Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Raymond/Joaquin Terbang ke Final, Istora Bersiap Sambut Mimpi Baru

by teguh
Januari 25, 2026
in Sports
A A
Home Reality Sports
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Sports – Istora Senayan kembali bergetar. Sabtu (24/01/2026) sore berubah jadi panggung harapan ketika Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menuntaskan perjuangan mereka menuju partai puncak Daihatsu Indonesia Masters 2026. Di tengah sorak penonton dan tensi yang naik-turun, pasangan muda ini menolak menyerah, lalu mengunci tiket final dengan kepala tegak.

Duel Sesama Tuan Rumah yang Penuh Tekanan

Raymond/Joaquin menyingkirkan kompatriot mereka, Sabar Karyaman/M. Reza Pahlevi, lewat laga dua gim yang ketat. Skor 21-19, 21-14 mencerminkan pertarungan keras yang jauh dari kata mudah. Gim pertama berjalan seperti adu nyali. Kejar-kejaran poin terjadi hingga titik kritis, sebelum Raymond/Joaquin mencuri momentum di akhir gim.

Masuk gim kedua, ritme permainan mulai berubah. Raymond/Joaquin tampil lebih tenang, membaca pola lawan dengan lebih rapi, lalu memimpin jalannya laga. Mereka menjaga jarak poin, menekan sejak awal, dan menutup pertandingan tanpa memberi ruang kebangkitan bagi Sabar/Reza.

Kemenangan ini punya arti ganda. Selain memastikan satu tempat di final, Raymond/Joaquin juga membuat Indonesia punya dua wakil di partai puncak, menyusul langkah Alwi Farhan. Istora pun berpeluang menyaksikan pesta tuan rumah pada Minggu (25/01/2026).

Mimpi yang Tumbuh di Istora

Bagi Raymond, momen ini terasa personal. Bermain di Istora bukan sekadar tampil di turnamen, melainkan menapaki mimpi yang lama tumbuh dari bangku penonton.

Ini Belum Selesai

Kesalahan Fatal Madrid di El Clasico

Arsenal vs PSG: Ketika Benteng Tangguh Bertemu Insting Membunuh

“Pertama-tama puji Tuhan buat game hari ini, mainnya lancar, tidak ada cedera. Rasanya pasti sangat senang, apalagi main di Indonesia,” ucap Raymond dengan mata berbinar. Ia mengakui atmosfer Istora selalu memberi dorongan emosional tersendiri. Dari dulu, ia hanya menyaksikan senior-senior bertanding di sana. Kini, ia berdiri di lapangan yang sama dengan target juara di kepala.

Joaquin menambahkan, kemenangan ini lahir dari disiplin taktik. “Permainan sesuai plan awal kami. Cuma di awal gim kami ketinggalan karena kaget dengan bola mereka. Untungnya dari 0-6 kami bisa bangkit,” katanya. Kebangkitan itu menjadi kunci, sekaligus bukti mental yang mulai matang.

Menang di Tengah Tubuh yang Belum Pulih

Perjalanan menuju final juga menuntut pengorbanan fisik. Raymond/Joaquin baru menyelesaikan laga sebelumnya pukul 22.30, lalu kembali bertanding keesokan harinya pukul 17.30. Waktu pemulihan yang mepet memaksa mereka mengandalkan tekad.

“Kondisi tubuh enggak 100 persen, tapi kami berusaha main 100 persen terus,” ujar Joaquin jujur. Kalimat itu merangkum semangat mereka: tubuh boleh lelah, ambisi tidak.

Final, Istora, dan Harapan Publik

Di final, Raymond/Joaquin akan menantang ganda Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, yang melaju usai menang 21-9, 21-15 atas Daniel Lundgaard/Mads Vestergaard. Tantangan jelas berat, namun Istora memberi harapan.

“Harapannya Istora penuh, bisa mendukung kami,” kata Raymond. Bagi publik, final ini bukan sekadar soal gelar. Ini tentang generasi baru yang berani bermimpi besar, lalu mengejarnya di rumah sendiri. @teguh

Tags: FinalMimpiMomentumNasionalPenontonSosial & Publik

Kamu Melewatkan Ini

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

by jeje
Mei 13, 2026

Di banyak kota, aroma kopi kini terasa lebih mudah ditemukan di coffee Shop daripada ruang bicara yang jujur. Sudut jalan...

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

by jeje
Mei 12, 2026

Dandhy Laksono kembali jadi sorotan. Bukan karena kontroversi biasa, tetapi karena film dokumenternya, Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, memicu rasa...

Negara Bicara Pertumbuhan, Warung Kecil Bicara Cara Bertahan

Saat Negara Bicara Pertumbuhan, Warung Kecil Belum Selesai Bertahan

by jeje
Mei 9, 2026

Di tengah harga pangan yang terus naik, pedagang kecil mulai menghadapi dilema paling melelahkan: menaikkan harga jual dan kehilangan pelanggan,...

Next Post
Belum Rilis, GTA 6 Sudah Diprotes Pejabat Rusia

Belum Rilis, GTA 6 Sudah Diprotes Pejabat Rusia

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026

Film Pesta Babi Kembali Dibubarkan, Kini Terjadi di Ternate

Mei 10, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id