Viral di Facebook, Presiden Prabowo Subianto disebut memerintahkan TNI dan Polri menangkap semua masyarakat Aceh. Benarkah? Berikut fakta hasil penelusuran.
Tabooo.id – Klaim tentang Presiden Prabowo Subianto yang disebut memerintahkan TNI dan Polri menangkap semua masyarakat Aceh beredar di media sosial. Unggahan itu muncul di Facebook pada 17 Agustus 2026 dan membawa narasi yang cukup mengejutkan.
Namun, hasil penelusuran menunjukkan klaim tersebut tidak benar. Dilansir dari berbagai laman yang valid terutama Cek Fakta Liputan6.com tidak menemukan informasi valid yang membuktikan Prabowo pernah mengeluarkan perintah seperti dalam unggahan itu.
Klaim yang Beredar di Media Sosial
Unggahan tersebut menampilkan foto Presiden Prabowo Subianto. Pembuat konten kemudian menulis narasi yang mengatasnamakan Presiden.
Narasi itu menyebut Prabowo akan memerintahkan jajaran Polri dan TNI untuk menangkap semua masyarakat Aceh setelah upacara kemerdekaan.
Pembuat unggahan mengaitkan narasi tersebut dengan dugaan tindakan menginjak simbol Garuda.
Klaim itu lalu beredar dan berpotensi membuat pembaca percaya bahwa Presiden benar-benar mengeluarkan perintah penangkapan terhadap seluruh masyarakat Aceh.
Tidak Ada Bukti Prabowo Mengeluarkan Perintah Itu
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim tersebut. Hasilnya, tim pemeriksa fakta tidak menemukan informasi valid tentang pernyataan Presiden Prabowo yang meminta TNI dan Polri menangkap semua masyarakat Aceh.
Dengan kata lain, tidak ada bukti kredibel yang mendukung narasi dalam unggahan tersebut.
Klaim itu juga muncul sebagai salah satu hoaks yang diperiksa pada 19 Agustus 2026. Tabooo.id darai berbagai sumber yang valid secara tegas menyimpulkan narasi tentang perintah penangkapan seluruh masyarakat Aceh sebagai hoaks.
Mengapa Narasi Ini Mudah Menyesatkan?
Pembuat konten memakai nama Presiden, TNI, dan Polri dalam satu narasi. Kombinasi itu membuat klaim tersebut terlihat seolah-olah berasal dari sumber resmi.
Padahal, unggahan media sosial tidak otomatis menjadi bukti.
Informasi sebesar perintah penangkapan terhadap masyarakat dalam jumlah besar tentu membutuhkan sumber yang jelas. Publik perlu menemukan pernyataan resmi, rekaman pidato yang utuh, atau dokumen dari lembaga berwenang sebelum mempercayainya.
Tanpa bukti tersebut, pembaca tidak memiliki dasar untuk menganggap narasi viral sebagai fakta.
Hoaks Sering Memakai Narasi yang Memancing Emosi
Narasi ini menggunakan kalimat ekstrem, yakni ancaman untuk menangkap “semua masyarakat Aceh.”
Kalimat seperti itu dapat memancing kemarahan, ketakutan, dan reaksi cepat di media sosial. Karena itu, pembaca perlu berhenti sejenak sebelum membagikan konten.
Periksa sumber pertama. Cari informasi dari media kredibel dan lembaga resmi. Selain itu, pastikan konteks foto, video, atau kutipan yang beredar tidak berubah.
Langkah sederhana itu dapat mencegah hoaks menyebar lebih luas.
Jadi, Benarkah Klaim Itu?
Tidak.
Presiden Prabowo Subianto tidak terbukti pernah memerintahkan TNI dan Polri untuk menangkap semua masyarakat Aceh. Hasil penelusuran Tabooo.id tidak menemukan informasi valid yang mendukung klaim tersebut.
Narasi yang beredar di media sosial itu merupakan hoaks.@eko








