Selasa, Agustus 25, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Tragedi YBS di Ngada, Tak Masuk Data, Tak Dapat Bansos

by jeje
Februari 5, 2026
in Regional
A A
Home Reality Regional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Di balik kematian YBS (10), siswa SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, tersimpan fakta yang menohok, keluarganya tak pernah menerima bantuan sosial. Bukan karena tak layak, melainkan karena tak tercatat. Status mereka sebagai penduduk pindahan dari Kabupaten Nagekeo membuat nama keluarga ini luput dari sistem, dan dari uluran negara.

Negara hadir di regulasi, absen di alamat.

500 Peringatan, 49 Dipecat, Lalai atau Sengaja Tutup Mata?

Kementerian Sosial mengakui persoalan tersebut. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan tengah melakukan investigasi terhadap pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang bertugas di lapangan. Jika terbukti lalai, sanksi disiapkan dari peringatan hingga pemberhentian.

“Pendamping PKH kita evaluasi. Hasilnya bisa jadi dasar sanksi, bahkan pemberhentian,” kata Gus Ipul di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Catatan Kemensos sepanjang 2025 menunjukkan masalah yang tak kecil, 500 pendamping PKH mendapat peringatan, dan 49 orang diberhentikan karena kelalaian mulai dari tidak bekerja optimal hingga membohongi keluarga penerima manfaat.

Ini Belum Selesai

Aksi Muslim Soloraya di Gladag, LGBTQ dan Miras Jadi Sorotan

Desil Warga Solo Naik karena Pinjol, Bansos Terhenti karena Judol

Sistem Rapi, Realitas Tertinggal

Gus Ipul menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah daerah hingga tingkat paling bawah desa, kelurahan, RT/RW, dan tokoh setempat agar data warga miskin valid dan mutakhir, terutama bagi keluarga yang berpindah domisili.

“Kita akan lihat sebetulnya kalau ada orang tidak terdata, kekeliruannya di mana,” ujarnya.

Masalahnya, selama data bergerak lebih lambat dari kehidupan warga, yang tercecer selalu mereka yang paling rentan.

Ketika Administrasi Lebih Cepat dari Empati

Dalam sistem yang bergantung pada formulir dan sinkronisasi data, birokrasi diuntungkan laporan rapi, program berjalan di atas kertas.
Yang dirugikan adalah keluarga miskin dan anak-anak, yang kebutuhan dasarnya menunggu validasi administratif.

Menanggapi desakan KPAI untuk mengusut tuntas kematian YBS, Gus Ipul menyatakan terbuka dan mendukung langkah hukum bila diperlukan. Polisi dipersilakan menelusuri, keluarga diberi ruang menentukan sikap.

Namun satu fakta tak bisa dihapus, seorang anak meninggal tanpa pernah disentuh bantuan negara. Tragedi ini menyisakan sindiran pahit jika bansos tak sampai karena salah alamat data, mungkin yang perlu diperbaiki bukan sekedarnya sistem, tapi cara negara melihat warganya. @yudi

Kamu Melewatkan Ini

Born to Fight Vol. 2: Ring Colomadu Uji Nyali dan Mental Fighter

Born to Fight Vol. 2: Ring Colomadu Uji Nyali dan Mental Fighter

by dimas
Agustus 25, 2026

Born to Fight Vol. 2 hadir di Colomadu pada 6 September 2026, mempertemukan kickboxing, boxing, dan MMA dari kids hingga...

Aksi Muslim Soloraya di Gladag, LGBTQ dan Miras Jadi Sorotan

Aksi Muslim Soloraya di Gladag, LGBTQ dan Miras Jadi Sorotan

by dimas
Agustus 25, 2026

Aksi Muslim Soloraya di Gladag Solo menyoroti isu LGBTQ dan miras, sekaligus mendorong pemerintah memperkuat moral, pendidikan akhlak, dan penegakan...

Terjerat Kasus Pelecehan, Bripka E Tak Dipecat: Prestasi Jadi Perisai?

Terjerat Kasus Pelecehan, Bripka E Tak Dipecat: Prestasi Jadi Perisai?

by dimas
Agustus 25, 2026

Bripka E terbukti melanggar etik dalam kasus pelecehan di Wonogiri, tetapi tak dipecat. KKEP menjatuhkan demosi 10 tahun dengan prestasi...

Next Post
Kisah Lala, Pasien Gagal Ginjal, dan Kartu BPJS Yang Nonaktif

Kisah Lala, Pasien Gagal Ginjal, dan Kartu BPJS Yang Nonaktif

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id