Klaim nama vaksin mFLUSIVA Moderna berasal dari Dewa Siwa adalah hoaks. Tidak ada bukti yang mendukung narasi tersebut.
Tabooo.id – Media sosial kembali menyebarkan narasi yang mengaitkan vaksin dengan mitologi. Kali ini, sebuah unggahan mengklaim Moderna mengambil nama vaksin flu mFLUSIVA dari Siwa atau Shiva.
Narasi itu terdengar misterius. Namun, bukti tidak mendukung klaim tersebut.
Klaim: mFLUSIVA Berarti FLU-SIVA atau Shiva
Sebuah akun Facebook membagikan klaim tersebut pada 11 Agustus 2026.
Unggahan itu menyebut pemerintah Amerika Serikat telah menyetujui vaksin flu mRNA pertama di dunia. Moderna memberi nama vaksin itu mFLUSIVA.
Akun tersebut kemudian memecah nama itu menjadi “FLU-SIVA”. Narasi lalu menghubungkan kata “SIVA” dengan Shiva atau Siwa.
Unggahan itu juga mengaitkan klaim tersebut dengan patung Shiva di CERN dan sejumlah istilah dalam tradisi Yahudi.
Namun, rangkaian hubungan itu tidak membuktikan asal-usul nama vaksin.
Fakta: Tidak Ada Bukti Moderna Mengambil Nama Siwa
Tidak ada bukti kuat yang menunjukkan Moderna mengambil nama mFLUSIVA dari Dewa Siwa.
Penamaan vaksin itu merujuk pada teknologi dan penyakit yang menjadi targetnya. Huruf “m” merujuk pada teknologi mRNA, sedangkan kata “FLU” merujuk pada influenza.
Dengan kata lain, nama tersebut berkaitan dengan vaksin mRNA untuk melawan influenza.
Bukan dengan nama dewa.
Apa Itu Vaksin mFLUSIVA?
Moderna mengembangkan mFLUSIVA sebagai vaksin influenza berbasis teknologi messenger RNA atau mRNA.
FDA Amerika Serikat memberi izin penggunaan vaksin tersebut untuk imunisasi aktif. Vaksin ini membantu mencegah penyakit influenza yang berasal dari virus influenza tipe A dan B.
Vaksin mRNA bekerja dengan cara memberi instruksi kepada tubuh. Instruksi itu membantu tubuh mengenali target tertentu dan membangun respons kekebalan.
Teknologi yang sama juga berperan dalam sejumlah vaksin Covid-19.
Kemiripan Kata Bukan Bukti
Di sinilah masalah utama narasi viral tersebut.
Narasi itu memakai pola sederhana: mFLUSIVA → FLU-SIVA → Shiva. Setelah itu, unggahan tersebut membangun kesan bahwa nama vaksin memiliki hubungan dengan mitologi Hindu.
Padahal, kemiripan bunyi tidak membuktikan hubungan penamaan.
Dua kata bisa terdengar mirip tanpa memiliki asal, makna, atau sejarah yang sama.
Ini bukan sekadar salah membaca nama vaksin. Ini pola disinformasi yang mengubah kemiripan kata menjadi “bukti” untuk menciptakan narasi menakutkan.
Masalahnya, fakta tidak bekerja dengan cara cocoklogi.
Fakta membutuhkan sumber, dokumen, dan bukti yang bisa diperiksa.
Siwa Tidak Sesederhana “Dewa Penghancur”
Narasi viral itu juga menyederhanakan kedudukan Siwa dalam agama Hindu.
Sebagian orang mengenal Siwa melalui sebutan “Dewa Penghancur”. Namun, konsep tersebut tidak berarti Siwa sekadar menghancurkan segala sesuatu.
Dalam pemahaman Hindu, Siwa memiliki peran yang lebih kompleks dalam siklus perubahan, peleburan, dan pembaruan.
Namun, pembahasan tentang makna Siwa tidak mengubah fakta utama dalam klaim ini.
Tidak ada bukti bahwa Moderna mengambil nama mFLUSIVA dari Siwa atau Shiva.
Jadi, Apa Kesimpulannya?
Klaim bahwa Moderna menamai vaksin flu mFLUSIVA berdasarkan Siwa atau Shiva adalah HOAKS.
Tidak ada bukti kuat yang mendukung klaim tersebut. Nama mFLUSIVA berkaitan dengan teknologi mRNA dan influenza, bukan dengan nama dewa dalam agama Hindu.
Jadi, jangan langsung percaya hanya karena dua kata terdengar mirip.
Sebelum share, cek dulu. Jangan sampai cocoklogi terdengar lebih meyakinkan daripada fakta.@eko





