Kamis, Juni 11, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Pejabat Palestina Sebut Trump Jadikan Dewan Perdamaian Alternatif PBB

by eko
Februari 9, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi meluncurkan Dewan Perdamaian pada 22 Januari di Forum Ekonomi Dunia (WEF) Davos, Swiss. Namun, langkah itu langsung memicu kekhawatiran dari Palestina. Mereka menilai inisiatif tersebut berpotensi menggantikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan menggeser posisi Palestina dalam diplomasi global.

Kekhawatiran Palestina: Jangan Singkirkan Hak Kami

Sabri Saidam, Wakil Sekretaris Jenderal Komite Pusat Fatah, menegaskan bahwa pesan Dewan Perdamaian masih belum jelas. Lebih dari itu, ia menilai dewan tersebut justru mengecualikan rakyat Palestina. Karena itu, pihaknya mencurigai Trump tetap mendorong proyek politik yang dapat menghapus hak-hak Palestina dan membuka ruang bagi penggusuran.

Selain itu, Saidam mengingatkan bahwa pembentukan lembaga baru tanpa keterlibatan penuh Palestina hanya akan memperdalam ketimpangan. Jika forum global berubah, maka aturan main pun ikut berubah. Dan dalam konflik panjang Timur Tengah, perubahan aturan hampir selalu merugikan pihak yang paling rentan.

Tegaskan Dukungan ke PBB dan Lembaga Sah

Sementara itu, Omar Awadallah, Wakil Menteri Luar Negeri Palestina untuk urusan politik dan hukum, menekankan pentingnya memperkuat lembaga internasional yang sudah memiliki legitimasi. Ia meminta komunitas global tetap mendukung PBB sebagai platform utama penyelesaian konflik.

Menurutnya, dewan baru tidak boleh menggantikan institusi Palestina yang sah. Sebaliknya, setiap inisiatif perdamaian harus memperkuat upaya menuju berdirinya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.

Ini Belum Selesai

Harga Pertamax Melonjak, Dompet Rakyat Kian Tercekik

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Lebih jauh, Awadallah menyampaikan aspirasi rakyat Palestina. Mereka ingin perang di Jalur Gaza segera berakhir. Mereka juga menuntut penghentian pembunuhan dan penghancuran agar Gaza bisa pulih dan dibangun kembali. Tanpa stabilitas, semua wacana perdamaian hanya akan menjadi slogan kosong.

Penolakan Global dan Pertaruhan Legitimasi

Di sisi lain, sejumlah negara besar serta sekutu tradisional Amerika Serikat menolak bergabung dengan Dewan Perdamaian. Penolakan ini menunjukkan bahwa dunia belum sepenuhnya percaya pada arah dan tujuan lembaga baru tersebut. Jika dukungan global terbelah, maka legitimasi dewan itu pun ikut dipertanyakan.

Karena itu, pertanyaan mendasarnya kini mengemuka: apakah Dewan Perdamaian benar-benar dirancang untuk menciptakan stabilitas, atau justru membangun arsitektur politik baru yang lebih menguntungkan Washington?

Gaza di Tengah Ketidakpastian

Bagi Palestina, dampaknya sangat nyata. Jika forum internasional bergeser dan Palestina kehilangan panggung diplomasi utama, maka perjuangan pengakuan negara bisa semakin berat. Sementara itu, rakyat Gaza tetap menghadapi reruntuhan, krisis kemanusiaan, dan ketidakpastian masa depan.

Pada akhirnya, dunia tidak hanya membutuhkan lembaga baru. Dunia membutuhkan komitmen nyata untuk keadilan. Sebab tanpa keadilan, setiap “dewan perdamaian” akan terdengar indah di atas kertas tetapi hampa di tengah puing-puing Gaza. @eko

Tags: Dewan PerdamaianDonald TrumpPalestinaPBB

Kamu Melewatkan Ini

Dua Musuh, Satu Kepentingan

Dua Musuh, Satu Kepentingan

by dimas
Juni 7, 2026

Di balik ancaman dan negosiasi yang tak berujung, AS dan Iran ternyata terjebak dalam kepentingan yang sama: sama-sama membutuhkan lawannya...

Damai atau Jeda Perang? AS dan Iran Mulai Mainkan Narasi Baru

Damai atau Jeda Perang? AS dan Iran Mulai Mainkan Narasi Baru

by dimas
Mei 24, 2026

AS dan Iran menunjukkan sinyal damai baru. Namun di balik negosiasi dan pembukaan Selat Hormuz, dunia masih mencium ancaman konflik...

IKN Dulu Dibilang Kota Hantu, PBB Mulai Lihat: Kita Pindah Beneran Kapan?

IKN Dulu Dibilang Kota Hantu, PBB Mulai Lihat: Kita Pindah Beneran Kapan?

by teguh
Mei 11, 2026

Dulu IKN dibilang kota hantu dan banyak yang menyebut Ibu Kota Nusantara (IKN) seperti proyek ambisi yang terlalu cepat diumumkan,...

Next Post
Anak WNI Wafat Ditabrak di Singapura, KBRI Pastikan Pendampingan hingga Tuntas

Anak WNI Wafat Ditabrak di Singapura, KBRI Pastikan Pendampingan hingga Tuntas

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id