Tabooo.id: Lifestyle – Pernah lagi rebahan santai, tiba-tiba WhatsApp bunyi dari nomor asing? Bukan kurir, bukan teman, apalagi mantan isinya link aneh atau sekadar “halo kak”. Kalau pernah, tenang, kamu nggak sendirian. Di era notifikasi tanpa jam tidur ini, ancaman digital datang lewat chat, file, dan panggilan misterius. Karena itu Meta menghadirkan fitur baru WhatsApp bernama Strict Account Settings, semacam mode penguncian akun supaya pengguna lebih aman dari serangan siber.
Apa Itu Strict Account Settings?
Begitu aktif, WhatsApp langsung memblokir file dari pengirim tak dikenal, membisukan panggilan nomor asing, menonaktifkan pratinjau tautan, dan menahan pesan massal dari pihak luar. Sistem otomatis menyalakan verifikasi dua langkah, lalu mengirim notifikasi kalau kode keamanan kontak berubah. Selain itu, status online, “last seen”, foto profil, dan kolom “about” cuma bisa dilihat oleh kontak. Bahkan, hanya orang tertentu yang boleh memasukkan kamu ke grup selamat tinggal grup random bertema cuan kilat.
Pengguna bisa mengaktifkannya lewat Settings → Privacy → Advanced di perangkat utama. Catat, pengaturan ini tidak bisa diubah lewat WhatsApp Web atau aplikasi desktop. Meta menyebut fitur ini mereka rancang khusus untuk jurnalis dan figur publik yang rawan jadi target serangan digital. Tapi faktanya, di zaman sekarang siapa pun bisa kena.
Hadir di Tengah Drama Privasi Meta
Peluncuran fitur ini datang di tengah gugatan hukum yang menuding Meta bikin klaim keliru soal privasi WhatsApp. Gugatan itu menyebut perusahaan masih menyimpan dan menganalisis komunikasi pengguna. WhatsApp langsung membantah. Kepala WhatsApp Will Cathcart menyebut tuduhan itu tidak berdasar dan cuma cari perhatian publik. Terlepas dari drama hukum, satu hal terasa jelas: kepercayaan pengguna sedang diuji, dan Strict Account Settings seperti jawaban halus dari Meta, “kami dengar kekhawatiran kalian.”
Bukan Cuma Soal Keamanan, Tapi Kesehatan Mental
Namun ini bukan sekadar soal teknologi. Ini juga soal kesehatan mental. Gen Z dan Milenial hidup dalam mode always online. Bangun tidur cek HP, mau tidur scroll lagi. Notifikasi jadi soundtrack harian. Masalahnya, spam, telepon asing, dan modus “halo kak” pelan-pelan bikin otak lelah. Tanpa sadar, kita hidup dalam kecemasan kecil yang terus menumpuk. Di titik ini, fitur keamanan berubah fungsi bukan cuma melindungi data, tapi juga menjaga ruang personal.
Ibarat kosan, kamu pasang kunci bukan karena paranoid, tapi karena pengen tidur nyenyak. Pesan sosialnya kuat: privasi sekarang bukan lagi kemewahan, tapi kebutuhan dasar. Generasi digital mulai sadar, lalu jadi lebih selektif soal siapa yang boleh masuk ke hidup mereka baik offline maupun online.
Jadi, Apa Artinya Buat Kamu?
Strict Account Settings mungkin terdengar teknis, tapi intinya sederhana: dunia digital makin agresif, dan kita butuh tombol “mute”. Tetap saja, seketat apa pun sistemnya, semua percuma kalau kita masih asal klik link, gampang percaya nomor asing, atau malas mengaktifkan verifikasi. Mulai sekarang, mungkin ini saat yang pas buat lebih sadar: pilah kontak, aktifkan keamanan tambahan, abaikan file random, dan sesekali istirahat dari layar. Karena menjaga privasi itu bentuk self-care versi 2026.
Sekarang pertanyaannya tinggal satu: di tengah dunia online yang makin beringas, kamu masih mau biarin akunmu terbuka lebar atau mulai pasang kunci? @eko





