Jumat, September 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Bus Sugeng Rahayu Hantam Jembatan Jurug, Pemudik Alami Detik Mencekam

by dimas
Maret 19, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Perjalanan mudik yang seharusnya penuh harap berubah menjadi kepanikan. Bus Sugeng Rahayu yang mengangkut pemudik dari Surabaya menuju Solo mengalami kecelakaan di Jembatan Jurug, perbatasan Solo–Karanganyar, Kamis (19/3/2026) dini hari.

Salah satu penumpang, Anang (50), mengaku sudah merasakan kejanggalan sejak awal keberangkatan. Ia naik bus sekitar pukul 07.15 WIB dari garasi, setelah menunggu cukup lama akibat armada yang dijanjikan tak kunjung tersedia.

“Awalnya dibilang ada bus, tapi rusak. Saya sempat tanya ke petugas, ternyata memang tidak ada. Lalu ada bus jurusan Solo yang seperti dipaksakan berangkat,” ujarnya.

Perjalanan Tak Nyaman Sejak Awal

Kecurigaan Anang terus menguat selama perjalanan. Ia melihat sopir mengemudi dengan emosi dan gaya agresif. Sopir kerap menyalip kendaraan lain tanpa perhitungan matang.

Situasi di dalam bus pun terasa tegang. Beberapa kali bus nyaris menyenggol kendaraan lain. Penumpang mulai gelisah, tetapi perjalanan terus berlanjut tanpa jeda berarti.

Ini Belum Selesai

Pemerintah Tarik 25 Merek Beras Fortifikasi, Ada Apa?

Bakar Sampah Berujung Kebakaran Kabel PT Sangsaka di Bantul

Bagi pemudik, kondisi seperti ini bukan sekadar ketidaknyamanan—melainkan ancaman nyata di tengah perjalanan jauh.

Manuver Fatal di Jembatan Jurug

Puncak kejadian terjadi saat bus melaju kencang memasuki kawasan Jembatan Jurug. Sopir menghadapi situasi sempit dengan kendaraan di kedua sisi.

Di kanan terdapat mobil, sementara di kiri ada sepeda motor. Sopir mencoba menghindar, tetapi ruang gerak yang terbatas membuatnya mengambil keputusan cepat.

“Di kanan ada mobil, di kiri ada motor. Mau ambil kiri takut nabrak, akhirnya banting ke kanan,” kata Anang.

Keputusan itu berujung fatal. Bus kehilangan kendali dan langsung menghantam tiang jembatan dengan keras.

Penumpang Terlempar, Korban Berjatuhan

Benturan keras langsung memicu kepanikan di dalam bus. Beberapa penumpang terlempar dari kursinya. Anang yang duduk di bagian depan berusaha menyelamatkan diri di tengah kekacauan.

Ia melihat seorang penumpang lanjut usia terlempar keluar hingga jatuh di trotoar. Ia juga menyaksikan pengendara sepeda motor diduga terserempet bagian belakang bus.

Informasi sementara menyebut sedikitnya empat orang mengalami luka, termasuk sopir, penumpang, dan pengendara motor.

“Saat itu saya tidak mikir yang lain, saya hanya mikir keselamatan saya sendiri,” ujarnya.

Pemudik Jadi Pihak Paling Rentan

Insiden ini kembali menyoroti risiko perjalanan mudik, terutama bagi penumpang transportasi darat. Pemudik seperti Anang menjadi pihak paling rentan ketika keselamatan bergantung pada kondisi armada dan profesionalitas pengemudi.

Di tengah lonjakan mobilitas menjelang Lebaran, pengawasan terhadap operator transportasi menjadi krusial. Kelalaian kecil bisa berubah menjadi bencana dalam hitungan detik.

Perjalanan pulang kampung seharusnya membawa rindu, bukan trauma. Namun ketika keselamatan kalah oleh kelalaian, mudik tak lagi sekadar perjalanan melainkan taruhan yang tak semua orang siap menanggung risikonya. @dimas

Tags: 2026AmanbusJembatanKaranganyarKecelakaanKeselamatanLalu LintasMudikPemudikSoloSopir

Kamu Melewatkan Ini

Parkir Digital Masuk Solo, Pengawasan Jangan Ketinggalan

Parkir Digital Masuk Solo, Pengawasan Jangan Ketinggalan

by teguh
September 17, 2026

Pemkot Surakarta menyiapkan peluncuran Transformasi Parkir digital untuk Kota Surakarta pada Jumat, 18/09/2026. Kantor Dinas Perhubungan Kota Surakarta menjadi lokasi...

Sriwedari Memanas, Rencana Sekber Ahli Waris Tertahan

Sriwedari Memanas, Rencana Sekber Ahli Waris Tertahan

by eko
September 17, 2026

Rencana Sekber ahli waris di Sriwedari Solo tertahan setelah muncul poster penolakan dan pesan “Save Sriwedari”. Tabooo.id: Surakarta - Suasana...

GPM Tirtonadi Bukan Cuma Murah, UMKM Ikut Bergerak

GPM Tirtonadi Bukan Cuma Murah, UMKM Ikut Bergerak

by eko
September 17, 2026

Gerakan Pangan Murah Tirtonadi hadirkan pangan terjangkau dan ruang UMKM. Terminal juga siapkan pasar tumpah Minggu pagi. Tabooo.id: Surakarta -...

Next Post
Nyepi: Saat Dunia Berhenti dan Manusia Mulai Mendengar Diri Sendiri

Nyepi: Saat Dunia Berhenti dan Manusia Mulai Mendengar Diri Sendiri

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id