Senin, Juni 15, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Tragedi YBS di Ngada, Tak Masuk Data, Tak Dapat Bansos

by yudi
Februari 5, 2026
in Regional
A A
Home Reality Regional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Di balik kematian YBS (10), siswa SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, tersimpan fakta yang menohok, keluarganya tak pernah menerima bantuan sosial. Bukan karena tak layak, melainkan karena tak tercatat. Status mereka sebagai penduduk pindahan dari Kabupaten Nagekeo membuat nama keluarga ini luput dari sistem, dan dari uluran negara.

Negara hadir di regulasi, absen di alamat.

500 Peringatan, 49 Dipecat, Lalai atau Sengaja Tutup Mata?

Kementerian Sosial mengakui persoalan tersebut. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan tengah melakukan investigasi terhadap pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang bertugas di lapangan. Jika terbukti lalai, sanksi disiapkan dari peringatan hingga pemberhentian.

“Pendamping PKH kita evaluasi. Hasilnya bisa jadi dasar sanksi, bahkan pemberhentian,” kata Gus Ipul di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Catatan Kemensos sepanjang 2025 menunjukkan masalah yang tak kecil, 500 pendamping PKH mendapat peringatan, dan 49 orang diberhentikan karena kelalaian mulai dari tidak bekerja optimal hingga membohongi keluarga penerima manfaat.

Ini Belum Selesai

Kirab Pusaka di Tengah Dualisme: Tradisi atau Legitimasi?

Mahasiswa Solo Menggugat: BBM Naik, Rakyat Makin Terjepit

Sistem Rapi, Realitas Tertinggal

Gus Ipul menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah daerah hingga tingkat paling bawah desa, kelurahan, RT/RW, dan tokoh setempat agar data warga miskin valid dan mutakhir, terutama bagi keluarga yang berpindah domisili.

“Kita akan lihat sebetulnya kalau ada orang tidak terdata, kekeliruannya di mana,” ujarnya.

Masalahnya, selama data bergerak lebih lambat dari kehidupan warga, yang tercecer selalu mereka yang paling rentan.

Ketika Administrasi Lebih Cepat dari Empati

Dalam sistem yang bergantung pada formulir dan sinkronisasi data, birokrasi diuntungkan laporan rapi, program berjalan di atas kertas.
Yang dirugikan adalah keluarga miskin dan anak-anak, yang kebutuhan dasarnya menunggu validasi administratif.

Menanggapi desakan KPAI untuk mengusut tuntas kematian YBS, Gus Ipul menyatakan terbuka dan mendukung langkah hukum bila diperlukan. Polisi dipersilakan menelusuri, keluarga diberi ruang menentukan sikap.

Namun satu fakta tak bisa dihapus, seorang anak meninggal tanpa pernah disentuh bantuan negara. Tragedi ini menyisakan sindiran pahit jika bansos tak sampai karena salah alamat data, mungkin yang perlu diperbaiki bukan sekedarnya sistem, tapi cara negara melihat warganya. @yudi

Kamu Melewatkan Ini

Rp352 Ribu, Ujian Anak, dan Seorang Ayah yang Terpaksa Mencuri

Rp352 Ribu, Ujian Anak, dan Seorang Ayah yang Terpaksa Mencuri

by teguh
Juni 15, 2026

Seorang ayah Langkahnya pelan ketika memasuki halaman rumah pemilik toko. Di sampingnya berdiri dua anak laki-laki yang terus menunduk. Tak...

Aksi Mahasiswa 12 Juni: Saat Generasi Membaca Kegelisahan Rakyat

Aksi Mahasiswa 12 Juni: Saat Generasi Membaca Kegelisahan Rakyat

by Tabooo
Juni 15, 2026

Mahasiswa turun ke jalan pada 12 Juni 2026 bukan hanya karena satu kebijakan. Mereka membawa kegelisahan yang lebih dalam tentang...

Ketangguhan Lahir dari Benturan, Bukan Dari Zona Nyaman

Ketangguhan Lahir dari Benturan, Bukan Dari Zona Nyaman

by dimas
Juni 15, 2026

Benturan bukan musuh kehidupan. Justru dari kegagalan, tekanan, kehilangan, dan tantangan yang berat, manusia belajar bertahan, tumbuh, dan menemukan ketangguhan...

Next Post
Kisah Lala, Pasien Gagal Ginjal, dan Kartu BPJS Yang Nonaktif

Kisah Lala, Pasien Gagal Ginjal, dan Kartu BPJS Yang Nonaktif

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id