Sabtu, Agustus 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Bangun Dulu, Klarifikasi Belakangan: Rocket Stove KKN UMMI di Bongkar

by teguh
Agustus 14, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter
Niat mencegah warga membuang sampah ke Sungai Cinangka justru memicu persoalan baru. Pemerintah Desa Mekartanjung, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, membongkar fasilitas Rocket Stove KKN UMMI (Universitas Muhammadiyah Sukabumi).

Tabooo: Sukabumi – Pemdes menjelaskan persoalan muncul karena Rocket Stove KKN UMMI menggunakan lahan milik warga untuk membangun fasilitas tersebut. Mereka kemudian memindahkan fasilitas itu ke lokasi baru.

Dibangun untuk Cegah Sampah Masuk Sungai

Mahasiswa KKN UMMI mulai membangun fasilitas Rocket Stove pada 08/08/2026. Mereka memilih area tepi Sungai Cinangka yang sebelumnya terbengkalai.

Pemerintah desa dan mahasiswa ingin menyediakan tempat pengolahan sampah bagi warga. Mereka berharap fasilitas itu dapat mengurangi kebiasaan warga membuang sampah ke sungai.

Sekretaris Desa Mekartanjung, Taofik Abdullah, menjelaskan alasan pembangunan tersebut pada Kamis, 13/08/2026.

“Awalnya lokasi itu terbengkalai di pinggir sungai. Mahasiswa KKN bersama pihak desa berinisiatif membuat tempat pembakaran sampah agar warga tidak lagi membuang sampah ke sungai yang bisa memicu pencemaran.”

Namun, rencana itu menghadapi persoalan ketika pemerintah desa mengetahui status lahan.

Ini Belum Selesai

Relawan Gugur Antar Bantuan Gempa NTT, Siapa Melindungi Mereka?

11 Desa, 21.171 Jiwa, Bantuan Terbatas: Camat Manggarai Protes

Lahan Ternyata Milik Warga

Taofik mengatakan lahan tersebut milik warga bernama Haji Abuy. Saat ini, pemilik lahan bekerja di Dubai.

Menurut Taofik, pemilik awalnya tidak mengetahui pembangunan fasilitas tersebut. Ia bahkan sempat mengira pengumpul barang bekas yang membangun fasilitas itu.

Pemilik kemudian meminta kerabatnya memeriksa lokasi. Pemerintah desa pun melakukan klarifikasi kepada pemilik lahan.

Kepala Desa Mekartanjung lalu menghubungi Haji Abuy melalui telepon. Dalam komunikasi itu, kepala desa menyampaikan permintaan maaf atas penggunaan lahan tersebut.

Taofik mengatakan pemilik lahan pada dasarnya tidak keberatan jika pemerintah desa menggunakan lokasi itu sementara. Namun, pemilik meminta pemerintah membongkar fasilitas tersebut ketika ia membutuhkan lahannya. Kesepakatan lisan itu ternyata tidak menghentikan proses pembongkaran.

Bangun Dulu, Klarifikasi Belakangan: Rocket Stove KKN UMMI di Bongkar
Warga Membongkar Rocket Stove KKN UMMI di Sukabumi

Instruksi Pembongkaran Tetap Berjalan

Pada Senin sore, 10 Agustus 2026, kerabat pemilik lahan menjalankan instruksi pembongkaran. Pemerintah desa kemudian menjelaskan bahwa miskomunikasi memicu kejadian tersebut.

“Pembongkaran ini murni karena adanya miskomunikasi. Sebenarnya dari hasil pembicaraan Kepala Desa dengan pemilik tempat, pembongkaran tidak perlu dilakukan secara terburu-buru,” kata Taofik.

Pemerintah desa kemudian mencari lokasi baru. Mereka memindahkan fasilitas sekitar 50 meter dari lokasi pertama.

Taofik mengatakan pemerintah desa memilih tanah sisa di tepi jalan kabupaten untuk lokasi baru. Ia menyebut lahan tersebut tidak berpemilik.

Namun, status hukum lahan baru itu belum mendapat penjelasan lebih lanjut dalam informasi yang tersedia.

Pemdes Bangun Lagi, Mahasiswa Tetap Ditarik

Pemerintah Desa Mekartanjung kemudian membangun kembali fasilitas pengolahan sampah tersebut. Mereka mempertahankan tujuan awal, yaitu membantu warga mengelola sampah dan menjaga aliran Sungai Cinangka.

“Sekarang fasilitas pembakaran sampah sudah dialihkan dan dibangun kembali oleh pihak desa di lokasi yang baru, tidak jauh dari tempat awal,” ujar Taofik.

Mahasiswa KKN juga ikut merespons pemindahan tersebut.

