Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Ketika New START Melemah, Diplomasi Nuklir Diuji Kembali

by dimas
Februari 6, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Rusia menyatakan mulai 4 Februari para pihak dalam Perjanjian Pengurangan dan Pembatasan Senjata Serangan Strategis (New START) tidak lagi terikat kewajiban dan deklarasi simetris. Dengan keputusan ini, Moskow memberi sinyal bahwa setiap negara kini dapat menentukan sendiri arah kebijakan senjata nuklir strategisnya.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyampaikan sikap tersebut pada Rabu (4/2). Melalui pernyataan ini, Moskow sekaligus menandai perubahan besar dalam dinamika pengendalian senjata antara Rusia dan Amerika Serikat.

Upaya Perpanjangan yang Berujung Buntu

Sebelumnya, Rusia aktif mendorong perpanjangan New START. Moskow mengajukan inisiatif terakhir pada 22 September.

Selain itu, Presiden Rusia Vladimir Putin secara terbuka mengusulkan agar pembatasan senjata tetap berlaku. Usulan tersebut mencakup masa transisi setidaknya satu tahun setelah perjanjian berakhir.

Menurut Moskow, langkah itu bertujuan mencegah kekosongan aturan. Tanpa kerangka hukum, risiko eskalasi meningkat.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Namun hingga kini, Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi melalui saluran bilateral. Karena itu, Rusia menyimpulkan bahwa kewajiban simetris dalam New START tidak lagi berlaku.

Moskow Tentukan Langkah Sendiri

Selanjutnya, Rusia menyatakan akan menyusun kebijakan senjata strategisnya secara bertanggung jawab dan seimbang.

Pemerintah Rusia mendasarkan kebijakan tersebut pada analisis terhadap kebijakan militer Amerika Serikat. Pada saat yang sama, Moskow juga mempertimbangkan kondisi keamanan global.

Lebih lanjut, Rusia menegaskan kesiapan mengambil langkah militer-teknis jika muncul ancaman tambahan terhadap keamanan nasional.

Di sisi lain, Moskow tetap membuka ruang dialog.

“Negara kami tetap terbuka untuk mencari cara-cara politik dan diplomatik guna menstabilkan situasi strategis,” ujar Kementerian Luar Negeri Rusia.

Dunia Hadapi Risiko Baru

Selama ini, New START menjadi satu-satunya perjanjian yang mengikat secara hukum antara Amerika Serikat dan Rusia. Perjanjian ini membatasi jumlah hulu ledak nuklir strategis, sistem peluncur, serta rudal balistik antarbenua.

Dengan melemahnya kerangka tersebut, dunia menghadapi risiko besar. Persaingan nuklir berpotensi kembali berlangsung tanpa regulasi jelas.

Akibatnya, ketegangan geopolitik bisa meningkat. Selain itu, negara-negara besar dapat memperbesar anggaran militernya. Pada akhirnya, pergeseran prioritas itu berpotensi menekan belanja publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Bagi publik global, langkah Rusia ini menjadi peringatan. Ketika kekuatan besar kembali sibuk mengatur persenjataan, dunia patut bertanya: apakah diplomasi masih menjadi panglima, atau justru senjata kembali mengambil alih panggung utama? @dimas

Kamu Melewatkan Ini

VOC Runtuh karena Korupsi, Kenapa Indonesia Mengulang Pola yang Sama?

VOC Runtuh karena Korupsi, Kenapa Indonesia Mengulang Pola yang Sama?

by dimas
Mei 13, 2026

VOC runtuh karena korupsi besar, penggelapan uang, dan permainan elite kekuasaan. Dua abad berlalu, Indonesia masih menghadapi pola lama jabatan...

Kenapa Kucumbu Tubuh Indahku Membuat Banyak Orang Tidak Nyaman?

Kenapa Kucumbu Tubuh Indahku Membuat Banyak Orang Tidak Nyaman?

by eko
Mei 13, 2026

Kucumbu Tubuh Indahku bukan sekadar film yang memancing kontroversi. Film karya Garin Nugroho itu berubah menjadi simbol benturan besar antara...

Reformasi 1998: Luka yang Masih Menunggu Keadilan

Reformasi 1998: Luka yang Masih Menunggu Keadilan

by Naysa
Mei 13, 2026

Reformasi 1998 tidak hanya menjatuhkan rezim Orde Baru, tapi juga membuka janji besar tentang demokrasi, hukum, dan hak asasi manusia....

Next Post
Dari Konflik Agraria ke Lorong Suap: OTT KPK di Pengadilan Negeri Depok

Dari Konflik Agraria ke Lorong Suap: OTT KPK di Pengadilan Negeri Depok

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id