• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Minggu, Maret 22, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Nasional

Benang Kusut Pelimpahan Kasus Minyak Mentah antara Kejagung-KPK

November 22, 2025
in Nasional, News
A A
Benang Kusut Pelimpahan Kasus Minyak Mentah antara Kejagung-KPK

Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna memaparkan perkembangan kasus minyak mentah Petral di Gedung Puspenkum, Jakarta, Jumat (21/11/2025). (Foto: Fahmi Ramadhan/Tribunnews.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Jakarta kembali menjadi panggung drama hukum yang sulit ditebak ujungnya. Kejaksaan Agung menegaskan bahwa mereka masih menangani kasus dugaan korupsi minyak mentah dan produk kilang di Pertamina Energy Trading Limited (Petral)/PES periode 2008-2015. Tidak ada pelimpahan, tidak ada “tukar guling”, dan tidak ada cerita sebaliknya. Begitu tegas Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, saat ditemui di Gedung Kejagung, Jumat (21/11/2025).

“Belum ada pelimpahan sama sekali. Tidak ada istilah pertukaran atau tukar guling,” ujar Anang.
Pernyataan yang seketika menyalakan lampu merah sebab beberapa jam sebelumnya, KPK menyatakan hal yang berbeda.

Di sisi lain Jakarta, KPK melalui Wakil Ketua Fitroh Rohcahyanto justru menyebut telah ada pelimpahan informal. Bukan resmi, katanya, tapi sudah dibicarakan. Satu institusi menyebut belum pernah ada, yang satu lagi bilang prosesnya sudah berjalan pelan-pelan. Hasilnya? Publik yang sedang menonton hanya bisa mengernyitkan dahi siapa sebenarnya yang sedang memegang bola?

Dua Lembaga, Dua Versi, Satu Kebingungan Publik

Kisruh ini bermula dari pernyataan Ketua KPK, Setyo Budiyanto, yang mengungkap bahwa Kejagung telah melimpahkan penyidikan kasus minyak mentah ke lembaga antirasuah. Bersamaan dengan itu, KPK mengaku melimpahkan kasus Google Cloud ke Kejagung karena dianggap beririsan dengan kasus Chromebook yang sedang ditangani Korps Adhyaksa.

Dalam penjelasannya di Bogor, Setyo tampak yakin KPK menangani kasus minyak mentah, Kejagung menangani Google Cloud, dan itu hasil koordinasi. Namun, ketika Kejagung membantah keras, perdebatan ini berubah menjadi tontonan yang mengaburkan inti persoalan korupsi triliunan rupiah masih menggantung di udara, tertutup oleh kabut komunikasi dua institusi penegak hukum.

Masyarakat tidak diuntungkan oleh drama ini. Yang diuntungkan justru mereka yang berkepentingan agar kasus berjalan lambat, atau bahkan melempem. Dan setiap kali Kejagung dan KPK saling bersilang pernyataan, para pemain lama di balik layar punya lebih banyak ruang bernapas.

Kasus Tumpang Tindih: Petral, Chromebook, dan Google Cloud

Jika ditelusuri, akar masalahnya ada pada dua kasus besar yang saling beririsan.

Pertama, kasus dugaan korupsi di tubuh Pertamina.
Kejagung menyidik periode 2008-2015, sementara KPK memproses periode 2009-2015. Mereka menyasar ladang yang sama, hanya beda tahun dan beda modus. Kasus ini bukan barang baru KPK pernah masuk tahun 2019, memeriksa saksi-saksi, lalu berjalan pelan sampai akhirnya menerbitkan sprindik baru di November 2025. Di sisi lain, Kejagung sudah memeriksa 20 saksi dalam penyidikan versi mereka.

Kedua, dua kasus korupsi di Kemendikbudristek yang menyeret nama Nadiem Makarim.
Kejagung telah menetapkan mantan menteri itu sebagai tersangka dalam kasus Chromebook. Sementara KPK tengah menyelidiki pengadaan Google Cloud yang disebut terjadi pada periode yang sama dan melibatkan orang yang sama.

RelatedPosts

Jubir IRGC Tewas Diserang AS-Israel, Konflik Iran Kian Memanas

Lebaran 2026: Prabowo Undang Ribuan Warga ke Istana Kepresidenan

Koordinasi dua lembaga seharusnya membuat proses lebih cepat. Namun kenyataannya, koordinasi justru melahirkan dua versi cerita yang tidak sinkron. Siapa yang sebenarnya menangani apa masih kabur, sementara para tersangka potensial mungkin sedang memanfaatkan jeda ini untuk merapikan jejak.

Publik Hanya Melihat Institusi Bicara, Bukan Koruptor Ditangkap

Di dalam hiruk-pikuk saling klaim pelimpahan, hal yang paling hilang adalah kepastian. Kasus minyak mentah Petral sudah berusia lebih dari satu dekade, tetapi penyelesaiannya berjalan lambat bahkan dibandingkan kereta barang.

Kebingungan ini juga membuka peluang bagi oknum untuk bermain, karena tumpang tindih kasus berarti tumpang tindih kewenangan, dan tumpang tindih kewenangan berarti peluang “mengatur” proses hukum.

Siapa yang diuntungkan?
Mereka yang ingin kasus ini tidak pernah selesai.

Siapa yang dirugikan?
Masyarakat, negara, dan siapapun yang pernah berharap bahwa reformasi hukum bukan slogan kosong.

Akhirnya: Penegak Hukum Serius, Atau Hanya Serius Berdebat?

Kisruh Kejagung KPK ini mungkin terlihat teknis, tetapi dampaknya tidak main-main. Korupsi minyak mentah menyangkut triliunan rupiah. Kasus Chromebook dan Google Cloud menyangkut layanan pendidikan jutaan siswa. Setiap hari keterlambatan berarti kerugian publik yang terus menetes seperti minyak bocor yang tak pernah ditutup.

Kejagung bilang belum melimpahkan.
KPK bilang sudah bicara informal.
Publik bilang: “Jadi sebenarnya siapa yang kerja, siapa yang cuma bicara?”

Kalau dua lembaga penegak hukum saja masih sibuk menyamakan kalimat, bagaimana mau menyamakan keadilan? @dimas

Tags: Drama PelimpahanGoogle CloudHukum IndonesiaInvestigasi BermasalahKasus ChromebookKasus Minyak MentahKasus NadiemKejagungKorupsi PertaminaKorupsi RIkpkPenegakan HukumPetralPublik Bingung
Next Post
Tragedi Irene Sokoy: Potret Gelap Layanan Kesehatan Papua

Tragedi Irene Sokoy: Potret Gelap Layanan Kesehatan Papua

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Puncak Mudik 2026 Diprediksi 16 dan 18 Maret, Pemerintah Dorong WFA

    Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi dalam Dua Gelombang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelar Griya di Istana, Prabowo Satukan Elite Politik dalam Suasana Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Karaton ke Masjid Agung, Gunungan Garebeg Pasa Jadi Rebutan Ratusan Warga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Santai Banjar Legian Kulod: Dari Langkah Kecil ke Rasa Satu Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasar Seni Kuta: Ketika Keramaian Pelan-Pelan Belajar Bernapas Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.