Selasa, Agustus 25, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Ketika New START Melemah, Diplomasi Nuklir Diuji Kembali

by dimas
Februari 6, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Global – Rusia menyatakan mulai 4 Februari para pihak dalam Perjanjian Pengurangan dan Pembatasan Senjata Serangan Strategis (New START) tidak lagi terikat kewajiban dan deklarasi simetris. Dengan keputusan ini, Moskow memberi sinyal bahwa setiap negara kini dapat menentukan sendiri arah kebijakan senjata nuklir strategisnya.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyampaikan sikap tersebut pada Rabu (4/2). Melalui pernyataan ini, Moskow sekaligus menandai perubahan besar dalam dinamika pengendalian senjata antara Rusia dan Amerika Serikat.

Upaya Perpanjangan yang Berujung Buntu

Sebelumnya, Rusia aktif mendorong perpanjangan New START. Moskow mengajukan inisiatif terakhir pada 22 September.

Selain itu, Presiden Rusia Vladimir Putin secara terbuka mengusulkan agar pembatasan senjata tetap berlaku. Usulan tersebut mencakup masa transisi setidaknya satu tahun setelah perjanjian berakhir.

Menurut Moskow, langkah itu bertujuan mencegah kekosongan aturan. Tanpa kerangka hukum, risiko eskalasi meningkat.

Ini Belum Selesai

Kebakaran Rumah Produksi Sofa di Solo, SMK Batik 2 Nyaris Terbakar

Born to Fight Vol. 2: Ring Colomadu Uji Nyali dan Mental Fighter

Namun hingga kini, Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi melalui saluran bilateral. Karena itu, Rusia menyimpulkan bahwa kewajiban simetris dalam New START tidak lagi berlaku.

Moskow Tentukan Langkah Sendiri

Selanjutnya, Rusia menyatakan akan menyusun kebijakan senjata strategisnya secara bertanggung jawab dan seimbang.

Pemerintah Rusia mendasarkan kebijakan tersebut pada analisis terhadap kebijakan militer Amerika Serikat. Pada saat yang sama, Moskow juga mempertimbangkan kondisi keamanan global.

Lebih lanjut, Rusia menegaskan kesiapan mengambil langkah militer-teknis jika muncul ancaman tambahan terhadap keamanan nasional.

Di sisi lain, Moskow tetap membuka ruang dialog.

“Negara kami tetap terbuka untuk mencari cara-cara politik dan diplomatik guna menstabilkan situasi strategis,” ujar Kementerian Luar Negeri Rusia.

Dunia Hadapi Risiko Baru

Selama ini, New START menjadi satu-satunya perjanjian yang mengikat secara hukum antara Amerika Serikat dan Rusia. Perjanjian ini membatasi jumlah hulu ledak nuklir strategis, sistem peluncur, serta rudal balistik antarbenua.

Dengan melemahnya kerangka tersebut, dunia menghadapi risiko besar. Persaingan nuklir berpotensi kembali berlangsung tanpa regulasi jelas.

Akibatnya, ketegangan geopolitik bisa meningkat. Selain itu, negara-negara besar dapat memperbesar anggaran militernya. Pada akhirnya, pergeseran prioritas itu berpotensi menekan belanja publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Bagi publik global, langkah Rusia ini menjadi peringatan. Ketika kekuatan besar kembali sibuk mengatur persenjataan, dunia patut bertanya: apakah diplomasi masih menjadi panglima, atau justru senjata kembali mengambil alih panggung utama? @dimas

Kamu Melewatkan Ini

500 Orang, 500 Kepentingan: Dukungan Rakyat Tak Berarti Tanpa Evaluasi

500 Orang, 500 Kepentingan: Dukungan Rakyat Tak Berarti Tanpa Evaluasi

by teguh
Agustus 25, 2026

Pada 27/08/2026, sekitar 500 orang warga Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, bersiap menuju Jakarta. Rombongan itu membawa 500 orang dari beragam...

Kebakaran Rumah Produksi Sofa di Solo, SMK Batik 2 Nyaris Terbakar

Kebakaran Rumah Produksi Sofa di Solo, SMK Batik 2 Nyaris Terbakar

by dimas
Agustus 25, 2026

Kebakaran melanda rumah produksi sofa dan kos di Pajang, Solo, Selasa pagi. Bangunan ludes terbakar dan api nyaris merembet ke...

Rp1.000 dan Harga Diri: Saat Kekuasaan Diuji di Meja Warung.

Rp1.000 dan Harga Diri: Saat Kekuasaan Diuji di Meja Warung.

by teguh
Agustus 25, 2026

Dua keping uang Rp500 menjadi awal persoalan di Bakmi Mbak Tri Gading VI, Playen, Gunungkidul. Pada Kamis malam, 13/08/2026, seorang...

Next Post
Dari Konflik Agraria ke Lorong Suap: OTT KPK di Pengadilan Negeri Depok

Dari Konflik Agraria ke Lorong Suap: OTT KPK di Pengadilan Negeri Depok

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id