Kamis, Juni 11, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

KPK Periksa Direktur Kemenhub Jumardi dalam Kasus Suap Proyek Jalur Kereta Api

by eko
Februari 2, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: News – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut dugaan suap proyek jalur kereta api. Senin (2/2), penyidik memeriksa Direktur Keselamatan Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Jumardi (JUM), sebagai saksi.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan pemeriksaan berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

“Pemeriksaan bertempat di Gedung Merah Putih KPK atas nama JUM selaku Direktur Keselamatan Perkeretaapian Kemenhub,” ujar Budi kepada jurnalis di Jakarta, Senin (2/2/26).

Penyidik memanggil Jumardi bukan hanya karena jabatannya saat ini, tetapi juga karena perannya dulu sebagai Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya, Jawa Timur. Ia tiba di Gedung KPK pukul 10.03 WIB.

Budi menegaskan tim penyidik terus menggali keterangan saksi untuk memetakan peran setiap pihak.

“Kami mendalami sejauh mana para pihak mengetahui dan terlibat dalam proses pengadaan serta dugaan pengaturan pemenang proyek,” kata Budi.

Berawal dari OTT, Tersangka Bertambah

KPK membongkar perkara ini lewat operasi tangkap tangan (OTT) pada 11 April 2023 di Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah, yang kini bernama BTP Kelas I Semarang.

Ini Belum Selesai

Harga Pertamax Melonjak, Dompet Rakyat Kian Tercekik

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Setelah OTT, KPK langsung menetapkan 10 orang sebagai tersangka dan menahan mereka. Penyidik kemudian mengembangkan perkara dan menelusuri aliran dana. Hingga 20 Januari 2026, KPK telah menetapkan dan menahan 21 tersangka. Dua korporasi ikut terseret dan kini berstatus tersangka.

Penyidik menduga sejumlah pihak mengatur pemenang proyek sejak tahap administrasi hingga penetapan tender.

“Dugaan pengaturan dilakukan sejak proses administrasi sampai dengan penentuan pemenang tender,” tegas Budi.

Proyek Strategis Jadi Bancakan?

Kasus ini menyentuh sejumlah proyek besar, antara lain:

  • Jalur ganda Solo Balapan, Kadipiro, Kalioso
  • Pembangunan jalur kereta api di Makassar, Sulawesi Selatan
  • Empat proyek konstruksi dan dua proyek supervisi di Lampegan, Cianjur
  • Perbaikan perlintasan sebidang Jawa–Sumatera

Proyek-proyek itu menyangkut keselamatan dan mobilitas jutaan warga. Pemerintah mengalokasikan anggaran besar untuk memperkuat konektivitas antardaerah. Namun dugaan rekayasa tender justru membuka ruang permainan gelap di balik proyek strategis.

Siapa Untung, Siapa Buntung?

Perusahaan yang mendapat proyek lewat jalur tidak sehat tentu meraup keuntungan. Oknum pejabat yang terlibat diduga menerima imbalan. Lingkaran kecil menikmati hasilnya.

Sebaliknya, kontraktor yang jujur kehilangan kesempatan. Negara kehilangan uang. Masyarakat menanggung risiko jika kualitas proyek tak sesuai standar.

Rel kereta harus lurus agar perjalanan aman. Jika prosesnya sudah bengkok sejak awal, publik pantas khawatir. Infrastruktur boleh megah, tapi tanpa integritas, semua hanya tampak kokoh di permukaan.

Rel menghubungkan kota dan harapan. Jangan sampai yang tersambung justru kepentingan dan kompromi.@eko

Tags: Breaking NewsKPKottOTT KPK

Kamu Melewatkan Ini

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

by dimas
Juni 6, 2026

KPK menyita mobil sport, Harley, perhiasan, dan valas dari rumah Silmy Karim. Penyidik menelusuri dugaan korupsi izin tinggal WNA senilai...

Rel Uang di Balik Rel Kereta: Ketika Proyek Negara Jadi Jalur Fee Elite

Rel Uang di Balik Rel Kereta: Proyek Negara Jadi Jalur Fee Elite?

by teguh
Mei 29, 2026

Rel kereta seharusnya membawa orang sampai tujuan. Namun dalam kasus dugaan korupsi proyek jalur kereta di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA)...

Dugaan Gratifikasi di Kemenhub: Rel Kereta atau Jalur Uang?

Dugaan Gratifikasi di Kemenhub: Rel Kereta atau Jalur Uang?

by teguh
Mei 28, 2026

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memburu dugaan aliran uang dalam kasus korupsi proyek jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian...

Next Post
Board of Peace dan Ilusi Perdamaian di Langit Gaza

Board of Peace dan Ilusi Perdamaian di Langit Gaza

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id