Tabooo.id: Regional – Pemerintah Kota Madiun bersama Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) menyerahkan 200 unit becak listrik kepada para abang becak, Minggu (8/2/2026) siang. Program yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini langsung menyasar kelompok pekerja transportasi tradisional yang selama ini terdesak oleh perubahan moda dan tekanan ekonomi.
Melalui bantuan ini, pemerintah mendorong transportasi ramah lingkungan sekaligus memperkuat penghasilan pelaku ekonomi kecil. Abang becak, yang paling terdampak oleh dominasi kendaraan bermotor dan transportasi daring, menjadi penerima manfaat utama.

Konvoi Becak Listrik Warnai Jalan Kota
Sejak pagi, aktivitas sudah tampak di Kantor Dinas Perhubungan Kota Madiun. Sekitar pukul 08.00 WIB, ratusan abang becak berkumpul sambil menunggu arahan panitia. Tak lama kemudian, panitia menggerakkan 200 unit becak listrik secara serentak menuju lokasi acara.
Sekitar pukul 09.00 WIB, rombongan becak listrik melaju bersama menuju Pusat Budaya dan Kuliner (PBC) Madiun. Konvoi ini menarik perhatian warga karena menghadirkan pemandangan tak biasa deretan becak bergerak tanpa suara mesin keras dan tanpa asap knalpot.
Setibanya di lokasi, panitia langsung mencatat dan memverifikasi penerima bantuan. Setelah itu, acara inti dimulai pukul 15.00 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama.
Pemerintah Tekankan Dampak Sosial dan Ekonomi
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun hadir langsung dalam acara tersebut. Ia datang bersama Ketua DPRD Kota Madiun Armaya, Sekretaris Daerah Soeko Dwi Handiarto, pimpinan lembaga vertikal, serta kepala OPD terkait. Dari pihak GSN, Wakil Ketua Umum Nanik S. Dayeng mendampingi proses penyerahan bantuan.
Dalam sambutannya, Nanik menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk tidak meninggalkan transportasi tradisional. Menurutnya, Presiden Prabowo mendorong program ini agar abang becak tetap memiliki daya saing di tengah perubahan zaman.
“Becak listrik ini kami rancang untuk mengurangi beban kerja dan menekan biaya operasional. Dengan begitu, penghasilan abang becak bisa lebih stabil,” tegasnya.
Beban Ringan, Penghasilan Lebih Pasti
Plt Wali Kota Madiun menyambut positif program tersebut. Ia menilai becak listrik dapat membantu pengemudi bekerja lebih efisien tanpa harus mengeluarkan biaya bahan bakar.
“Kami ingin abang becak merasakan langsung manfaatnya. Becak listrik ini harus benar-benar meningkatkan kesejahteraan, bukan sekadar pajangan,” ujar Bagus Panuntun.
Selanjutnya, panitia melaksanakan penandatanganan berita acara serah terima antara Yayasan GSN dan perwakilan abang becak. Setelah itu, panitia menyerahkan becak listrik dan paket sembako secara simbolis.
Abang Becak Sambut Harapan Baru
Para abang becak menyambut bantuan tersebut dengan antusias. Mereka mengaku lebih optimistis menghadapi persaingan transportasi modern yang kian ketat. Dengan becak listrik, mereka berharap dapat bekerja lebih lama tanpa kelelahan berlebih.
Panitia kemudian melepas becak listrik secara simbolis pada pukul 16.30 WIB. Setelah sesi foto bersama, rombongan pejabat meninggalkan lokasi kegiatan.
Program ini bukan sekadar seremoni. Pemerintah mengirim pesan politik dan ekonomi yang jelas: transportasi tradisional masih memiliki tempat di tengah modernisasi.
Pertanyaannya kini tinggal satu apakah becak listrik ini akan benar-benar mengubah nasib abang becak, atau hanya menjadi proyek yang berhenti di seremoni foto? @dimas





