Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

NPWP Istri Dimatikan Massal, Pajak Keluarga Kini Satu Pintu

by teguh
Januari 31, 2026
in Nasional
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Pernah merasa urusan pajak tiba-tiba berubah tanpa aba-aba? Nah, itu juga yang kini dirasakan banyak istri di Indonesia.Mulai 25 Januari 2026, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menonaktifkan secara massal NPWP istri yang tercatat sebagai tanggungan suami dalam Daftar Unit Keluarga (DUK). Begitu sistem menemukan status tanggungan, NPWP istri langsung nonaktif. Tanpa permohonan. Tanpa peringatan panjang.

Langkah ini menjadi bagian dari kebijakan baru DJP untuk merapikan administrasi perpajakan keluarga.

Negara Menekan Kerumitan, Sistem Jadi Lebih Ringkas

Melalui akun Instagram resminya, @ditjenpajakri, DJP menjelaskan tujuan utama kebijakan ini. Pemerintah ingin menyederhanakan kewajiban pajak keluarga dengan menjadikannya satu kesatuan ekonomi.

Artinya, negara mendorong keluarga untuk menjalankan kewajiban pajak lewat satu pintu, yaitu kepala keluarga.

Dengan cara ini, DJP memangkas data ganda, mengurangi akun pajak pasif, sekaligus menata sistem Coretax yang selama ini dinilai rumit. Selain itu, pengawasan pajak juga menjadi lebih mudah karena alur pelaporan tidak lagi terpecah.

Ini Belum Selesai

Dua Tahun Prabowo–Gibran, 9.505 Personel Disiagakan: Hak Aspirasi Tetap Prioritas?

Kapolda Sulsel Usul Arena Tawuran 10 Lawan 10, Polisi Bidik Produsen Busur

Karena itu, dari sudut pandang negara, kebijakan ini jelas menguntungkan.

Namun, Realitas Keluarga Tak Selalu Sederhana

Meski terdengar praktis, kebijakan ini langsung memicu reaksi beragam di masyarakat. Pasalnya, tidak semua keluarga bergantung pada satu sumber penghasilan.

Di banyak rumah tangga, istri bekerja, membuka usaha, mengelola aset, bahkan menjadi pencari nafkah utama. Dalam konteks ini, NPWP bukan sekadar nomor administrasi, melainkan identitas ekonomi.

Ketika sistem menonaktifkan NPWP istri secara otomatis, sebagian perempuan merasa kehilangan ruang kemandirian finansialnya. Terlebih lagi, kebijakan ini seolah menyamakan semua keluarga, padahal kondisi sosial dan ekonomi jelas berbeda.

Akibatnya, penyederhanaan administrasi justru memunculkan perasaan “dilebur” dalam sistem suami.

DJP Tetap Membuka Jalan Alternatif

Meski begitu, DJP tidak menutup opsi bagi istri yang ingin menjalankan kewajiban pajak secara terpisah. Pemerintah memberi ruang bagi istri dengan status Manajemen Terpisah (MT) atau Pisah Harta (PH) untuk mengaktifkan kembali NPWP-nya.

Namun, proses ini tetap menuntut langkah aktif dari wajib pajak. Istri harus mengakses Coretax, menyesuaikan status profil, lalu berkoordinasi dengan akun Coretax milik suami. Setelah itu, barulah sistem memproses pengaktifan ulang NPWP.

Dengan kata lain, kemudahan tetap ada, tetapi tanggung jawab administratif kini sepenuhnya berada di tangan wajib pajak.

Cara Mengaktifkan Kembali NPWP Istri

Agar tidak bingung, DJP merinci tahapan pengaktifan ulang sebagai berikut:

Pertama, istri masuk ke akun Coretax dan mengubah kategori profil menjadi Manajemen Terpisah (MT) atau Pisah Harta (PH) di menu “Profil Saya”.

Kemudian, suami masuk ke akun Coretax miliknya dan mengubah status istri di DUK menjadi Kepala Keluarga Lain (MT/PH).

Setelah itu, istri mengajukan permohonan Pengaktifan Kembali Wajib Pajak Non Aktif melalui menu “Profil Saya”.

Jika semua langkah berjalan lancar, sistem akan mengaktifkan kembali NPWP istri.

Lebih dari Sekadar Pajak, Ini Soal Persepsi

Pada akhirnya, kebijakan ini tidak hanya berbicara soal angka dan laporan tahunan. Kebijakan ini juga menyentuh isu yang lebih dalam, yaitu cara negara memandang peran ekonomi dalam keluarga.

Di satu sisi, pemerintah mengejar efisiensi. Namun di sisi lain, sistem ini masih bertumpu pada asumsi lama bahwa kepala keluarga selalu menjadi pusat ekonomi.

Padahal, realitas keluarga modern bergerak jauh lebih dinamis. Maka, ketika pajak mencoba merapikan sistem, pertanyaannya bukan lagi sekadar “lebih mudah atau tidak”, melainkan “cukup adil atau belum”.

Dan seperti biasa, masyarakat diminta cepat beradaptasi sambil membuka Coretax, menyesuaikan status, dan berharap sistem negara bisa mengejar perubahan zaman, bukan sebaliknya. @teguh

Tags: EfisiensiFinansialpajakSistem

Kamu Melewatkan Ini

Purbaya Dicopot Usai Rombak Pajak dan Bea Cukai, Kebetulan atau Konflik?

Purbaya Dicopot Usai Rombak Pajak dan Bea Cukai, Kebetulan atau Konflik?

by dimas
September 17, 2026

Purbaya dicopot usai merombak pajak dan bea cukai. Benarkah kebetulan, atau ada konflik di balik pergantian Menkeu? Tabooo.id - Ada...

Benarkah Rumah Kontrakan Kena Pajak Baru Mulai 2027?

Benarkah Rumah Kontrakan Kena Pajak Baru Mulai 2027?

by eko
Agustus 25, 2026

Viral klaim rumah kontrakan akan kena pajak baru mulai 2027. Faktanya, pemerintah belum menetapkan pajak baru khusus untuk pemilik kontrakan....

Pricing TPL: Barangnya Sama, Kodenya Beda, Pajaknya Ikut Mengecil?

Pricing TPL: Barangnya Sama, Kodenya Beda, Pajaknya Ikut Mengecil?

by teguh
Agustus 13, 2026

Ketika barang tetap sama, tetapi kode dan angka di dokumen bisa menghasilkan cerita yang berbeda inilah yang terjadi di Pricing...

Next Post
HP Hilang Sekarang Bukan Cuma Soal Ganti Gadget

HP Hilang Sekarang Bukan Cuma Soal Ganti Gadget

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id