Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Tragedi YBS di Ngada, Tak Masuk Data, Tak Dapat Bansos

by jeje
Februari 5, 2026
in Regional
A A
Home Reality Regional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Di balik kematian YBS (10), siswa SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, tersimpan fakta yang menohok, keluarganya tak pernah menerima bantuan sosial. Bukan karena tak layak, melainkan karena tak tercatat. Status mereka sebagai penduduk pindahan dari Kabupaten Nagekeo membuat nama keluarga ini luput dari sistem, dan dari uluran negara.

Negara hadir di regulasi, absen di alamat.

500 Peringatan, 49 Dipecat, Lalai atau Sengaja Tutup Mata?

Kementerian Sosial mengakui persoalan tersebut. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan tengah melakukan investigasi terhadap pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang bertugas di lapangan. Jika terbukti lalai, sanksi disiapkan dari peringatan hingga pemberhentian.

“Pendamping PKH kita evaluasi. Hasilnya bisa jadi dasar sanksi, bahkan pemberhentian,” kata Gus Ipul di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Catatan Kemensos sepanjang 2025 menunjukkan masalah yang tak kecil, 500 pendamping PKH mendapat peringatan, dan 49 orang diberhentikan karena kelalaian mulai dari tidak bekerja optimal hingga membohongi keluarga penerima manfaat.

Ini Belum Selesai

Bus Hantam Truk Pecah Ban di Tol Ngawi-Solo, Tiga Nyawa Melayang

Empat Suporter PSS Sleman Tewas dalam Kecelakaan di Tol Madiun

Sistem Rapi, Realitas Tertinggal

Gus Ipul menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah daerah hingga tingkat paling bawah desa, kelurahan, RT/RW, dan tokoh setempat agar data warga miskin valid dan mutakhir, terutama bagi keluarga yang berpindah domisili.

“Kita akan lihat sebetulnya kalau ada orang tidak terdata, kekeliruannya di mana,” ujarnya.

Masalahnya, selama data bergerak lebih lambat dari kehidupan warga, yang tercecer selalu mereka yang paling rentan.

Ketika Administrasi Lebih Cepat dari Empati

Dalam sistem yang bergantung pada formulir dan sinkronisasi data, birokrasi diuntungkan laporan rapi, program berjalan di atas kertas.
Yang dirugikan adalah keluarga miskin dan anak-anak, yang kebutuhan dasarnya menunggu validasi administratif.

Menanggapi desakan KPAI untuk mengusut tuntas kematian YBS, Gus Ipul menyatakan terbuka dan mendukung langkah hukum bila diperlukan. Polisi dipersilakan menelusuri, keluarga diberi ruang menentukan sikap.

Namun satu fakta tak bisa dihapus, seorang anak meninggal tanpa pernah disentuh bantuan negara. Tragedi ini menyisakan sindiran pahit jika bansos tak sampai karena salah alamat data, mungkin yang perlu diperbaiki bukan sekedarnya sistem, tapi cara negara melihat warganya. @yudi

Kamu Melewatkan Ini

Kapolda Sulsel Usul Arena Tawuran 10 Lawan 10, Polisi Bidik Produsen Busur

Kapolda Sulsel Usul Arena Tawuran 10 Lawan 10, Polisi Bidik Produsen Busur

by teguh
Oktober 19, 2026

Kapolda Sulsel Irjen Pol Awal Chairuddin mengusulkan arena khusus untuk mempertemukan kelompok yang terlibat tawuran dalam format 10 lawan 10....

BBM Tersendat, ASN WFH Jadi Jawaban: Bagaimana dengan Akar Masalahnya?

BBM Tersendat, ASN WFH Jadi Jawaban: Bagaimana dengan Akar Masalahnya?

by teguh
Oktober 19, 2026

BBM tersendat Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jember kembali mengganggu mobilitas masyarakat. Di...

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

by teguh
Oktober 19, 2026

Antrean BBM belum normal, aktivitas masyarakat ikut terganggu. Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, kembali menerapkan kebijakan untuk ASN Jember WFH...

Next Post
Kisah Lala, Pasien Gagal Ginjal, dan Kartu BPJS Yang Nonaktif

Kisah Lala, Pasien Gagal Ginjal, dan Kartu BPJS Yang Nonaktif

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id