• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Kamis, Maret 26, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Lifestyle

iPhone Air Kurang Laku: Saat Tipis Tak Lagi Jadi Daya Tarik

Februari 3, 2026
in Teknologi
A A
iPhone Air Kurang Laku: Saat Tipis Tak Lagi Jadi Daya Tarik

Membawa Desain Paling Tipis dan Perubahan Besar, iPhone Air ternyata Belum Mampu Memikat Pasar. ( Foto: Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Teknologi – Coba jujur sebentar. Kapan terakhir kali kamu masuk toko gadget sambil berkata, Aku butuh HP yang paling tipis? Kalau kamu harus mikir lama, kamu tidak sendirian. Justru dari pertanyaan sepele inilah kisah iPhone Air bermula.

Apple meluncurkan iPhone Air pada September 2025 bersama iPhone 17 series. Secara visual, ponsel ini terlihat futuristik. Desainnya ramping, bodinya ringan, dan tampil beda dibanding iPhone lain. Namun, pasar ternyata tidak langsung jatuh cinta. Desain tipis saja belum cukup untuk memicu keputusan beli.

Angka Bicara: iPhone Air Tertinggal Jauh

Data terbaru dari Consumer Intelligence Research Partners (CIRP) memperlihatkan kenyataan yang cukup kontras. Pada kuartal pertama ketersediaan penuh hingga Desember, hanya 6 persen pembeli iPhone di Amerika Serikat yang memilih iPhone Air.

RelatedPosts

Huawei Enjoy 90 Pro Max: Baterai 8.500 mAh, HP Tahan 28 Jam Nonstop

Earbuds Neon Beats x Nike: Bukan Cuma Audio, Ini Soal Identitas

Sebaliknya, konsumen lebih banyak memilih:

  • iPhone 17 reguler: 22 persen
  • iPhone 17 Pro: 25 persen
  • iPhone 17 Pro Max: 27 persen

Menariknya, model paling mahal justru menjadi favorit. Artinya, konsumen Apple tidak sekadar mengejar harga murah. Mereka lebih mempertimbangkan nilai guna, fitur, dan rasa aman dalam jangka panjang.

Selain itu, CIRP menyusun data ini dari survei terhadap 500 konsumen AS yang membeli produk Apple antara Oktober hingga Desember 2025. Dengan kata lain, data ini cukup kuat untuk membaca arah minat pasar.

Sejak Awal, iPhone Air Bukan Andalan Utama

Menurut laporan CNN pada 28 Januari, sejumlah analis menilai Apple tidak pernah menyiapkan iPhone Air sebagai bestseller. Sebaliknya, Apple menghadirkannya sebagai opsi tambahan sekaligus eksperimen desain. Melalui iPhone Air, Apple ingin membuka jalan menuju inovasi selanjutnya, termasuk model iPhone lipat.

Namun demikian, pasar tidak selalu ramah terhadap eksperimen. Konsumen cenderung memilih produk dengan fungsi jelas dan manfaat langsung. Sampai saat ini, Apple juga belum memberikan komentar resmi soal penjualan iPhone Air atau rencana masa depannya. Sikap diam ini justru memperkuat spekulasi.

Tak berhenti di situ, The Information melaporkan bahwa Apple menunda pengembangan iPhone Air generasi kedua karena penjualan yang melambat. Sementara itu, Nikkei Asian Review menyebut Apple memangkas produksi iPhone Air dan meningkatkan pesanan untuk model lain.

Masalah Utamanya: Tipis Bukan Prioritas

Josh Lowitz, analis CIRP, menyampaikan kesimpulan yang lugas “Orang-orang tidak peduli dengan ponsel tipis.”

Mayoritas pembeli iPhone Air membeli ponsel ini karena mereka mengganti perangkat lama. Mereka tidak mengejar ketipisan sebagai nilai utama. Carolina Milanesi dari Creative Strategies menguatkan pandangan tersebut. Menurutnya, konsumen tidak datang ke toko dengan harapan ponsel mereka terasa lebih ringan.

Secara psikologis, hal ini masuk akal. Otak manusia lebih responsif terhadap solusi nyata daripada keunggulan estetika. Tipis memang menarik, tetapi tidak menyelesaikan masalah sehari-hari.

Tenggelam di Antara Saudara Sendiri

Masalah lain muncul dari internal Apple sendiri. iPhone Air harus bersaing dengan lini yang sangat kuat.

iPhone 17 Pro Max menawarkan layar besar, baterai tahan lama, dan kamera tiga lensa. iPhone 17 Pro menghadirkan fitur serupa dengan ukuran lebih ringkas. Sementara itu, iPhone 17 reguler menjadi opsi paling rasional dari sisi harga dan performa.

Akibatnya, iPhone Air hanya unggul dalam satu hal ketipisan. Di sisi lain, kapasitas baterainya lebih kecil dan fiturnya tidak semewah model Pro. Michael Levin dari CIRP menyebut model lain “menguras semua perhatian”, dan iPhone Air kehilangan momentum.

Pola Lama Apple yang Terulang

Sebelumnya, Apple pernah mencoba menghadirkan model alternatif seperti iPhone Mini dan iPhone Plus. Namun, Apple akhirnya menghentikan keduanya karena permintaan lemah. Pola ini kembali terulang pada iPhone Air.

Dari sini, terlihat bahwa pasar Apple cenderung konservatif. Konsumen menyukai pilihan yang jelas dan mudah dipahami. Ketika sebuah produk terlalu spesifik, daya tariknya justru menyempit.

Saat Lifestyle Berubah: Fungsi Mengalahkan Gaya

Fenomena iPhone Air mencerminkan perubahan gaya hidup yang lebih luas. Dulu, desain tipis melambangkan kemajuan teknologi. Sekarang, orang lebih memprioritaskan fungsi.

Di tengah ritme hidup cepat, multitasking, dan kelelahan digital, konsumen mencari perangkat yang tahan lama, bertenaga, dan andal. Selain itu, banyak orang merasa lebih aman secara psikologis saat membeli ponsel dengan fitur lengkap, meskipun tidak semuanya mereka gunakan.

Jadi, Apa Dampaknya Buat Kamu?

Kisah iPhone Air bukan sekadar cerita soal Apple. Cerita ini juga menggambarkan cara kita mengambil keputusan hari ini. Kita tidak lagi mudah tergoda gimmick. Kita lebih memilih sesuatu yang relevan dan fungsional.

Mungkin sekarang bukan eranya lagi mengejar yang paling tipis. Kita hidup di era paling masuk akal. Dan tanpa sadar, pilihan itu menunjukkan bahwa selera dan cara berpikir kita sudah naik level. @teguh

Tags: AppleCIRPCNNCreative StrategiesFuturistikGadgetHPiPhoneiPhone 17 ProiPhone AirNikkei Asian ReviewProdukSmartphoneSurveiThe InformationTipis
Next Post
Maarten Paes Resmi ke Ajax: Garuda ke Johan Cruyff Arena

Maarten Paes Resmi ke Ajax: Garuda ke Johan Cruyff Arena

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Pakoe Boewono XIV: Raja Gen Z yang Menyelamatkan Ingatan Kraton

    Bersua Sang Raja: No Jeans, No Kaos

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengamen Jalanan: Korban Sistem atau Pilihan yang Dipelihara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Di Balik Kelancaran Mudik Lebaran, Nyawa Petugas Jadi Taruhan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Langkah di Bali Butuh Lebih dari Sekadar Mata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Joget Rp6 Juta Sehari: Program Sosial atau Ladang Cuan?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.