Selasa, April 28, 2026
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
tabooo.id

Bupati Kaya, Rakyat Sengsara: Pola Lama yang Tak Pernah Mati

by Naysa
April 27, 2026
in Deep
A A
Home Deep
Share on FacebookShare on Twitter
Gaya hidup mewah pejabat di tengah rakyat yang kesulitan sering terasa seperti ironi modern. Namun, ini bukan cerita baru. Sejak era kolonial, pola yang sama terus muncul, bahkan elite menikmati kekayaan, sementara rakyat menanggung beban.

Tabooo.id: Deep – Pada awal abad ke-19, Cianjur menjelma menjadi salah satu wilayah paling makmur di Pulau Jawa. Tanahnya subur, hasil perkebunannya melimpah, dan kopi mendorong roda ekonomi dengan sangat kuat.

Bahkan, produksi kopi di wilayah Priangan mencapai angka luar biasa. Pada 1806, Cianjur menghasilkan sekitar 1,5 juta satuan kopi. Angka ini menunjukkan betapa besarnya peran wilayah tersebut dalam ekonomi kolonial.

Akibatnya, kekayaan mulai terkonsentrasi pada elite lokal. Para bupati naik kelas menjadi simbol status dan kekuasaan. Mereka tidak hanya menerima gaji, tetapi juga mengumpulkan pemasukan dari pajak dan praktik feodal yang mengakar.

Namun, kemakmuran itu tidak lahir dari sistem yang adil.

Tanam Paksa: Mesin Kekayaan yang Menekan Rakyat

Di balik angka produksi yang tinggi, sistem tanam paksa bekerja tanpa kompromi. Pemerintah kolonial memaksa petani menanam kopi demi kepentingan mereka.

Ini Belum Selesai

Kabinet Sering Dirombak, Stabilitas atau Justru Tanda Sistem Masih Goyang?

Dari Sarekat Islam ke Partai Buruh: Evolusi Gerakan Kelas di Indonesia

Para petani harus menyerahkan tenaga, waktu, bahkan hidup mereka. Mereka tidak punya ruang untuk menolak.

Sementara itu, hasil panen tidak kembali ke rakyat. Kopi mengalir ke kas kolonial, lalu memperkaya elite lokal.

Akibatnya, jurang ketimpangan semakin dalam.

Kemewahan yang Dibayar Banyak Orang

Di tengah situasi itu, gaya hidup elite justru semakin mencolok.

Bupati Cianjur kerap berkeliling menggunakan kereta berlapis emas. Ia menikmati kemewahan yang lahir dari sistem yang menekan rakyatnya sendiri.

Lebih jauh lagi, setiap perjalanan sang bupati membawa konsekuensi besar. Rombongan besar yang ia bawa harus ditanggung oleh daerah yang disinggahi.

Akibatnya, ratusan orang harus diberi makan. Kuda-kuda mereka juga harus dirawat.

Satu perjalanan, banyak yang menanggung.

Kekuasaan Sebagai Panggung

Fenomena ini tidak muncul tanpa sebab. Pada masa itu, kekuasaan menuntut pertunjukan.

Kabupaten berfungsi seperti panggung.
Sementara itu, bupati menjadi aktor utama.

Ia harus terlihat besar, berkuasa, dan kaya.

Karena itu, kemewahan bukan sekadar gaya hidup. Ia berubah menjadi simbol legitimasi kekuasaan.

Namun, “penonton” dalam pertunjukan itu adalah rakyat sendiri, yang justru membayar semuanya.

Ini Bukan Cerita Lama

Kalau cerita ini terasa familiar, itu bukan kebetulan.

Sejarah menunjukkan satu hal yang konsisten. Kekuasaan sering berjalan berdampingan dengan kemewahan elite. Di sisi lain, rakyat tetap menanggung beban.

Dengan kata lain, ini bukan sekadar cerita masa lalu. Ini pola yang terus berulang.

Bedanya hanya satu: hari ini, panggungnya lebih modern.

Namun, perannya masih sama.


Tags: ekonomi kolonialelite lokalFeodalismeketimpangan sosialKolonialismekritik sosialPejabattanam paksa

Kamu Melewatkan Ini

Dulu Pakai Keris, Sekarang Pakai Jabatan

Dulu Pakai Keris, Sekarang Pakai Jabatan

by teguh
April 27, 2026

Dulu orang datang membawa keris, pasukan, dan cap kerajaan. Kini banyak orang cukup membawa jabatan, akses, dan ego. Wajahnya berubah,...

MBG di Mata Max Weber: Siapa Untung, Siapa Rugi, Program Ini Masih Layak Jalan?

MBG di Mata Max Weber: Siapa Untung, Siapa Rugi, Program Ini Masih Layak Jalan?

by teguh
April 26, 2026

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) datang membawa janji besar anak kenyang, stunting turun, dan ekonomi desa bergerak. Namun, dapur yang...

Tukang Parkir Itu Gangguan atau Penjaga yang Kita Abaikan?

Tukang Parkir Itu Gangguan atau Penjaga yang Kita Abaikan?

by eko
April 25, 2026

Kita sering bilang tukang parkir “cuma minta uang”. Tapi kalau suatu hari mereka berhenti jaga, kamu yakin masih nyaman ninggalin...

Next Post
Harga PS5 Terbaru 2026: Tembus Rp11 Juta

Harga PS5 Terbaru 2026: Tembus Rp11 Juta

Pilihan Tabooo

Dari Layar ke Realita: Film”Unseen, Unannounced” Bongkar Kejujuran yang Lama Disembunyikan

Dari Layar ke Realita: Screning Film “Unseen, Unannounced” Bongkar Kejujuran yang Lama Disembunyikan

April 22, 2026

Realita Hari Ini

Vote Buying Terancam Punah? KPK Dorong Larangan Uang Kartal di Pemilu

Vote Buying Terancam Punah? KPK Dorong Larangan Uang Kartal di Pemilu

April 27, 2026

47.000 Kejahatan, 468 Terdakwa: El Salvador Hajar MS-13

April 27, 2026

Prabowo Dikabarkan Rombak Kabinet Hari Ini, Siapa Kehilangan Kursi?

April 27, 2026

Kabinet Selalu Berubah: Prabowo Sedang Merapikan atau Mengacak Kekuasaan?

April 27, 2026
tabooo.id

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Stay in the Loop

  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id