Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

BRIN Alarm: Rupiah 2026 Berisiko Tembus Rp 17.000 per Dolar AS

by teguh
Desember 22, 2025
in Nasional
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali mengingatkan publik soal masa depan rupiah. Kali ini nadanya lebih tegas. BRIN memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat akan bergerak di kisaran Rp 16.678–17.098 pada 2026. Angka itu lebih lemah dibandingkan proyeksi sepanjang 2025.

Peneliti Pusat Riset Ekonomi Makro dan Keuangan BRIN, Pihri Buhaerah, menyampaikan proyeksi tersebut dalam forum Economic Outlook 2026. Ia menilai tekanan global belum memberi ruang bernapas bagi mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Geopolitik Global Menekan Rupiah

BRIN melihat konflik geopolitik global sebagai faktor utama pelemahan rupiah. Ketegangan internasional terus memicu gejolak pasar keuangan dan mendorong investor global bermain aman.

Saat investor menghindari risiko, mereka menarik dana dari pasar negara berkembang. Aksi itu langsung menekan nilai tukar. Rupiah pun ikut terseret arus volatilitas.

“Ketika konflik global meningkat, pasar bereaksi cepat. Investor melepas aset berisiko dan rupiah ikut terdampak,” ujar Pihri.

Ini Belum Selesai

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Utang Pemerintah Jadi Sorotan Investor

Selain faktor global, BRIN juga menyoroti rasio utang pemerintah terhadap PDB yang berpotensi mendekati 40 persen pada tahun depan. Pasar keuangan global mencermati angka ini dengan serius.

Saat rasio utang naik, investor cenderung bersikap lebih waspada. Mereka menilai risiko fiskal meningkat dan mulai mengalihkan modal ke aset yang dianggap lebih aman. Kondisi ini membuka peluang capital outflow dan menekan rupiah lebih dalam.

“Jika rasio utang mendekati 40 persen dan konflik global berlanjut, tekanan terhadap nilai tukar sulit dihindari,” tegas Pihri.

Siapa Diuntungkan, Siapa Terdampak?

Rupiah yang melemah tidak berdampak sama bagi semua pihak. Eksportir justru bisa tersenyum karena produk mereka menjadi lebih kompetitif di pasar global. Industri berorientasi ekspor berpeluang meningkatkan pendapatan.

Sebaliknya, importir dan konsumen harus bersiap. Harga barang impor berpotensi naik, mulai dari bahan baku industri hingga produk konsumsi. Jika tekanan ini berlanjut, masyarakat bisa merasakan efeknya di harga kebutuhan sehari-hari.

Proyeksi BI dan Pemerintah Lebih Optimistis

Di sisi lain, Bank Indonesia mematok proyeksi yang lebih optimistis. Gubernur BI Perry Warjiyo memperkirakan rata-rata kurs rupiah pada 2026 berada di kisaran Rp 16.430 per dolar AS. Angka itu menjadi dasar penyusunan Rencana Anggaran Tahunan BI 2026.

Pemerintah juga mengambil posisi moderat. Melalui UU APBN 2026, pemerintah menetapkan asumsi kurs di level Rp 16.500 per dolar AS, lebih tinggi dibandingkan asumsi 2025 yang berada di Rp 16.000.

Perbedaan proyeksi ini menunjukkan satu pesan penting ketidakpastian masih tinggi, dan tidak ada ruang untuk lengah.

Rupiah Butuh Lebih dari Sekadar Optimisme

Proyeksi BRIN berfungsi seperti sirene peringatan. Rupiah memang belum runtuh, tetapi tekanan jelas mengintai. Stabilitas nilai tukar kini bergantung pada disiplin fiskal, kebijakan moneter yang konsisten, dan kemampuan pemerintah membaca arah global.

Pertanyaannya sederhana tapi menohok saat rupiah kembali diuji, apakah kita sudah siap beradaptasi atau masih berharap pasar akan ramah dengan sendirinya?. @teguh

Tags: APBNBIbrinDollarFiskalGeopolitikInvestorPDBRupiah

Kamu Melewatkan Ini

Harga Pangan Global Naik Serempak, Perang dan El Nino Jadi Pemicu Utama

Perang Timur Tengah dan Bayangan Kelaparan Global yang Mulai Nyata

by dimas
Mei 9, 2026

Isunya tidak hanya tentang kenaikan harga pangan dan pupuk global, tetapi juga bagaimana perang, kebijakan energi, dan krisis iklim perlahan...

Pintar Itu Banyak. Etis? Kok Jadi Minoritas?

Pintar Itu Banyak. Etis? Kok Jadi Minoritas?

by teguh
Mei 4, 2026

Di dunia digital yang penuh kebocoran data, ransomware, dan hacker kriminal, kabar ini terasa agak “nggak biasa”.Sementara itu, seorang siswa...

Ditemukan NASA, Diapresiasi Negara: Kenapa Selalu Urutannya Begini?

Ditemukan NASA, Diapresiasi Negara: Kenapa Selalu Urutannya Begini?

by teguh
Mei 4, 2026

Di sebuah sekolah di Subang, seorang anak 14 tahun menerima hadiah tablet dari negara. Momen itu terasa sederhana hampir simbolik....

Next Post
Tarif KA Bandara Dipangkas, Libur Nataru Jadi Lebih Masuk Akal

Tarif KA Bandara Dipangkas, Libur Nataru Jadi Lebih Masuk Akal

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id