Selasa, Agustus 25, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

IHSG Menguat Tipis, Pasar Menanti Arah Kebijakan The Fed

by dimas
Januari 26, 2026
in Bisnis, Reality
A A
Home Reality Bisnis
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Bisnis – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia membuka perdagangan Senin pagi dengan kecenderungan menguat. Pelaku pasar bersikap hati-hati sambil menunggu sinyal kebijakan dari bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), yang diprediksi menentukan arah pasar global dalam waktu dekat.

IHSG naik 16,72 poin atau 0,19 persen ke level 8.967,73. Namun, saham-saham unggulan belum sepenuhnya mengikuti penguatan tersebut. Indeks LQ45 justru turun tipis 0,07 persen ke posisi 872,99, mencerminkan sikap selektif investor.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menilai IHSG masih bergerak dalam fase konsolidasi. Ia memperkirakan indeks akan berada di rentang 8.850 hingga 9.050 sebelum menentukan arah berikutnya.

“Jika IHSG mampu ditutup di atas level 9.050, peluang melanjutkan rebound akan terbuka,” ujar Ratna, Senin (26/1/2026).

Fokus Global ke Pertemuan The Fed

Dari luar negeri, investor memusatkan perhatian pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed yang berlangsung pada 27–28 Januari 2026. Mayoritas pelaku pasar memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5-3,75 persen.

Ini Belum Selesai

BEM Undip Tagih Pemerintah: Mengapa Karhutla Terus Berulang?

Desil Timbul Lompat dari 1 ke 9, Kuliah Anak Tukang Becak Terancam

Selain itu, pasar juga menantikan laporan kinerja keuangan sejumlah raksasa teknologi Amerika Serikat. Laporan tersebut menjadi acuan untuk membaca prospek sektor teknologi dan perkembangan saham berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang selama ini menjadi motor pergerakan bursa global.

Pelaku pasar juga mencermati rilis sejumlah data ekonomi penting, seperti Durable Goods Orders dan Producer Price Index (PPI) dari AS, data pertumbuhan ekonomi kawasan Eropa, serta Purchasing Managers’ Index (PMI) dari China.

Sentimen Domestik: Menanti Langkah MSCI dan Danantara

Dari dalam negeri, investor menunggu pengumuman metodologi baru perhitungan free float saham oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI). Lembaga ini berencana menyesuaikan cara menghitung porsi saham beredar bebas agar lebih banyak emiten Indonesia berpeluang masuk indeks global.

MSCI telah menutup proses penjaringan masukan publik pada 31 Desember 2025. Lembaga tersebut akan mengumumkan hasilnya sebelum 30 Januari 2026. Jika MSCI menyetujui perubahan itu, aturan baru akan mulai berlaku pada review indeks Mei 2026.

Sentimen positif lainnya datang dari Danantara yang menargetkan penempatan investasi hingga 14 miliar dolar AS sepanjang 2026. Target ini naik signifikan dibanding komitmen tahun lalu sebesar 8 miliar dolar AS yang bersumber dari dividen perusahaan milik negara. Target agresif tersebut memberi sinyal tambahan likuiditas sekaligus memupuk optimisme di pasar domestik.

Bursa Dunia Bergerak Campuran

Pada perdagangan akhir pekan lalu, bursa saham Eropa bergerak variatif. Indeks Euro Stoxx 50 turun 0,13 persen, FTSE 100 Inggris melemah 0,07 persen, dan CAC Prancis turun 0,07 persen. Sebaliknya, indeks DAX Jerman naik 0,18 persen.

Wall Street mencatat pergerakan yang cenderung positif. Indeks S&P 500 naik tipis 0,03 persen ke level 6.915,61, sementara Nasdaq Composite menguat 0,34 persen ke posisi 25.065,47. Namun, Dow Jones Industrial Average turun 0,58 persen ke level 49.098,71.

Di kawasan Asia, bursa juga bergerak beragam. Indeks Nikkei Jepang melemah 1,89 persen, Strait Times Singapura turun 0,19 persen, sedangkan Shanghai Composite naik 0,40 persen dan Hang Seng menguat 0,43 persen.

Di tengah kombinasi sentimen global dan domestik tersebut, investor ritel masih menahan langkah. IHSG memang bergerak naik, tetapi pasar belum sepenuhnya percaya diri. Di persimpangan antara optimisme dan kehati-hatian, arah berikutnya masih menunggu satu sinyal kunci keputusan dari Washington. @dimas

Tags: Ekonomi IndonesiaGlobalIHSGInvestorModalNasionalPasar SahamSaham

Kamu Melewatkan Ini

Negara Menguasai Sumber Daya, Rakyat Dapat Apa?

Negara Menguasai Sumber Daya, Rakyat Dapat Apa?

by dimas
Agustus 23, 2026

Negara memiliki mandat untuk menguasai sumber daya strategis. Namun, mandat itu bukan sekadar soal izin, regulasi, atau kepemilikan. Ukuran akhirnya...

Pasal 33 UUD 1945: Ekonomi Indonesia Milik Siapa?

Pasal 33 UUD 1945: Ekonomi Indonesia Milik Siapa?

by dimas
Agustus 22, 2026

Pasal 33 UUD 1945 bukan sekadar aturan ekonomi, tetapi tentang pengelolaan sumber daya, distribusi kekayaan, dan kemakmuran rakyat. Tabooo.id -...

Kartu Kredit Indonesia Meluncur, MDR QRIS 0% Diperluas

Kartu Kredit Indonesia Meluncur, MDR QRIS 0% Diperluas

by Tabooo
Agustus 18, 2026

Excerpt: Kartu Kredit Indonesia resmi meluncur. Bersamaan dengan itu, BI memperluas MDR QRIS 0% mulai 1 Oktober 2026 untuk transaksi...

Next Post
Di Antara Peta dan Doa: Iran Menghadapi Bayang Armada AS

Di Antara Peta dan Doa: Iran Menghadapi Bayang Armada AS

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id