Selasa, Agustus 25, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kisruh BPJS PBI, Menkes Turun Tangan, Pasien Kronis Tak Boleh Putus Layanan

by jeje
Februari 10, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Polemik penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) akhirnya dijawab pemerintah. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan peserta dengan penyakit kronis dan katastrofik akan direaktivasi agar layanan kesehatan tidak terhenti.

Pernyataan itu disampaikan Budi usai meninjau program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Pandanaran, Kota Semarang, Selasa (10/2/2026), di tengah kekhawatiran masyarakat miskin yang mendadak kehilangan akses layanan kesehatan.

Pasien Katastrofik Jadi Prioritas Utama

Budi menegaskan seluruh pasien dengan penyakit kronis tetap dijamin BPJS PBI, bukan hanya penderita gagal ginjal yang menjalani cuci darah.

“Kemarin kita sudah meeting dengan DPR RI. Kesimpulannya, semua pasien penyakit kronis tetap dijamin BPJS PBI,” ujar Budi.

Ia menjelaskan, pasien gagal ginjal harus menjalani cuci darah dua hingga tiga kali sepekan. Penghentian layanan, kata dia, bukan sekadar soal administrasi, tapi menyangkut hidup dan mati.

Ini Belum Selesai

BEM Undip Tagih Pemerintah: Mengapa Karhutla Terus Berulang?

Desil Timbul Lompat dari 1 ke 9, Kuliah Anak Tukang Becak Terancam

Hal serupa berlaku bagi pasien kanker yang membutuhkan kemoterapi atau radioterapi berkala, serta penderita talasemia yang rutin transfusi darah. Jeda perawatan pada kelompok ini berpotensi fatal.

Reaktivasi Otomatis, Tanpa Ribet

Pemerintah memutuskan seluruh peserta PBI dengan penyakit katastrofik yang sempat dinonaktifkan akan direaktivasi secara otomatis. Pasien tidak perlu mengurus apa pun.

“Tidak perlu datang ke puskesmas atau ke Kemensos. Sistem akan langsung mengaktifkan kembali,” tegas Budi.

Proses reaktivasi ini berlaku maksimal tiga bulan. Dalam periode tersebut, pemerintah akan melakukan evaluasi lanjutan untuk memastikan penerima PBI memang sesuai kriteria.

Penerima ‘Tak Miskin’ Mulai Disaring

Di balik reaktivasi, pemerintah juga melakukan pengetatan. Peserta PBI yang dinilai mampu secara ekonomi akan dievaluasi ulang agar kuota bantuan tepat sasaran.

“Kalau punya kredit bank Rp25 juta atau listrik rumah 6.600 watt, itu bukan PBI,” kata Budi blak-blakan.

Verifikasi dilakukan bersama Kementerian Sosial, BPJS Kesehatan, dan pemerintah daerah. Tujuannya, membersihkan data dari penerima yang tak lagi berhak.

Untuk meredam kegaduhan, pemerintah menyiapkan tiga langkah utama, mengaktifkan kembali pasien kronis secara otomatis, memverifikasi ulang penerima PBI, dan memperpanjang masa sosialisasi sebelum perubahan status diberlakukan.

Budi menegaskan arahan Presiden Prabowo Subianto jelas, jangan sampai layanan pasien penyakit berat terhenti hanya karena urusan data.

Bansos Tak Lagi Aman untuk yang Tak Berhak

Kebijakan ini jelas menyelamatkan pasien miskin dengan penyakit berat agar tetap mendapat layanan kesehatan. Namun bagi mereka yang selama ini “nyempil” di PBI meski tergolong mampu, masa nyaman itu mulai dipertanyakan.

Pada akhirnya, negara sedang menata ulang barisan. Tantangannya sederhana tapi krusial, jangan sampai yang benar-benar sakit justru tersandung sistem, sementara yang sehat malah paling sigap mengamankan jatah. @yudi

Kamu Melewatkan Ini

BEM Undip Tagih Pemerintah: Mengapa Karhutla Terus Berulang?

BEM Undip Tagih Pemerintah: Mengapa Karhutla Terus Berulang?

by dimas
Agustus 25, 2026

BEM Undip menagih keseriusan pemerintah menangani karhutla yang terus berulang, dari pencegahan, pengawasan, hingga penegakan hukum. Tabooo.id - Api kembali...

Desil Timbul Lompat dari 1 ke 9, Kuliah Anak Tukang Becak Terancam

Desil Timbul Lompat dari 1 ke 9, Kuliah Anak Tukang Becak Terancam

by teguh
Agustus 25, 2026

Kabar kelulusan kuliah justru membuat Timbul, 49, cemas. Status desil kesejahteraannya berubah dari desil 1 menjadi desil 9 yang bisa...

Jambore Nasional Perfilman Desa: Dari Cerita Lokal ke Ekonomi Kreatif

Jambore Nasional Perfilman Desa: Dari Cerita Lokal ke Ekonomi Kreatif

by dimas
Agustus 25, 2026

Jambore Nasional Perfilman Desa 2026 di Karanganyar mendorong desa menjadi pemilik cerita, penggerak film, dan pelaku ekonomi kreatif di era...

Next Post
Yasid Ahmad Firdaus, Pendaki Bukit Mongkrang Ditemukan Meninggal Dunia

Yasid Ahmad Firdaus, Pendaki Bukit Mongkrang Ditemukan Meninggal Dunia

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id