• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Sabtu, Maret 28, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Deep

Berkreasi Kini Kena Pajak?

Maret 28, 2026
in Deep
A A
Berkreasi Kini Kena Pajak?

Berkerasi Kini Kena Pajak? (Ilustrasi)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Deep – Dulu, internet terasa seperti ruang liar. Siapa pun bisa bikin konten, dapat uang, dan hidup tanpa banyak aturan. Namun, itu dulu.

Kini, negara mulai masuk. Bukan sekadar mengatur, tapi juga menghitung. Bahkan, sampai ke story Instagram dan flexing di TikTok.

Ketika Like dan Views Jadi Objek Pajak

Pemerintah Indonesia mulai serius membaca ekonomi kreatif sebagai ladang pajak baru. Mulai 2026, penghasilan dari YouTube, TikTok, Instagram, sampai X bukan lagi “uang sampingan”.

RelatedPosts

Kenapa Kota Makin Ramai, Tapi Manusia Makin Sepi?

Dimulai dari Pujian, Berakhir di Trauma

Artinya, semua dihitung. Semua dipantau.

Bukan hanya itu, bukan cuma AdSense atau endorsement. Afiliasi, free treatment, hingga bentuk “bayaran non-uang” ikut masuk radar.

Masalahnya, bukan di pajaknya. Melainkan, di cara negara melihat: dari data analitik hingga perilaku pamer kekayaan di media sosial.

Di titik ini, algoritma bukan cuma milik platform. Sebaliknya, negara ikut membaca.

Marketplace: UMKM Digital Tak Lagi “Kecil”

Lewat PMK 37/2025, pemerintah menetapkan pajak final 0,5% untuk pelaku jualan online.

Sekilas, angkanya kecil. Namun, maknanya besar.

UMKM digital yang dulu dianggap informal, kini resmi masuk sistem. Marketplace bukan lagi sekadar tempat jualan, tetapi juga pintu masuk pengawasan fiskal.

Ironisnya, banyak pelaku justru belum siap secara literasi pajak.

Mereka jualan cepat. Sementara itu, negara menghitung lebih cepat.

Kreator Mandiri: Bebas, Tapi Sendiri

Di balik label “freelancer” atau “content creator”, ada realitas yang sering diabaikan.

Mereka bebas. Namun di sisi lain, mereka juga sendiri.

Tanpa agensi, tanpa HR, tanpa sistem. Meski begitu, tetap wajib menghitung, menyetor, dan melaporkan pajak sendiri.

Self-assessment terdengar seperti kebebasan. Padahal, itu juga bentuk tanggung jawab penuh tanpa perlindungan.

Akibatnya, tidak semua kreator punya kapasitas untuk itu.

Negara, Data, dan Rasa Curiga

Yang menarik bukan cuma kebijakannya. Lebih dari itu, pendekatannya juga berubah.

Negara tidak lagi menunggu laporan. Sebaliknya, negara membaca perilaku.

Dari analytics, transaksi, sampai gaya hidup digital.

Misalnya, jika kamu terlihat “kaya” di media sosial tapi laporan pajakmu kecil, sistem akan bertanya.

Lalu, pertanyaannya: ini soal keadilan… atau soal kontrol?

Analisis: Keadilan atau Ketimpangan Baru?

Secara prinsip, pajak ini masuk akal.

Ekonomi digital harus setara dengan ekonomi konvensional. Artinya, tidak bisa yang offline bayar, sementara yang online bebas.

Namun demikian, realitasnya lebih kompleks.

Platform besar punya sistem. Brand besar punya tim pajak.

Di sisi lain, kreator kecil belajar sambil jalan.

Ketika itu terjadi, saat semua dipukul rata, yang kecil justru terasa paling berat.

Sikap Tabooo: Transparansi Itu Perlu, Tapi Empati Itu Wajib

Pajak bukan masalah.

Yang jadi masalah, ketika sistem lebih cepat berkembang daripada manusianya.

Negara boleh memungut. Namun, juga harus membimbing.

Karena pada akhirnya, di balik angka-angka itu, ada individu yang sedang belajar bertahan di ekonomi digital yang belum stabil.

Tabooo percaya, keadilan pajak bukan cuma soal menarik uang. Tetapi juga, soal memahami siapa yang ditarik.

Seperti dalam prinsip berpikir Tabooo, kejernihan harus datang sebelum keberpihakan. 

Closing: Dari Kreativitas ke Kewajiban

Era konten sudah berubah.

Dari sekadar ekspresi, jadi profesi.
Dari profesi, jadi objek pajak.

Jadi sekarang, pertanyaannya bukan lagi “bisa cuan dari konten?”

Melainkan: Seberapa siap kamu ketika negara ikut menghitung setiap rupiahnya? @jeje

Tags: InfluencerKonten KreatorKreatorpajakPajak Kreator

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Konsep Otomatis

    Kenapa Kota Makin Ramai, Tapi Manusia Makin Sepi?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kpop Melemah, BTS Datang Layaknya Superhero

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Capek Perang, Istirahat Sebentar: AS dan Iran Mau duduk bareng

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berkreasi Kini Kena Pajak?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PSSI Awards 2026: Kenapa Jay Idzes Justru Paling Layak?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.