Tabooo: Sports – Bayan Peduli terus menyalakan api semangat inklusivitas di dunia olahraga Indonesia. Sejak 2022, program tanggung jawab sosial (CSR) dari PT Bayan Resources Tbk ini menjadi mitra strategis National Paralympic Committee (NPC) Indonesia. Program ini menghadirkan dukungan nyata bagi atlet disabilitas yang berjuang di panggung nasional hingga internasional.
Dari Solo ke Paris: Jejak Konsistensi Dukungan
Langkah ini bukan sekadar simbol kepedulian, tetapi bentuk komitmen panjang. Tujuannya adalah membuka ruang bagi atlet disabilitas agar bisa menunjukkan potensi terbaiknya.
“Salah satu aspek penting yang kami fokuskan adalah dukungan kepada kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas. Kolaborasi dengan NPC Indonesia membuktikan peran Bayan Group dalam mendukung inklusivitas,” ujar Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin, dalam keterangan tertulis, Rabu (15/10/2025).
Sejak awal kemitraan, Bayan Peduli hadir di berbagai ajang bergengsi seperti ASEAN Para Games Solo 2022, ASEAN Para Games Kamboja 2023, Asian Para Games Hangzhou 2023, Paralympic Paris 2024, dan Peparnas Solo 2024. Dari dukungan itu lahir sederet pencapaian yang mengharumkan nama Indonesia.

Prestasi yang Bicara
Pada ASEAN Para Games 2022 di Solo, Indonesia tampil sebagai juara umum berkat semangat para atlet yang disokong penuh oleh Bayan Peduli. Setahun kemudian di Kamboja, prestasi itu kembali terulang. Capaiannya bahkan ditambah di Asian Para Games Hangzhou yang menempatkan Indonesia di peringkat keenam Asia.
Menuju Paralympic Paris 2024, dukungan dari Bayan Peduli memungkinkan pengiriman 34 atlet dari sembilan cabang olahraga. Jumlah ini adalah yang terbanyak sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia di ajang tersebut. Hasilnya pun gemilang. Indonesia meraih 10 medali yang terdiri dari 1 emas, 8 perak, dan 5 perunggu.
Tak berhenti di situ, Peparnas Solo 2024 menjadi ajang kebersamaan besar dengan 4.625 atlet dari 32 provinsi. Total sejak 2022 hingga 2025, ada 5.417 atlet yang telah merasakan manfaat dari program Bayan Peduli bersama NPC Indonesia.
Melangkah Lebih Jauh: Membangun Pusat Latihan Paralympic
Selain dukungan pada kompetisi, Bayan Peduli juga menatap masa depan. Bersama NPC Indonesia, mereka tengah mengembangkan Paralympic Training Center di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Fasilitas ini akan menjadi pusat latihan nasional sekaligus yang pertama di Asia Tenggara.
Training center ini bukan sekadar tempat berlatih, tetapi simbol kebangkitan olahraga disabilitas Indonesia. Di sana, mimpi, semangat, dan prestasi akan ditempa menjadi kebanggaan bangsa.
Semangat Inklusif untuk Indonesia yang Setara
Dari Solo ke Paris, dari dukungan di arena hingga pembangunan fasilitas latihan, Bayan Peduli membuktikan bahwa inklusivitas bukan slogan kosong. Ia adalah langkah nyata yang konsisten, berdampak, dan memberi ruang bagi setiap atlet untuk bersinar dengan caranya sendiri.
Dengan semangat itu, Bayan Peduli tak hanya menyalakan obor olahraga disabilitas Indonesia. Mereka juga menegaskan pesan bahwa setiap keterbatasan bisa menjadi kekuatan ketika ada kesempatan yang setara.




