Rabu, Mei 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Pakistan Perketat Keamanan, Islamabad Jadi Pusat Negosiasi Panas AS-Iran

by dimas
April 10, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Islamabad berada dalam status siaga tinggi menjelang perundingan antara Amerika Serikat dan Iran. Pemerintah Pakistan langsung membatasi mobilitas warga di ibu kota.

Selain itu, aparat menurunkan sekitar 10.000 personel gabungan polisi dan militer. Mereka menyebar di titik-titik strategis untuk memperketat pengawasan. Di samping itu, otoritas menutup sejumlah akses jalan utama agar pergerakan lebih terkendali.

Lebih lanjut, beberapa wilayah menerapkan pembatasan penggunaan perangkat elektronik. Kebijakan ini muncul sebagai langkah antisipasi terhadap potensi ancaman berbasis teknologi.

Perundingan AS-Iran Dimulai di Tengah Situasi Sensitif

Sementara itu, perundingan dijadwalkan berlangsung pada Jumat (10/4/2026) malam waktu Islamabad. Delegasi Amerika Serikat akan dipimpin Wakil Presiden JD Vance.

Di sisi lain, JD Vance mengambil peran aktif dalam diplomasi ini. Ia menjalin komunikasi dengan sejumlah pejabat, termasuk dari Pakistan, untuk memastikan proses berjalan stabil.

Ini Belum Selesai

Jemaah Haji Indonesia Menuju Arafah: Jutaan Langkah ke Puncak Haji

Kodam Jaya Ikut Buru Begal: Jakarta Sedang Tidak Baik-Baik Saja?

Selain itu, mantan Presiden Donald Trump turut menjadi bagian dari dinamika kebijakan. Ia sempat mempertimbangkan opsi militer, namun kemudian membatalkan rencana tersebut.

Perbedaan Usulan Perkuat Ketegangan Negosiasi

Di satu sisi, Amerika Serikat mengajukan proposal 15 poin. Usulan itu menekankan pembatasan program nuklir Iran dan penghentian pengayaan uranium.

Di sisi lain, Iran membawa 10 poin balasan. Teheran menuntut jaminan non-agresi dan pengakuan hak pengayaan uranium. Selain itu, Iran juga meminta penarikan pasukan AS dari kawasan sekitar.

Dengan demikian, kedua pihak masih mempertahankan posisi yang saling bertolak belakang. Akibatnya, proses negosiasi diperkirakan berlangsung panjang dan penuh tekanan.

Konflik Lebanon Tambah Kompleks Situasi Diplomasi

Sementara itu, eskalasi di Lebanon ikut memengaruhi suasana perundingan. Serangan Israel di wilayah tersebut memperburuk ketegangan kawasan.

Israel dan kelompok Hizbullah kembali terlibat dalam rangkaian serangan balasan. Akibatnya, ratusan korban jiwa dilaporkan dalam konflik terbaru ini.

Di tengah situasi itu, Iran menilai gencatan senjata hanya bisa tercapai jika semua pihak menghentikan eskalasi militer secara menyeluruh.

Pengamat Nilai Negosiasi Berisiko Tinggi

Di sisi analisis, sejumlah pengamat menilai keterlibatan JD Vance sebagai langkah strategis. Jonathan Schanzer dari Foundation for Defense of Democracies menyebut negosiasi ini sebagai salah satu yang paling sensitif dalam beberapa tahun terakhir.

Namun demikian, ia menilai Vance menghadapi tantangan besar karena minim pengalaman dalam diplomasi tingkat tinggi.

Selain itu, Profesor Joel Goldstein dari Universitas Saint Louis menilai keterlibatan wakil presiden dalam negosiasi bukan hal baru. Meski begitu, ia menegaskan bahwa kasus ini termasuk salah satu yang paling kompleks dalam sejarah diplomasi Amerika Serikat modern. @dimas

Tags: diplomasiDonald TrumpGeopolitikGlobalHizbullahInternasionalIslamabadIsraelJD VanceKeamanan NegaraKonflik DuniaLebanonPakistanPerang IranTimur Tengah

Kamu Melewatkan Ini

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

by jeje
Mei 24, 2026

Lucu, ya. Kita hidup di zaman ketika semua orang tampak marah. Timeline penuh kritik. Warung kopi berubah jadi ruang debat...

Damai atau Jeda Perang? AS dan Iran Mulai Mainkan Narasi Baru

Damai atau Jeda Perang? AS dan Iran Mulai Mainkan Narasi Baru

by dimas
Mei 24, 2026

AS dan Iran menunjukkan sinyal damai baru. Namun di balik negosiasi dan pembukaan Selat Hormuz, dunia masih mencium ancaman konflik...

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

by jeje
Mei 20, 2026

Buruh diminta jangan terlalu banyak menuntut. Pengusaha jangan diperas. Itulah pesan blak-blakan Presiden Prabowo Subianto saat berbicara di Rapat Paripurna...

Next Post
ChatGPT: Bikin Kelas yang Sunyi, Jawaban yang Instan

ChatGPT: Bikin Kelas yang Sunyi, Jawaban yang Instan

Pilihan Tabooo

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Mei 24, 2026

Realita Hari Ini

Kasus Pelecehan, Pimpinan Ponpes di Lombok Timur Ditangkap

Kasus Pelecehan, Pimpinan Ponpes di Lombok Timur Ditangkap

Februari 21, 2026

Mendagri Tegaskan Wakil Kepala Daerah Ikut Hadir di Rakornas 2026

Februari 2, 2026

MBG Bukan Makan Bergizi Gratis, Ini Versi “Mantap Banget Gila”

April 9, 2026

Ribuan Pemudik Padati Terminal Tirtonadi Solo, Lonjakan Penumpang Capai 50 Persen

Maret 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id