Selasa, Juli 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

BRIN Tancap Gas ke Antariksa, Biak Didorong Jadi Basis Peluncuran Nasional

by teguh
Januari 6, 2026
in Nasional
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Indonesia kembali menengadah ke langit, namun kali ini dengan target konkret. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menegaskan pemerintah ingin mempercepat kemandirian teknologi antariksa. Karena itu, BRIN mendorong optimalisasi Bandar Antariksa Biak sebagai pusat peluncuran nasional.

Menurut Arif, Indonesia sebenarnya sudah punya modal dasar. Selama koordinasi lintas kementerian berjalan rapi, Indonesia bisa segera meluncurkan roket dan satelit secara mandiri. Dengan kata lain, masalah utama bukan pada mimpi, melainkan pada cara bekerja.

Tantangan Terbesar Ada di Tata Kelola

Di satu sisi, Indonesia memiliki peneliti, pengalaman riset, dan fasilitas awal. Namun di sisi lain, ego sektoral dan pembagian peran yang tumpang tindih sering memperlambat langkah.

Alih-alih bergerak cepat, lembaga-lembaga kerap saling menunggu. Akibatnya, program strategis tersendat sebelum benar-benar lepas landas.

“Karena itu, kita tidak boleh terjebak pada tumpang tindih kewenangan. Kita butuh sistem yang terintegrasi,” tegas Arif.

Ini Belum Selesai

Bentrokan Menteng: Tujuh Tersangka, Satu Nyawa Melayang

Publikasi Ilmiah Naik Tajam, Mengapa Mutu Riset Dipersoalkan?

Renduk Antariksa Perlu Dibongkar Ulang

Secara dokumen, arah pengembangan antariksa sudah tertuang dalam Rencana Induk Keantariksaan Nasional (Renduk) 2017–2040. Meski begitu, BRIN menilai sebagian target di dalamnya tak lagi relevan dengan dinamika global.

Perekayasa Ahli Utama Pusat Riset Teknologi Roket BRIN, Rika Andiarti, menilai evaluasi lima tahunan Renduk harus menghasilkan strategi yang lebih adaptif. Sebab, percepatan teknologi global menuntut Indonesia bergerak lincah, bukan sekadar patuh pada peta jalan lama.

Biak Disiapkan Jadi Simpul Strategis

Sementara itu, BRIN bersama kementerian terkait terus mematangkan kesiapan fasilitas pendukung peluncuran. Dalam proses ini, Bandar Antariksa Biak muncul sebagai prioritas utama.

Pemerintah tidak hanya memosisikan Biak sebagai lokasi peluncuran nasional. Lebih jauh, kawasan ini dirancang menjadi simpul kerja sama internasional. Jika rencana ini berjalan konsisten, kawasan timur Indonesia berpeluang merasakan efek berantai: investasi masuk, lapangan kerja tumbuh, dan transfer teknologi mengalir.

Antariksa Bukan Gengsi, Tapi Kebutuhan

BRIN menekankan satu hal penting pengembangan antariksa bukan soal prestise. Sebaliknya, ketergantungan pada satelit asing justru membuat Indonesia rapuh secara strategis dan boros secara ekonomi.

Di saat yang sama, kebutuhan nasional terhadap komunikasi, mitigasi bencana, dan pertahanan terus meningkat. Karena itu, kemandirian antariksa akan menguntungkan negara dan masyarakat luas. Sebaliknya, pihak yang paling dirugikan justru pola birokrasi lama yang lambat dan penuh kompromi.

Pada akhirnya, Indonesia berdiri di persimpangan yang jelas membenahi koordinasi lalu benar-benar meluncur ke orbit, atau terus sibuk rapat sambil menonton roket negara lain menembus langit lebih dulu. @teguh


Tags: AntariksaBirokrasibrinrisetsatelit

Kamu Melewatkan Ini

Ribuan ASN Jabar Terjerat Judi Online, Alarm bagi Birokrasi

Ribuan ASN Jabar Terjerat Judi Online, Alarm bagi Birokrasi

by dimas
Juli 16, 2026

Ribuan ASN Jawa Barat terjerat judi online dengan transaksi mencapai Rp14 miliar. Kasus ini menjadi alarm serius bagi integritas birokrasi...

Emas, Dolar Asing, dan Dugaan Pemerasan Bupati Sukoharjo

Emas, Dolar Asing, dan Dugaan Pemerasan Bupati Sukoharjo

by dimas
Juli 11, 2026

KPK menyita logam mulia dan uang miliaran rupiah dalam OTT Bupati Sukoharjo. Dugaan pemerasan membuka pertanyaan tentang pola korupsi di...

Ketika Netizen Lebih Gercep dari Institusi Negara

Ketika Netizen Lebih Gercep dari Institusi Negara

by Waras
Juni 2, 2026

Hari Pancasila tahun ini malah memunculkan pertanyaan yang agak ironis:kenapa netizen justru lebih cepat sadar soal kesalahan simbol negara dibanding...

Next Post
Bukan Sekadar Ikan: Tuna Rp 54 Miliar Jadi Simbol Gengsi Awal Tahun Jepang

Bukan Sekadar Ikan: Tuna Rp 54 Miliar Jadi Simbol Gengsi Awal Tahun Jepang

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id