Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Sony Masih Ngotot Jualan HP: Nostalgia, Gengsi, atau Strategi Bangkit?

by teguh
Mei 8, 2026
in Reality, Teknologi
A A
Home Lifestyle
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Teknologi – Pernah nggak sih kamu bertanya, “Kok Sony masih bikin HP, ya?”
Di tengah dominasi iPhone, Samsung, dan brand China yang rajin banting harga, Sony tetap berdiri. Diam-diam. Nggak ribut. Nggak pamer angka. Tapi juga nggak pamit.

Padahal, 2025 bukan tahun yang ramah buat bisnis ponsel Sony. Penjualan melempem, flagship-nya kena kritik, dan banyak orang mulai mengira Sony akan angkat tangan. Tapi bocoran terbaru justru bilang sebaliknya Sony lanjut jalan.

Bocoran Baru, Sinyal Lama yang Hidup Lagi

Basis data IMEI GSMA kembali “menyala”. Dua nama muncul Xperia 1 VIII dan Xperia 10 VIII. Blog teknologi Jepang, S-Max, mencatat setidaknya enam kode model terdaftar. Kode XQ-GE merujuk ke flagship Xperia 1 VIII, sementara XQ-GH mengarah ke kelas menengah Xperia 10 VIII.

Detail kecil ini penting. Akhiran kode menunjukkan target pasar: “44” untuk Jepang, “54” untuk Eropa, dan “74” untuk Asia di luar Jepang. Artinya, Sony masih melihat Asia sebagai medan penting meski Amerika Serikat sudah mereka tinggalkan sejak peluncuran Xperia 1 V pada 2023.

Di dunia teknologi, kemunculan di IMEI bukan sekadar formalitas. Itu tanda serius produk siap lahir.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Spesifikasi Boleh Biasa, Tapi Identitas Tetap Keras

Dari sisi dapur pacu, Sony tidak main-main. Xperia 1 VIII diprediksi memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5, chipset yang juga menggerakkan banyak flagship terbaru. Sementara Xperia 10 VIII kemungkinan tetap bertahan dengan Snapdragon seri 6, formula aman untuk kelas menengah.

Namun, Sony tidak pernah menjual angka semata. Mereka menjual rasa. Kamera dengan DNA Alpha, layar OLED dengan sentuhan Bravia, dan pendekatan “pro” yang terasa beda dari HP lain.

Masalahnya, pendekatan ini sering terasa terlalu serius untuk pasar yang sekarang suka praktis dan murah. Di sinilah Sony kerap terpeleset.

Kenapa Sony Tetap Bertahan?

Secara bisnis, keputusan Sony terlihat nekat. Tapi secara psikologis, langkah ini masuk akal.

Sony bukan brand baru yang mencari identitas. Mereka brand lama yang menjaga gengsi. Mundur dari pasar HP berarti mengakui satu hal Sony kalah di ranah paling personal dalam hidup digital manusia modern.

Ponsel bukan cuma alat komunikasi. Ia identitas, kamera kenangan, dompet digital, bahkan teman tidur. Dengan tetap memproduksi HP, Sony menjaga eksistensi di ruang paling intim itu.

Di era Gen Z dan Milenial, konsistensi juga punya nilai emosional. Banyak orang mungkin tidak membeli Xperia, tapi mereka menghormati Sony karena tidak ikut-ikutan.

Bangkit atau Sekadar Bertahan?

Pertanyaannya sekarang bukan lagi “Sony masih bikin HP atau tidak,” tapi apakah Sony mau berubah?

Harga mahal, distribusi terbatas, dan minim promosi global jadi PR lama. Jika Xperia 1 VIII dan 10 VIII hanya mengulang pola lama, Sony akan tetap hidup tapi di pinggir percakapan.

Sebaliknya, jika Sony berani menurunkan harga, memperbaiki isu teknis, dan bicara dengan bahasa pasar hari ini, peluang bangkit masih terbuka. Apalagi, kejenuhan publik pada desain dan pengalaman yang itu-itu saja mulai terasa.

Sony dan Kita yang Tak Suka Menyerah

Cerita Sony sebenarnya dekat dengan banyak orang. Brand ini seperti pekerja senior yang tak lagi viral, tapi tetap datang tepat waktu. Ia tidak trending, tapi juga tidak menghilang.

Di tengah budaya cepat sukses atau cepat tutup, Sony memilih jalur lambat. Pilihan ini mungkin tidak seksi, tapi jujur.

Lalu, Apa Dampaknya Buat Kamu?

Kehadiran Xperia 1 VIII dan 10 VIII mengingatkan satu hal tidak semua yang bertahan itu ketinggalan zaman. Kadang, bertahan berarti menunggu momentum yang tepat.

Buat kamu yang lelah dengan tren serba instan, Sony mungkin bukan pilihan paling populer. Tapi ia bisa jadi simbol kecil bahwa konsistensi, meski sunyi, tetap punya tempat.

Dan siapa tahu di tengah pasar yang seragam, yang beda justru terasa paling relevan. @teguh

Tags: BangkiteropaFlagshipHPJepangKameraKonsistensiManusiaModernMomentumPasarPromosiSmartphoneSonySosial & Publik

Kamu Melewatkan Ini

Kota Modern Selalu Kalah oleh Sampahnya Sendiri. Kenapa?

Kota Modern Selalu Kalah oleh Sampahnya Sendiri. Kenapa?

by teguh
Mei 7, 2026

Setiap pagi, Jakarta bangun bersama ribuan ton sampah baru. Plastik kopi, sisa makanan, kardus belanja online, hingga limbah gaya hidup...

Vivo T5 Series: Gaya Hidup  atau Tekanan Digital yang Makin Halus?

Vivo T5 Series: Gaya Hidup atau Tekanan Digital yang Makin Halus?

by teguh
Mei 8, 2026

Kalau dulu smartphone cuma alat komunikasi, sekarang ceritanya berbeda. Pada 29/04/2026, vivo Indonesia resmi merilis Vivo T5 Series. Namun, lebih...

Saat Negara Butuh Dana, Bank Digital Pilih Jalan Sendiri

Saat Negara Butuh Dana, Bank Digital Pilih Jalan Sendiri

by teguh
April 28, 2026

Saat pemerintah mendorong bank membiayai rumah rakyat, makan gratis, dan koperasi desa, sebagian bank digital justru mengambil rute lain. Mereka...

Next Post
Parluh 2026: R. Moerdjoko Kembali Ketua Umum, Issoebiantoro Pimpin Dewan Pusat

PSHT Tak Ganti Nahkoda, Moerdjoko Lanjutkan Komando

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id