operasi tangkap tangan (OTT) di tiga wilayah berbeda Banten-Jakarta, Kalimantan Selatan, dan Kabupaten Bekasi. Operasi beruntun sejak Rabu malam (17/12/2025) hingga hari Kamis (18/12/2025) langsung menyita perhatian publik.

KPK memang belum membuka seluruh detail perkara. Namun informasi yang terkonfirmasi sudah cukup menggambarkan skala operasi. Penyidik mengamankan puluhan orang, menyita uang ratusan juta rupiah, dan kembali menyasar lingkaran aparat penegak hukum. Publik pun kembali bertanya mengapa praktik korupsi terus berulang di ruang yang seharusnya steril dari suap?

Banten dan Jakarta: Uang Rp 900 Juta dan Aparat Hukum

Operasi pertama bermula dari Banten dan Jakarta. Tim KPK bergerak pada Rabu malam dan menangkap sembilan orang. Di antara mereka, satu orang berstatus aparat penegak hukum, dua orang berprofesi sebagai penasihat hukum, dan enam lainnya berasal dari pihak swasta.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa penyidik menyita uang tunai sebesar Rp 900 juta. Uang itu diduga berkaitan dengan pengurusan perkara. KPK kemudian berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung dan menyerahkan perkara tersebut ke institusi itu.

Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menegaskan langkah tersebut sebagai bentuk kolaborasi antarlembaga. Namun di mata publik, fakta bahwa aparat hukum kembali terjerat justru memunculkan ironi. Institusi yang bertugas menegakkan hukum kembali berdiri di sisi sebaliknya.

Ini Belum Selesai

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Kalimantan Selatan: OTT Menyentuh Lingkungan Kejaksaan

Belum selesai sorotan di Banten, KPK langsung bergerak ke Kalimantan Selatan. Pada Kamis siang, penyidik mengamankan enam orang dalam OTT di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Informasi dari lapangan menyebutkan operasi itu berlangsung di lingkungan Kejaksaan Negeri HSU.

Pihak kepolisian setempat membenarkan KPK meminjam ruangan untuk pemeriksaan. Hingga kini, KPK belum merinci konstruksi perkara. Meski begitu, lokasi operasi sudah cukup berbicara. Ketika OTT kembali terjadi di lingkungan kejaksaan, publik kembali merasakan pukulan terhadap kepercayaan hukum.

Bagi masyarakat daerah, situasi ini memunculkan dua perasaan sekaligus. Di satu sisi, KPK menunjukkan keberanian. Di sisi lain, masyarakat kembali melihat rapuhnya integritas aparat di tingkat lokal.

Bekasi: OTT dengan Jumlah Terbanyak

Sementara itu, Kabupaten Bekasi menjadi lokasi OTT ketiga. Hingga Kamis malam, KPK mengamankan sekitar 10 orang. Jumlah tersebut menjadikan OTT Bekasi sebagai yang terbesar dalam rangkaian operasi kali ini.

KPK belum mengungkap detail perkara. Namun Bekasi bukan wilayah asing dalam peta rawan korupsi. Perputaran proyek, perizinan, dan kepentingan bisnis besar kerap membuka celah transaksi gelap. Ketika OTT kembali terjadi, publik pun tidak sepenuhnya terkejut.

Riau: Penggeledahan Mengikuti Jejak Kasus Lama

Di luar OTT, KPK juga menggeledah kantor dan rumah dinas Bupati Indragiri Hulu (Inhu), Riau, Ade Agus Hartanto. Penyidik melakukan langkah ini pada Kamis (18/12/2025) sebagai bagian dari pengembangan kasus dugaan korupsi.

Ade menyebut pemeriksaan tersebut sebagai klarifikasi. Namun penggeledahan itu berkaitan erat dengan kasus Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid. Langkah KPK ini menandakan bahwa penyelidikan tidak berhenti pada satu titik, melainkan merambat ke jejaring kekuasaan daerah.

Dampak ke Publik: Harapan dan Kepercayaan yang Tergerus

Rangkaian OTT ini memberi harapan bagi masyarakat yang mendambakan penegakan hukum tegas. Setiap penangkapan menunjukkan bahwa KPK masih bergerak dan masih berani menyentuh wilayah sensitif. Namun operasi ini juga membawa dampak sebaliknya.

Kepercayaan publik kembali tergerus ketika aparat penegak hukum terus muncul dalam daftar yang diamankan. Korupsi tak lagi sekadar soal individu, melainkan soal sistem yang terus membuka ruang kompromi.

Tiga OTT dalam 24 jam membuktikan KPK belum kehilangan taring. Namun publik juga pantas bertanya dengan nada sinis jika operasi sebesar ini terus berulang, apakah korupsi sedang diberantas, atau justru sudah menjadi rutinitas tahunan yang selalu datang menjelang akhir tahun? @dimas

Tags: Anti KorupsiBerita NasionalKorupsi di IndonesiaKPKottPenegakan Hukum

Kamu Melewatkan Ini

Drama Madiun Belum Tuntas: Giliran Bagus Panuntun Diperiksa KPK

Drama Madiun Belum Tuntas: Giliran Bagus Panuntun Diperiksa KPK

by Tabooo
Mei 11, 2026

Bagus Panuntun diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan pemerasan yang menyeret Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi. Dari luar, ini...

Konsep Otomatis

Pemerintah Madiun dalam Sorotan KPK: Ketika Sistem Terlalu Lama Dibiarkan

by jeje
Mei 11, 2026

Di Kota Madiun, cerita itu seperti membuka bab baru dari buku lama. Sebab, kasus yang kini menyeret sejumlah nama di...

Polri Pasca-Reformasi: Antara Institusi Sipil dan Bayang-Bayang Kekuasaan

Polri Pasca-Reformasi: Antara Institusi Sipil dan Bayang-Bayang Kekuasaan

by dimas
Mei 10, 2026

Polri pasca reformasi 1998 berdiri sebagai simbol perubahan besar dari institusi bercorak militeristik menuju kepolisian sipil yang diharapkan lebih profesional,...

Next Post
Check! Vonis 30 Tahun Roy Suryo Ternyata Karangan Thumbnail

Check! Vonis 30 Tahun Roy Suryo Ternyata Karangan Thumbnail

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

Mei 15, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id