Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Baduy Tutup Kawasan Adat Selama Kawalu, Wisata Dibatasi

by sigit
Januari 8, 2026
in Vibes
A A
Home Vibes
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Vibes – Kawasan adat Suku Baduy di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, akan menutup diri selama tiga bulan. Penutupan ini dimulai Selasa, 20 Januari 2026, bertepatan dengan 1 Kawalu Tembeuy dalam penanggalan adat Baduy, dan akan berakhir pada Maret. Masyarakat adat menutup kawasan tersebut untuk melaksanakan ritual sakral Kawalu.

Kepala Desa Adat Kanekes, Oom, menegaskan Kawalu sebagai ritual tahunan yang bersifat tertutup. Masyarakat Baduy menjalankan upacara ini sebagai bagian dari rangkaian adat pascapanen. “Kawalu itu ritual adat yang sifatnya sakral dan tertutup. Ini bagian dari rangkaian upacara adat setelah panen,” ujar Oom, Kamis (8/1/2026).


Baduy Dalam Ditutup Total

Selama Kawalu berlangsung, masyarakat Baduy menutup penuh kawasan Baduy Dalam. Mereka melarang wisatawan dan masyarakat luar masuk ke wilayah tersebut. Hanya individu tertentu dengan kepentingan khusus yang dapat mengajukan izin, itu pun dalam jumlah sangat terbatas. “Kalau pun ada yang masuk, itu harus urusan khusus, perorangan, maksimal 10 orang dan wajib didampingi langsung,” kata Oom.

Masyarakat adat menetapkan aturan ini secara ketat. Mereka ingin memastikan seluruh rangkaian ritual berlangsung tanpa gangguan dari aktivitas luar.


Tiga Bulan Menjaga Sunyi

Penutupan kawasan Baduy bukan keputusan mendadak. Dalam perhitungan adat, Kawalu memang berlangsung selama tiga bulan penuh. Selama periode itu, masyarakat Baduy memusatkan perhatian pada ritual dan laku adat. Mereka menempatkan ketenangan dan kemurnian prosesi di atas kepentingan kunjungan wisata.

Ini Belum Selesai

VOC Runtuh karena Korupsi, Kenapa Indonesia Mengulang Pola yang Sama?

Dari Ujung Timur ke Dunia: Papua Tak Lagi Sekadar Pinggiran

Bagi masyarakat Baduy, kehadiran tamu dalam jumlah besar berpotensi mengganggu keseimbangan ritual. Karena itu, mereka memilih menutup diri hingga seluruh rangkaian Kawalu selesai.


Dampak ke Wisata dan Ekonomi Lokal

Penutupan Baduy Dalam langsung berdampak pada sektor pariwisata. Wisatawan yang biasa berkunjung harus menunda rencana perjalanan. Para pemandu lokal, pemilik penginapan kecil, hingga pedagang cenderamata kehilangan potensi pemasukan sementara. Dalam jangka pendek, kelompok inilah yang paling merasakan dampak ekonomi.

Namun, bagi masyarakat Baduy Dalam, penutupan ini justru memberi ruang aman. Mereka dapat menjalankan tradisi leluhur tanpa tekanan kamera, konten media sosial, atau tuntutan wisata.


Baduy Luar Tetap Terbuka

Meski menutup Baduy Dalam, masyarakat adat tetap membuka akses ke wilayah Baduy Luar. Oom memastikan wisata budaya dan studi lapangan masih bisa berlangsung di sejumlah kampung. Kampung yang tetap menerima kunjungan antara lain Kaduketug 1, Cipondok, Kaduketug 2 dan 3, Lebak Jeruk, Balimbing, Marengo, Cikua, Gajeboh, Kadujangkung, Kadugede, Karahkal, Cempaka, Cijanar, Ciranji, dan Lebak Huni.

Dengan kebijakan ini, aktivitas wisata tidak sepenuhnya berhenti. Namun, pengunjung harus memahami batas dan menghormati aturan adat yang berlaku.

Sebaliknya, kawasan Baduy Dalam seperti Kampung Cikeusik, Cikartawana, dan Cibeo akan steril dari kunjungan umum. Masyarakat adat menutup ruang negosiasi dan tidak memberi pengecualian bagi rasa penasaran wisatawan.


Tradisi di Atas Segalanya

Penutupan ini jelas menguntungkan masyarakat Baduy Dalam. Mereka dapat menjaga ritual, melindungi nilai adat, dan mempertahankan kedaulatan budaya. Pemerintah daerah pun ikut diuntungkan karena menunjukkan pengakuan terhadap hak dan aturan masyarakat adat.

Di sisi lain, wisatawan dan pelaku usaha pariwisata harus menyesuaikan diri. Mereka perlu mengubah rencana dan menurunkan ekspektasi. Kawalu kembali mengingatkan bahwa tidak semua ruang budaya tersedia setiap waktu.

Penutupan Baduy selama Kawalu menyampaikan pesan sederhana namun tegas: ada saat ketika tradisi harus berada di barisan terdepan. Di tengah dunia yang serba terbuka dan mudah diakses, Baduy memilih sunyi. Dan mungkin, di situlah nilai yang paling keras berbicara. (red)

Tags: Bantenlebak

Kamu Melewatkan Ini

Max Havelaar: Film Kolonial Dulu Ditakuti Penguasa, Kini Menampar Zaman Lagi

Max Havelaar: Film Kolonial Dulu Ditakuti Penguasa, Kini Menampar Zaman Lagi

by teguh
Mei 8, 2026

Foto promo lawas film Max Havelaar kembali beredar di media sosial. Sekilas hanya nostalgia sinema klasik. Namun poster tua itu...

Max Havelaar: Film Lama, Luka Lama yang Belum Sembuh

Max Havelaar: Film Lama, Luka Lama yang Belum Sembuh

by teguh
April 21, 2026

Sebuah foto promo lawas film Max Havelaar kembali beredar di media sosial pada April 2026. Sekilas itu tampak seperti nostalgia...

Geger Cilegon 1888: Saat Doa, Golok, dan Harga Diri Memilih Melawan

Geger Cilegon 1888: Saat Doa, Golok, dan Harga Diri Memilih Melawan

by teguh
April 14, 2026

Tabooo.id: Vibes - Fajar 9 Juli 1888 di Cilegon pecah tanpa aba-aba. Udara membawa bisik doa, langkah kaki cepat, dan...

Next Post
Kasus Richard Lee: Doktif Ungkap Bukti, Tolak Damai, dan Dorong Penahanan

Kasus Richard Lee: Doktif Ungkap Bukti dan Desak Proses Hukum

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id