Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kesepakatan Gaza: Perdamaian atau Jebakan Politik Baru?

by jeje
Oktober 15, 2025
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo: Global – Sejumlah pemimpin dunia menandatangani kesepakatan perdamaian di Gaza. Namun, di tengah sorotan media dan sambutan positif, muncul kritik tajam dari berbagai pihak. Pakar hubungan internasional dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Teuku Rezasyah, menilai perjanjian tersebut justru menjadi jebakan diplomatik yang mengaburkan tujuan utama perjuangan rakyat Palestina.

Fokus yang Bergeser dari Tujuan Utama

Menurut Teuku, kesepakatan damai itu tidak membawa solusi nyata untuk kemerdekaan Palestina. Isinya lebih banyak membahas detail teknis seperti pembebasan sandera, bantuan kemanusiaan, dan gencatan senjata. Ia menilai, hal itu mengalihkan perhatian dunia dari hal yang lebih penting: pengakuan Palestina sebagai negara berdaulat dengan wilayah yang jelas dan hak untuk hidup berdampingan dengan Israel.

“Kesepakatan itu menggeser fokus dari perjuangan utama menuju hal-hal yang bersifat sementara,” ujar Teuku. Ia menegaskan, tanpa penegasan kedaulatan, perdamaian hanya akan menjadi jeda, bukan solusi.

Kesepakatan yang Rentan dan Penuh Risiko

Teuku menilai isi perjanjian tersebut sangat rapuh karena perilaku Israel yang kerap ingkar janji. Dalam berbagai kesempatan sebelumnya, Israel sering melanggar kesepakatan, bahkan dengan PBB dan sekutunya sendiri. Ia menilai kebiasaan itu bisa terulang kembali, sehingga kesepakatan ini tidak bisa dijadikan jaminan perdamaian jangka panjang.

“Israel bisa saja membuat klaim bahwa Palestina melanggar perjanjian, meski buktinya kecil. Situasi itu bisa dijadikan alasan untuk menyerang kembali,” kata Teuku. Ia menambahkan, Amerika Serikat kemungkinan hanya akan memberi kritik tanpa tindakan tegas jika hal itu terjadi.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Diplomasi di Sharm El-Sheikh

KTT Perdamaian Gaza berlangsung di Sharm El-Sheikh, Mesir. Pertemuan tersebut dihadiri Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad Al Thani. Presiden Prabowo Subianto hadir sebagai saksi penandatanganan.

Para pemimpin dunia yang hadir menandatangani dokumen gencatan senjata, disaksikan juga oleh Sekretaris Jenderal PBB António Guterres. Meski suasananya penuh optimisme, banyak pihak meragukan bahwa pertemuan itu benar-benar akan membawa perdamaian yang berkelanjutan.

Antara Harapan dan Kenyataan

Masyarakat internasional tentu berharap konflik panjang di Gaza segera berakhir. Namun, tanpa komitmen dan kejujuran dari semua pihak, kesepakatan ini berpotensi menjadi catatan diplomatik tanpa makna. Perdamaian sejati tidak lahir dari tanda tangan di atas kertas, melainkan dari kesediaan untuk menegakkan keadilan dan menghormati kedaulatan.

Palestina membutuhkan dukungan dunia untuk berdiri sebagai negara yang merdeka, bukan sekadar menjadi subjek perjanjian yang rapuh. Selama kepentingan politik lebih diutamakan daripada kemanusiaan, perdamaian di Gaza akan tetap menjadi mimpi yang tertunda. @jeje

Tags: diplomasiGazaIsraelPalestina

Kamu Melewatkan Ini

Israel Gempur Beirut dan Baalbek, Lebanon Terjepit Perang Regional

Israel-Lebanon Diam 10 Hari: Damai atau Strategi Menunda Perang yang Lebih Brutal?

by dimas
April 18, 2026

Tabooo.id: Global - Diam tidak selalu berarti damai. Begitulah yang terjadi di perbatasan Lebanon dan Israel, ketika gencatan senjata 10...

Soekarno di Hollywood 1961: Dunia Menoleh, Tanpa Tim Media

Soekarno di Hollywood 1961: Dunia Menoleh, Tanpa Tim Media

by teguh
April 17, 2026

Tabooo.id: Deep - Di zaman ketika citra pemimpin kerap dirancang lewat kamera drone, buzzer digital, dan panggung yang terlalu steril,...

Foto di Kremlin Itu Lebih Tajam dari Ribuan Pidato

Foto di Kremlin Itu Lebih Tajam dari Ribuan Pidato

by teguh
April 17, 2026

Tabooo.id: Deep - Ada masa ketika paspor Indonesia belum setebal sekarang. Ekonomi belum sekuat mimpi para pendirinya. Namun, suara Jakarta...

Next Post
Konsep Otomatis

Bayan Peduli Dukung Atlet Disabilitas

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id