Tabooo.id: Teknologi – Pernah nggak sih kamu lagi santai, tiba-tiba HP bunyi “Selamat! Anda memenangkan undian” padahal nggak pernah ikut apa-apa? Atau SMS OTP masuk beruntun pas kamu lagi nggak login apa pun. Di titik ini, banyak dari kita cuma bisa mikir, “Ini orang-orang nggak capek ya nipu?” Plot twist-nya mereka justru makin serius. Bahkan, spam dan scam sekarang sudah naik level jadi industri kejahatan digital.
Dalam enam bulan terakhir, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mengklaim berhasil mencegah 2 miliar ancaman spam dan scam. Angka yang bukan cuma bikin kaget, tapi juga bikin mikir ulang soal betapa rawannya hidup digital kita. Kalau lolos, potensi kerugiannya diperkirakan mencapai US$500 juta atau sekitar Rp8,44 triliun. Uang segitu bukan cuma bisa bikin kaya mendadak, tapi juga cukup buat bikin ribuan orang jatuh miskin mendadak.
Spam dan Scam: Bukan Lagi Masalah Sepele
Kalau dulu penipuan digital terasa seperti kejadian langka, sekarang justru jadi pengalaman kolektif. Data dari Global Anti-Scam Alliance (GASA) lewat laporan State of Scams in Indonesia 2025 menyebut hampir dua pertiga masyarakat Indonesia pernah menghadapi upaya penipuan, dan lebih dari sepertiganya benar-benar jadi korban dalam setahun terakhir. Rata-rata? Setiap korban bisa kena hingga 2,2 kali.
Angka ini sejalan dengan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sejak Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) berdiri pada November 2024 hingga Januari 2026, total laporan kerugian akibat penipuan tembus Rp9,1 triliun. Jadi, kalau kamu merasa spam dan scam makin sering muncul, itu bukan perasaan doang. Ini realita.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, bahkan menyebut spam dan scam sudah menjelma jadi industri kejahatan siber. Ada pola, ada sistem, dan ada target yang jelas. Biasanya mereka muncul di momen-momen rawan jelang hari raya, musim belanja online, sampai masa pencairan bansos. Saat orang lengah, di situlah mereka masuk.
AI yang Dipakai Buat Hal Serius
Menariknya, di tengah hype AI yang sering dipakai buat bikin foto ala anime atau video joget absurd, Indosat memilih jalur yang lebih “dewasa”. CEO IOH, Vikram Sinha, menegaskan AI seharusnya menyelesaikan masalah nyata, bukan sekadar jadi mainan. Lewat platform Wisely AI dari Tanla, Indosat memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mendeteksi dan memblokir ancaman sejak awal.
Modus yang paling sering muncul masih klasik tapi efektif OTP palsu, phishing, dan undian bodong, lewat SMS dan panggilan suara. Bedanya, sekarang sistem AI bisa membaca pola, mengenali anomali, dan memberi peringatan sebelum kamu sempat kepancing.
Fitur-fitur barunya pun terasa relevan dengan kebiasaan kita:
- Auto blokir SMS penipuan
- Deteksi panggilan berisiko berbasis VoIP
- Pop-up notifikasi sesuai tingkat risiko panggilan
- Ringkasan aktivitas mencurigakan di aplikasi
- Integrasi perlindungan Plus+ di myIM3 dan bima+
Bukan cuma soal memblokir, tapi juga soal bikin pengguna lebih sadar. Dalam enam bulan, lebih dari 2,5 juta orang mengaktifkan fitur perlindungan ini dan mencatatkan 124.000 nomor penipu. Artinya, perlindungan digital sekarang mulai jadi gerakan bareng, bukan tugas satu pihak saja.
Kenapa Ini Penting Buat Gaya Hidup Kita?
Buat Gen Z dan milenial, hidup online bukan lagi pilihan. Kita kerja, belanja, bayar tagihan, bahkan bangun relasi lewat layar. Saat spam dan scam merajalela, yang terancam bukan cuma uang, tapi juga rasa aman dan kepercayaan. UMKM bisa rugi besar, lansia bisa kehilangan tabungan, dan data pribadi bisa disalahgunakan tanpa sadar.
Secara psikologis, ancaman terus-menerus ini bikin kita lelah. Setiap notifikasi jadi mencurigakan. Setiap telepon asing bikin deg-degan. Di titik ini, teknologi seperti AI bukan cuma alat teknis, tapi juga penjaga ketenangan mental. Kita butuh sistem yang bekerja di belakang layar, supaya otak kita nggak terus siaga 24 jam.
Jadi, Apa Dampaknya Buat Kamu?
Mungkin kamu bukan target utama scam besar-besaran. Tapi di dunia digital, semua orang berpotensi jadi korban. Kehadiran AI yang dipakai secara serius, seperti yang dilakukan Indosat, memberi sinyal penting keamanan digital harus jadi bagian dari gaya hidup modern, sama pentingnya dengan password kuat atau verifikasi dua langkah.
Pertanyaannya sekarang kamu mau terus mengandalkan kewaspadaan sendiri, atau mulai percaya pada sistem yang dirancang buat melindungi kamu? Karena di era ini, hidup tenang bukan soal menjauh dari teknologi, tapi soal memakai teknologi yang tepat. @teguh




