Jauh sebelum bank modern berkembang, Keraton Surakarta sudah memiliki Bondoloemakso. Lembaga ini menjadi bukti kemajuan ekonomi pada masa Paku Buwono X.
Tabooo.id – Jauh sebelum bank modern berkembang di Indonesia, Keraton Surakarta sudah membangun lembaga keuangan sendiri. Melalui Kantor Bondoloemakso, para abdi dalem dapat menabung, meminjam uang, dan memperoleh kredit untuk membeli rumah. Kehadiran lembaga itu membuktikan bahwa Keraton Solo tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga mendorong kemajuan ekonomi sejak awal abad ke-20.
Ketika Keraton Mengelola Perekonomian
Banyak orang mengenal Keraton Surakarta sebagai pusat budaya Jawa. Keraton ini melahirkan tari, gamelan, sastra, dan berbagai tradisi yang bertahan hingga sekarang.
Namun, sejarah keraton tidak berhenti pada urusan budaya. Keraton juga membangun sistem ekonomi yang terorganisasi untuk mendukung kehidupan para abdi dalem.
Salah satu buktinya hadir dalam sosok Kantor Bondoloemakso.
Bangunan bercat putih itu pernah menjadi pusat layanan keuangan bagi lingkungan Keraton Surakarta.
Tempat Menabung dan Membangun Masa Depan
Sejarawan Universitas Sebelas Maret (UNS), Susanto, menjelaskan bahwa Bondoloemakso berkembang pada masa pemerintahan Paku Buwono X sekitar tahun 1900.
Lembaga itu menjalankan fungsi yang hampir sama dengan bank masa kini.
Para abdi dalem datang untuk menabung, mengajukan pinjaman, dan memperoleh kredit guna membeli rumah atau memenuhi kebutuhan keluarga.
Sistem tersebut membantu mereka mengatur keuangan dengan lebih baik.
Pada masa itu, langkah seperti ini menunjukkan cara berpikir yang sangat maju.
Simbol Kemajuan Ekonomi Keraton
Paku Buwono X tidak hanya memperkuat kebudayaan. Ia juga membangun fondasi ekonomi yang mampu mengikuti perkembangan zaman.
Bondoloemakso lahir pada periode yang sama dengan Dana Pon milik Pura Mangkunegaran.
Saat itu, Kota Solo juga memiliki Volk Bank, Javasche Bank, dan Nederlandsche Handelsmaatschappij (NHM).
Keberadaan Bondoloemakso menunjukkan bahwa Keraton Surakarta mampu berdiri sejajar dengan lembaga keuangan lain yang berkembang pada awal abad ke-20.
Kemajuan itu memperlihatkan bahwa keraton tidak menutup diri terhadap perubahan.
Sebaliknya, keraton berusaha menghadirkan sistem yang memberi manfaat langsung bagi masyarakatnya.
Warisan Pemikiran Paku Buwono X
Banyak orang mengenang Paku Buwono X karena perannya dalam menjaga budaya Jawa.
Padahal, sang raja juga meninggalkan warisan penting di bidang ekonomi.
Ia memahami bahwa kesejahteraan masyarakat memerlukan sistem yang mampu memberi akses terhadap layanan keuangan.
Bondoloemakso menjadi salah satu wujud nyata dari pemikiran tersebut.
Lembaga itu membantu para abdi dalem mengelola masa depan melalui tabungan dan pembiayaan.
Sisi Lain Sejarah Keraton Solo
Ketika membahas sejarah Keraton Surakarta, orang sering mengingat pendapa, gamelan, batik, atau upacara adat.
Padahal, sejarah keraton juga menyimpan kisah tentang inovasi ekonomi.
Bondoloemakso membuktikan bahwa Keraton Surakarta tidak hanya merawat warisan budaya. Keraton juga membangun sistem yang mendukung kehidupan masyarakat di sekitarnya.
Kisah ini memperlihatkan bahwa kemajuan sebuah kerajaan lahir dari keseimbangan antara budaya, pendidikan, dan ekonomi.
Jejak yang Masih Layak Dikenang
Bondoloemakso bukan sekadar bangunan tua di Kota Solo.
Bangunan ini menjadi saksi lahirnya gagasan ekonomi modern di lingkungan Keraton Surakarta.
Melalui tempat ini, para abdi dalem belajar menata keuangan, merencanakan masa depan, dan membangun kehidupan yang lebih baik.
Warisan itu mengingatkan kita bahwa sejarah tidak selalu hadir dalam bentuk peperangan atau pergantian kekuasaan.
Kadang, sejarah justru hidup di sebuah ruang sederhana yang membantu banyak orang menjalani kehidupan dengan lebih bermartabat. @eko