Ihza, salah satu mahasiswa KKN, mengatakan kelompoknya sudah meminta izin kepada kepala desa sebelum pembangunan.

“Kami mahasiswa KKM sudah izin dan menanyakan kepada Pak Kades. Kata Pak Kades ini tanah harim atau milik negara.”

Ihza kemudian mengetahui pemerintah desa membongkar fasilitas tersebut pada Senin sore. Setelah itu, pemerintah desa membangun kembali Rocket Stove di lokasi baru.

UMMI Turun Tangan

Persoalan itu juga membuat pihak UMMI turun tangan. Rektor UMMI, Sukmawani, mengirim Panitia KKN dan Dosen Pembimbing Lapangan untuk mencari informasi langsung di lapangan.

“Kami sedang konfirmasi ke pihak terkait di desa dan mengumpulkan informasi, memastikan tidak ada masalah dengan mahasiswa KKN,” ungkap Sukmawani pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Pihak kampus kemudian menarik mahasiswa KKN dari lokasi. UMMI melakukan langkah tersebut pada 13/08/2026, sehari sebelum masa KKN berakhir.

Sukmawani mengatakan mahasiswa tetap harus berpamitan kepada pemerintah desa, terutama kepala desa.

Masalahnya Bukan Tungku

Rocket Stove memang menjadi pusat perhatian dalam kasus ini. Namun, persoalan utamanya justru muncul dari komunikasi dan penggunaan lahan.

Pemerintah desa ingin menyelesaikan persoalan sampah. Mahasiswa ingin meninggalkan fasilitas yang bermanfaat bagi warga.

Tetapi, keduanya menghadapi satu pertanyaan dasar siapa yang punya hak menggunakan lahan tersebut? Di sinilah niat baik membutuhkan tata kelola.

Fasilitas lingkungan tidak cukup hanya dengan teknologi. Pemerintah desa juga harus memastikan status lahan, izin penggunaan, komunikasi dengan pemilik, serta tanggung jawab setiap pihak.

Warga Tetap Butuh Solusi

Warga tetap menghadapi persoalan sampah setelah polemik itu muncul. Sungai Cinangka juga tetap membutuhkan perlindungan dari kebiasaan membuang sampah sembarangan.

Pemerintah desa kini mempertahankan fasilitas tersebut di lokasi baru. Namun, mereka tetap perlu memastikan status lahan dan prosedur penggunaannya agar persoalan serupa tidak kembali muncul. Mahasiswa KKN pun meninggalkan lokasi dengan pengalaman yang tidak sederhana.

Mereka datang membawa program lingkungan. Mereka kemudian harus menghadapi persoalan administrasi lahan yang sebelumnya tidak mereka ketahui.

Ini bukan sekadar cerita tentang Rocket Stove yang dibongkar. Ini cerita tentang bagaimana solusi yang baik bisa tersandung ketika komunikasi dan kepastian lahan berjalan belakangan.

Pada akhirnya, warga tidak hanya membutuhkan tungku sampah. Mereka membutuhkan solusi lingkungan yang berdiri di atas lahan yang jelas, izin yang jelas, dan koordinasi yang tidak setengah-setengah. Karena menjaga sungai seharusnya tidak menciptakan konflik baru di daratan. @teguh

Tags: CurugkembarKKNLingkunganMekartanjungPengelolaan SampahRocket StoveSukabumiSungai CinangkaUMMI

Kamu Melewatkan Ini

Karhutla Kalimantan Berulang: Kenapa Selalu Datang Setelah Api Membesar?

Karhutla Kalimantan Berulang: Kenapa Selalu Datang Setelah Api Membesar?

by teguh
Agustus 21, 2026

Musim kering belum selesai, tetapi asap kembali menjadi cerita Karhutla Kalimantan. Per 19/08/2026, data BNPB yang disampaikan Wakil Ketua Komisi...

Bantargebang Penuh, Sampah Jakarta ke Mana?

Bantargebang Penuh, Sampah Jakarta ke Mana?

by dimas
Agustus 16, 2026

Bantargebang penuh, Jakarta mulai membatasi sampah. Mengapa krisis sampah harus dimulai dari rumah dan kebiasaan kita? Tabooo.id - Setiap pagi,...

Rocket Stove Dibongkar, Tapi Masalah Sampah Tetap Ada

Rocket Stove Dibongkar, Tapi Masalah Sampah Tetap Ada

by teguh
Agustus 14, 2026

Sebuah tungku lahir dari niat sederhana menghentikan sampah yang terus mengotori sungai. Beberapa hari kemudian, persoalan lahan justru memaksa tungku...

Next Post
Hari Pramuka: Dari 20 Anak Jadi Gerakan Dunia

Hari Pramuka: Dari 20 Anak Jadi Gerakan Dunia

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id