Jumat, April 10, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Edge

Beli Gas Pakai Sidik Jari: Solusi atau Masalah Baru?

April 8, 2026
in Edge
A A
Beli Gas Pakai Sidik Jari: Solusi atau Masalah Baru?

Masyarakat mengantre panjang demi satu tabung LPG 3 kg kebutuhan sederhana yang kini terasa makin sulit dijangkau. (Foto istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Edge – Bayangin beli gas 3 kg bukan cuma bawa tabung kosong.
Kini, prosesnya bisa berubah harus scan sidik jari, bahkan retina mata.

Sekilas terlihat modern.
Namun, pertanyaannya sederhana kita sudah siap belum?

Solusi di atas kertas

Usulan datang dari Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah. Ia mendorong penggunaan sistem biometrik untuk pembelian LPG subsidi agar lebih tepat sasaran.

Dengan mekanisme ini, hanya orang yang terdaftar yang bisa membeli.
Artinya, celah “pinjam identitas” bisa ditekan.

Di sisi lain, praktisi migas Hadi Ismoyo menilai langkah ini layak diuji coba.
“Menurut saya, cukup efektif untuk diuji coba dalam koordinat tertentu. Makin cepat makin bagus,” ujarnya.

BacaJuga

Motor Listrik MBG? Katanya Program Gizi

Damai Versi Timur Tengah: Teken Dulu, Serang Lagi Besok

Secara teknologi, Indonesia dinilai mampu.
Namun demikian, kesiapan teknis bukan satu-satunya masalah.

Saat negara masuk ke tubuh

Lebih dari sekadar kebijakan energi, ini menyentuh wilayah yang lebih personal.
Identitas tubuh sidik jari dan retina mulai jadi “akses” kebutuhan dasar.

Di titik ini, muncul dilema baru.
Apakah sistemnya benar-benar siap, atau hanya terlihat siap di atas kertas?

Realita lapangan nggak sesimpel itu

Menurut ekonom Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, biometrik hanya berfungsi sebagai verifikasi identitas.
Sayangnya, fungsi itu tidak otomatis memperbaiki distribusi.

Akibatnya, jika rantai distribusi masih bermasalah, kebocoran tetap bisa terjadi.
Selain itu, tantangan infrastruktur juga tidak kecil.

Di banyak daerah, listrik belum stabil dan internet sering terputus.
Ketika satu alat bermasalah, antrean bisa langsung mengular.

Bahkan, jika server melambat, proses pembelian bisa tersendat total.

Dari solusi ke potensi masalah

Di satu sisi, tujuan kebijakan ini jelas: menutup celah subsidi.
Namun di sisi lain, risiko baru ikut muncul.

“Jika tidak ada prosedur cadangan yang cepat, ini bisa memicu friksi sosial,” kata Syafruddin.

Misalnya, saat sidik jari gagal terbaca, apakah warga tetap bisa membeli?
Lalu, ketika sistem error, apakah transaksi harus berhenti?

Belum lagi soal antrean panjang.
Siapa yang menanggung waktu dan biaya tambahan?

Yang kena, kamu juga

Dampaknya tidak berhenti di kebijakan.
Justru, efeknya langsung terasa di level paling dekat kehidupan sehari-hari.

Tanpa kesiapan matang, pembelian gas bisa jadi lebih lama.
Selain itu, biaya waktu ikut meningkat.

Pada akhirnya, akses yang seharusnya mudah justru terasa makin jauh.
Ironisnya, sistem yang dirancang membantu malah berpotensi menyulitkan.

Masalahnya bukan teknologi

Sebenarnya, ide ini tidak keliru.
Bahkan, dalam konteks tertentu, langkah ini memang diperlukan.

Namun, akar masalahnya bukan di teknologi.
Melainkan di fondasi sistem yang belum sepenuhnya rapi.

Selama distribusi masih bocor dan data belum solid, teknologi hanya jadi pelengkap mahal.
Alih-alih menyelesaikan masalah, ia bisa menutupinya sementara.

Dan, pola seperti ini bukan hal baru.

Ujungnya siapa yang repot?

Pada akhirnya, pertanyaan besarnya bukan soal bisa atau tidak.
Melainkan soal siap atau belum.

Jika sistem belum matang, dampaknya akan terasa lebih dulu di masyarakat kecil.
Mereka yang hanya ingin membeli satu tabung gas tanpa hambatan.

Jadi, ketika teknologi diterapkan terlalu cepat, satu hal perlu diingat yang paling dulu merasakan bukan sistem tapi manusia. @dimas

Tags: 3 KgAntreanBiometrikDistribusiEkonomiEnergierrorGasIndonesiaKebijakanKrisisLPGPublikrakyatRealitaSidik JariSistemSubsidiTeknologiTepat Sasaran

REKOMENDASI TABOOO

Indonesia Mau Stop Impor BBM? Ambisi Energi atau Realita yang Belum Siap

Indonesia Mau Stop Impor BBM? Ambisi Energi atau Realita yang Belum Siap

by dimas
April 10, 2026

Tabooo.id: Nasional - Bayangkan Indonesia tidak lagi bergantung pada impor BBM. Kedengarannya seperti mimpi lama yang akhirnya jadi nyata. Tapi...

Damai di Meja, Perang di Lapangan: Israel Abaikan Kesepakatan AS-Iran

Damai di Meja, Perang di Lapangan: Israel Abaikan Kesepakatan AS-Iran

by dimas
April 10, 2026

Tabooo.id: Deep - Konflik Timur Tengah kembali menunjukkan wajah paradoks. Di satu sisi, Donald Trump mengklaim peluang damai dengan Iran...

WFH ASN Dimulai: Kebijakan Hemat BBM atau Sekadar Narasi Efisiensi?

WFH ASN Dimulai: Kebijakan Hemat BBM atau Sekadar Narasi Efisiensi?

by dimas
April 10, 2026

Tabooo.id: Nasional - Kerja dari rumah kini bukan lagi sekadar pilihan. Pemerintah mendorongnya jadi kebijakan nasional.Di balik keputusan ini, tekanan...

Next Post
Film Pertama Indonesia, Tapi Kita Lupa Sejarahnya?

Film Pertama Indonesia, Tapi Kita Lupa Sejarahnya?

Recommended

Vasektomi Bukan Kebiri: Kenapa Tubuh Pria Justru Tetap Normal?

Vasektomi Bukan Kebiri: Kenapa Tubuh Pria Justru Tetap Normal?

April 8, 2026
Ledakan Pabrik: PT GWS Janji Tanggung Jawab, Tapi Seberapa Aman Warga?

Ledakan Pabrik: PT GWS Janji Tanggung Jawab, Tapi Seberapa Aman Warga?

April 7, 2026

Popular

Penggeledahan Berlanjut: Kasus Maidi Mulai Seret Lingkar Dalam

Penggeledahan Berlanjut: Kasus Maidi Mulai Seret Lingkar Dalam

April 9, 2026

Siapa Ibu Sebenarnya? Teror Psikologis di Balik Legenda Malin Kundang

April 2, 2026

Madilog: Kenapa Logika Jadi Hal Paling Ditakuti?

April 9, 2026

Kenapa Damai di Timur Tengah Selalu Rapuh?

April 9, 2026

Benarkah Gencatan Iran-Israel Sudah Gagal Total? Ini Faktanya

April 9, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.