Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Adies Kadir Resmi Jadi Hakim MK, Proses Kilat DPR Kembali Disorot

by yudi
Februari 5, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Politikus Partai Golkar Adies Kadir resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/2/2026). Pelantikan ini menandai berakhirnya masa tugas Arief Hidayat yang memasuki purnatugas, sekaligus membuka babak baru yang sejak awal sudah diwarnai polemik.

Sebelum dilantik, Adies lebih dulu mengikuti fit and proper test di DPR. Namun prosesnya dinilai tak biasa. Uji kepatutan di Komisi III DPR digelar Senin (26/1/2026), keesokan harinya langsung diparipurnakan. Cepat, singkat, dan minim jeda.

Bola Dilempar ke DPR

Saat ditanya soal proses kilat tersebut, Adies memilih melempar bola ke DPR.

“Itu bisa ditanyakan ke DPR ya, karena Komisi III yang melakukan fit and proper dan sudah diparipurnakan,” ujar Adies usai pelantikan.

Ia menegaskan dirinya hanya mengikuti mekanisme yang dijalankan parlemen. Pernyataan yang sah secara prosedural, tapi belum tentu menenangkan publik.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Penetapan Adies juga menganulir keputusan DPR Agustus 2025, yang sebelumnya menunjuk Inosentius Samsul, mantan Kepala Badan Keahlian DPR, sebagai calon hakim MK. Pergantian arah yang cepat ini memicu tanda tanya: soal urgensi, konsistensi, dan transparansi.

Dari Politikus ke Penjaga Konstitusi

Adies Kadir datang dari jalur politik. Ia juga sempat menepis kekhawatiran konflik kepentingan, termasuk soal revisi Undang-Undang Pemilu.

“Saya tidak pernah berada di sana lima tahun kemarin. Jadi terkait Undang-Undang Pemilu saya tidak pernah tahu bagaimana proses pengambilan keputusan,” katanya.

Pesan yang ingin disampaikan jelas: jarak dengan proses politik praktis. Tapi bagi publik, jarak pernyataan dan kenyataan sering kali tak selalu sejajar.

Kursi MK Terisi Cepat, Integritas Hakim Jadi Ujian

Pergantian ini menguntungkan DPR dan partai pengusung, karena kursi strategis MK kini diisi figur yang mereka kenal betul. Pemerintah juga diuntungkan dengan cepatnya pengisian posisi penting lembaga penjaga konstitusi.

Namun, yang berpotensi dirugikan adalah kepercayaan publik, jika MK dipersepsikan makin dekat dengan kepentingan politik, alih-alih berdiri tegak sebagai wasit konstitusi.

Kini Adies Kadir resmi duduk di kursi hakim MK. Tantangannya bukan sekadar membuktikan kelayakan hukum, tapi juga menjaga jarak dari bayang-bayang proses yang melahirkannya. Karena di Mahkamah Konstitusi, yang diuji bukan cuma pasal tapi integritas. @yudi

Tags: resmi

Kamu Melewatkan Ini

Huawei Mate 80 Pro: Ponsel Bukan Sekadar Gadget, Tapi Status Comeback

Huawei Mate 80 Pro: Ponsel Bukan Sekadar Gadget, Tapi Status Comeback

by teguh
Mei 8, 2026

Tabooo.id: Teknologi - Ada banyak cara sebuah merek berkata, “kami belum selesai.” Huawei memilih cara yang paling mahal membawa kembali...

Game Over di Negeri Sendiri? Polemik Pajak Guncang Dunia Kreatif

Game Over di Negeri Sendiri? Polemik Pajak Guncang Dunia Kreatif

by teguh
Mei 8, 2026

Tabooo.id: Teknologi - Bayangkan kamu merintis bisnis dari nol. Kamu bertahan belasan tahun. Kamu melewati masa sulit, naik-turun industri, sampai...

AppleCare+ Resmi Masuk RI: Siap Jadi Tameng Baru Pengguna Apple

AppleCare+ Resmi Masuk RI: Siap Jadi Tameng Baru Pengguna Apple

by teguh
Mei 8, 2026

Tabooo.id: Teknologi - Pernah nggak sih kamu panik setengah mati waktu iPhone jatuh dan layarnya retak? Atau MacBook tiba-tiba mati...

Next Post
Tragedi YBS di Ngada, Tak Masuk Data, Tak Dapat Bansos

Tragedi YBS di Ngada, Tak Masuk Data, Tak Dapat Bansos

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id