Minggu, Agustus 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Berburu Minyak: Strategi atau Ketergantungan?

by Tabooo
Maret 27, 2026
in Deep
A A
Home Deep
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Deep – Instruksi Presiden Prabowo Subianto kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk “berburu minyak” ke berbagai negara mungkin terdengar seperti langkah cepat. Responsif. Bahkan strategis.

Tapi di balik itu, ada pertanyaan yang mungkin lebih jujur, kenapa negara sebesar Indonesia masih harus berburu? Karena di dunia yang makin tidak stabil, satu hal jadi jelas, yang tidak punya energi sendiri, akan selalu hidup dalam kecemasan.

Dunia Sedang Panas, Tapi Kita Ikut Panik?

Konflik di Timur Tengah bukan hal baru. Tapi setiap kali eskalasi terjadi, reaksi negara-negara seperti Indonesia hampir selalu sama, yaitu mencari alternatif impor. Masalahnya bukan pada reaksinya, melainkan pada pola yang terus berulang.

Setiap konflik global → pasokan terganggu → harga naik → pemerintah bergerak cepat → publik diminta tenang.

Siklus ini bukan strategi. Ini ketergantungan yang terus ditunda penyelesaiannya.

Ini Belum Selesai

81 Tahun Merdeka, Kenapa SDN 3 Kacamarga Masih Berdinding Papan?

Negara Menguasai Sumber Daya, Rakyat Dapat Apa?

Fakta yang Tidak Nyaman: Kita Belum Mandiri

Mari jujur.

  • Sekitar 50% kebutuhan bensin masih impor
  • Sekitar 70% LPG masih datang dari luar negeri

Artinya, sebagian besar energi yang kita gunakan setiap hari untuk masak, berkendara, bahkan bekerja, tidak sepenuhnya berada dalam kendali kita. Kalau jalur global terganggu, kita tidak punya banyak pilihan selain… menunggu. Atau berburu.

Selat Hormuz: Titik Kecil, Dampak Besar

Dua kapal Pertamina yang tertahan di kawasan Teluk Arab bukan sekadar berita teknis. Itu simbol bahwa energi global bergantung pada jalur-jalur sempit yang bisa berubah menjadi titik krisis kapan saja.

Selat Hormuz mungkin hanya garis kecil di peta. Tapi bagi negara yang masih impor energi, itu seperti urat nadi.

Kalau tersumbat, seluruh tubuh ikut terasa.

Diversifikasi: Solusi atau Sekadar Adaptasi?

Pemerintah kini mendorong diversifikasi sumber impor. Tidak hanya bergantung pada Timur Tengah. Secara strategi, ini langkah yang masuk akal, yakni mengurangi risiko dan menyebar ketergantungan. Tapi tetap saja, itu masih ketergantungan.

Mengganti satu sumber dengan banyak sumber tidak otomatis berarti mandiri. Itu hanya membuat risiko lebih tersebar, bukan hilang.

Pertanyaan yang Jarang Dibahas

Kita sering bicara soal harga BBM. Kita sering ribut soal subsidi. Tapi jarang sekali kita benar-benar bertanya:

  • Kenapa negara dengan sumber daya alam besar masih belum bisa mandiri energi?
  • Apa yang membuat ketergantungan ini bertahan puluhan tahun?
  • Siapa yang sebenarnya diuntungkan dari kondisi ini?

Karena mungkin jawabannya tidak sederhana. Dan mungkin juga… tidak nyaman.

Antisipasi atau Alarm?

Langkah Prabowo bisa dilihat sebagai bentuk kepemimpinan yang responsif. Ia tidak menunggu krisis datang, tapi bergerak lebih dulu. Tapi di saat yang sama, langkah ini juga membuka realita, bahwa Indonesia belum sepenuhnya siap menghadapi dunia yang tidak stabil.

Kita cepat dalam bereaksi. Tapi belum tentu cepat dalam bertransformasi.

Energi Bukan Sekadar Minyak

Energi adalah soal kedaulatan. Soal seberapa besar kontrol kita atas kehidupan sehari-hari.

Ketika energi masih bergantung pada luar, maka stabilitas kita juga ikut bergantung. Dan ketika dunia mulai tidak bisa diprediksi, ketergantungan berubah jadi risiko.

Jadi, Kita Sedang Berburu… atau Mengejar Ketertinggalan?

Instruksi “berburu minyak” bisa dibaca dua cara, yang pertama sebagai strategi adaptif di tengah krisis global atau kedua sebagai tanda bahwa kita belum selesai dengan masalah lama. Mungkin, jawabannya adalah keduanya, karena di balik setiap kebijakan energi selalu ada satu pertanyaan yang tidak pernah benar-benar hilang, Sebenarnya kita ingin aman atau benar-benar mandiri? @tabooo

Tags: Geopolitik Globalkonflik Timur Tengahkrisis energiminyak duniaSelat Hormuz

Kamu Melewatkan Ini

Solar Langka, Rantai Pasok Nasional Tersendat

Solar Langka, Rantai Pasok Nasional Tersendat

by dimas
Juli 19, 2026

Solar langka mengganggu rantai pasok nasional. Biaya logistik melonjak, distribusi barang melambat, dan harga kebutuhan masyarakat terancam naik akibat krisis...

B50: Mandiri Energi atau Memindahkan Krisis?

B50: Mandiri Energi atau Memindahkan Krisis?

by dimas
Juli 17, 2026

Mandatori B50 dijanjikan membawa kedaulatan energi, tetapi juga memunculkan risiko fiskal, pangan, dan lingkungan. Solusi atau sekadar memindahkan krisis? Tabooo.id...

Drama Awak Kapal Pertamina Di Tengah Perang Yang Tak Terlihat

Drama Awak Kapal Pertamina Di Tengah Perang Yang Tak Terlihat

by teguh
Juli 10, 2026

Bagi dunia internasional, Selat Hormuz mungkin hanya terlihat sebagai garis kecil di peta geopolitik. Namun, bagi awak kapal Pertamina indonesia...

Next Post
BBM Naik Kok Takut, itu BBM Atau Setan

BBM Mau Naik Gara-Gara Perang? Fakta atau Kita yang Keburu Panik

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id