Kamis, Juni 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Check: Isu Transfer Dana MBG ke Orang Tua Ternyata Tak Benar

by eko
Februari 24, 2026
in Check
A A
Home Check
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Check – Media sosial kembali ramai dengan unggahan yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan penyaluran dana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) lewat transfer langsung ke rekening orang tua murid. Unggahan itu bahkan merinci angka yang terdengar meyakinkan: Rp15 ribu per hari atau Rp300 ribu per bulan per anak. Penulis narasi mengklaim cara ini memberi kebebasan bagi orang tua untuk mengatur gizi anak sekaligus memangkas birokrasi katering.

Sekilas memang terdengar masuk akal. Siapa yang tidak tergoda kalau mendapat uang tunai?

Pemerintah Tegaskan Bukan Bantuan Tunai

Klaim tersebut tidak memiliki dasar resmi. Tidak ada pernyataan pemerintah yang mendukung narasi transfer uang MBG ke orang tua. Justru sebaliknya, Kementerian Keuangan Republik Indonesia menegaskan bahwa isu perubahan program MBG menjadi bantuan tunai merupakan disinformasi.

Penjelasan serupa datang dari Badan Gizi Nasional. Lembaga ini merancang program MBG dalam bentuk pemberian makanan langsung kepada penerima manfaat, bukan uang. Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Tigor Pangaribuan, yang dikutip ANTARA, menjelaskan bahwa pemerintah ingin memastikan anak-anak benar-benar menerima makanan bergizi. Selain itu, skema program juga bertujuan menggerakkan ekonomi lokal dengan melibatkan petani, peternak, dan nelayan sebagai pemasok bahan pangan.

Artinya, konsep program ini bukan sekadar membagikan uang, tetapi membangun ekosistem pangan.

Ini Belum Selesai

Malam Satu Suro: Horor atau Sekadar Mitos?

Benarkah Genjer-Genjer adalah Lagu PKI? Cek Faktanya


Logis tapi Menyesatkan

Hoaks ini terlihat meyakinkan karena beberapa alasan. Pertama, narasinya terasa logis. Banyak orang percaya orang tua pasti lebih memahami kebutuhan anak. Kedua, angka rinci membuat klaim tampak kredibel, padahal penyebar hoaks sering memakai detail angka untuk menciptakan kesan resmi. Ketiga, pencatutan nama pejabat membuat pembaca langsung menurunkan kewaspadaan.

Padahal prinsip sederhana berlaku: jika kebijakan negara benar ada, informasi itu pasti muncul di sumber resmi, bukan hanya di Facebook dengan huruf tebal dan tanda seru berlebihan.

Jangan Mudah Tergoda Narasi Manis

Kesimpulannya jelas. Klaim bahwa dana MBG Rp300 ribu per bulan akan masuk ke rekening orang tua siswa tidak benar. Program tersebut tetap berbasis pemberian makanan langsung, bukan bantuan uang tunai.

Di era informasi sekarang, jempol memang lebih cepat daripada logika. Tantangannya adalah menahan diri beberapa detik untuk mengecek kebenaran.

Sebelum share, cek dulu biar gak ikut dosa digital.@eko

Tags: Anti HoaksHoaksKlaimMBGPurbaya Yudhi Sadewa

Kamu Melewatkan Ini

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

by Tabooo
Juni 18, 2026

Hoaks tidak hanya menyebarkan informasi palsu. Ia menyerang cara berpikir, memanfaatkan emosi, identitas, dan algoritma yang terus mengulang hal serupa....

Ekonomi Tumbuh, Publik Tetap Gelisah: Data Negara vs Realita TikTok

Ekonomi Tumbuh, Publik Tetap Gelisah: Data Negara vs Realita TikTok

by dimas
Mei 22, 2026

Data ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen, tetapi publik tetap merasa hidup semakin berat. Purbaya menilai media sosial ikut membentuk keresahan...

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

by eko
Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak mulai jadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto mempersilakan anak dari keluarga mampu untuk tidak mengambil program makan...

Next Post
Kupang Lontong Sidoarjo: Bukti Kuliner Sederhana Bisa Jadi Legenda

Kupang Lontong Sidoarjo: Bukti Kuliner Sederhana Bisa Jadi Legenda

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id