Minggu, Agustus 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

KPK Periksa Dito Ariotedjo sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

by dimas
Januari 24, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka babak baru penanganan dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji 2024. Pada Jumat (23/1/2026), penyidik memeriksa mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo sebagai saksi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Langkah ini menunjukkan pelebaran penyidikan. KPK tidak lagi hanya membidik internal Kementerian Agama, tetapi juga menelusuri aktor lain yang diduga terlibat dalam komunikasi dan pengambilan keputusan lintas negara.

Pemeriksaan Dito Perluas Arah Penyidikan

KPK memanggil Dito dalam perkara dugaan korupsi kuota haji yang menjerat mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Penyidik mendalami peran pihak-pihak yang terlibat dalam proses komunikasi dengan Pemerintah Arab Saudi terkait penyelenggaraan haji.

Kehadiran Dito memperkuat dugaan bahwa penyidikan tidak berhenti pada level teknis kementerian, tetapi bergerak ke ranah relasi politik dan diplomasi.

Kunjungan Jokowi ke Arab Saudi Jadi Sorotan

Nama Dito mencuat setelah informasi beredar bahwa ia mendampingi Presiden ke-7 RI Joko Widodo dalam kunjungan kerja ke Arab Saudi. Publik mengaitkan lawatan itu dengan isu penambahan kuota haji 2024.

Ini Belum Selesai

Bukan Cuma Soal Motor, Ketika Komunitas Jadi Tempat Mencari Arah

Desa Adat Sade Terbakar, Ratusan Rumah Sasak Ludes dalam Semalam

Dito mengakui keterlibatannya dalam kunjungan tersebut. Namun, ia menegaskan akan memaparkan seluruh perannya secara terbuka di hadapan penyidik.

“Memang ada kunjungan kerja ke Arab Saudi bersama Pak Jokowi. Detailnya saya sampaikan dalam pemeriksaan,” ujar Dito sebelum masuk ruang pemeriksaan.

Yaqut Resmi Jadi Tersangka

Sebelum memeriksa Dito, KPK lebih dulu menetapkan Yaqut Cholil Qoumas dan mantan staf khususnya, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, sebagai tersangka pada 9 Januari 2026. Penyidik menilai keduanya mengatur kuota haji 2024 secara melawan hukum dan menyebabkan kerugian negara.

Dalam perkara ini, KPK menerapkan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) saat ini menghitung nilai kerugian negara yang timbul dari dugaan praktik tersebut.

Penyidik Dalami Asal-usul Kuota Tambahan

Usai pemeriksaan, Dito mengungkapkan bahwa penyidik menanyainya secara rinci soal kunjungan kerja ke Arab Saudi pada 2022. Saat itu, ia mendampingi Presiden Jokowi dalam forum dunia dan pertemuan bilateral.

“Penyidik fokus pada kunjungan kerja tersebut. Saya sudah menjelaskan semuanya secara detail dan berharap keterangan saya membantu KPK,” kata Dito.

Ia menyebut pertemuan antara Presiden Jokowi dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) membahas kerja sama investasi, Ibu Kota Nusantara (IKN), sektor olahraga, serta pelayanan ibadah haji. Namun, ia menegaskan tidak ada pembahasan teknis soal penambahan kuota.

“Pembicaraan menyangkut pelayanan haji secara umum, bukan kuota secara spesifik,” ujarnya.

Relasi Biro Travel Haji Ikut Diperiksa

Selain kunjungan kerja, penyidik juga mendalami keterkaitan biro perjalanan haji Maktour Travel yang dikelola Fuad Hasan Masyhur. Nama Fuad mencuat karena hubungan keluarga dengan Dito sebagai ayah mertua.

Dito menegaskan dirinya tidak berada di lokasi saat KPK menggeledah rumah Fuad maupun kantor Maktour Travel.
“Saya tidak berada di lokasi. Saat itu hanya istri saya yang ada di rumah,” ucapnya.

Sebelumnya, KPK menggeledah kantor Maktour Travel dan rumah Fuad untuk mencari petunjuk tambahan guna menguatkan pembuktian perkara kuota haji.

Alasan Yaqut Tak Ikut Jokowi

Dito juga menjelaskan alasan Yaqut tidak mendampingi Jokowi dalam kunjungan kerja ke Arab Saudi pada 2022. Menurutnya, Pemerintah Arab Saudi menentukan langsung daftar pejabat yang ikut sebagai tuan rumah.

“Mungkin saat itu mereka menilai tidak ada keterkaitan langsung dengan Kementerian Agama atau isu haji,” ujarnya.

Meski begitu, Dito mengakui pembicaraan awal memang menyinggung pelayanan haji dan besarnya kebutuhan Indonesia, tanpa masuk ke pembahasan kuota tambahan secara rinci.

KPK: Keterangan Dito Perkuat Bukti

Pada hari yang sama, KPK menilai keterangan Dito memperkuat rangkaian bukti yang telah dikumpulkan penyidik. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebut pemeriksaan ini memberi kontribusi penting bagi penyidikan.

“Keterangan Pak Dito membantu penyidik melengkapi bukti-bukti yang sudah kami peroleh sebelumnya,” ujar Budi.

KPK memastikan penyidikan terus berlanjut. Penyidik akan memeriksa saksi lain untuk menelusuri asal-usul kuota haji tambahan dari Pemerintah Arab Saudi.

Kasus ini tidak hanya menyentuh elite politik. Ia juga bersentuhan langsung dengan jutaan calon jemaah haji yang harus menunggu bertahun-tahun demi berangkat ke Tanah Suci. Di tengah antrean yang kian panjang, publik kini menunggu satu kepastian apakah haji dikelola sebagai amanah ibadah, atau justru terseret ke pusaran transaksi kekuasaan. @dimas

Tags: HajiKorupsi di IndonesiaKPKKuota HajiNasionalsaksi

Kamu Melewatkan Ini

Masuk Kampus, Membayar Kuasa?

Masuk Kampus, Membayar Kuasa?

by teguh
Agustus 22, 2026

Masuk kampus seharusnya tidak mengenal harga pendidikan. Namun, dugaan korupsi dalam penerimaan mahasiswa baru Universitas Jenderal Soedirman atau Unsoed membuka...

Masuk Kampus Ada Jalurnya. Masuk KPK Juga Ternyata Ada Jalurnya

Masuk Kampus Ada Jalurnya. Masuk KPK Juga Ternyata Ada Jalurnya

by teguh
Agustus 21, 2026

Masuk kampus punya jalur. Ada jalur prestasi, jalur tes, sampai jalur mandiri. Namun, Kamis, 20/08/2026, publik melihat jalur lain di...

OTT KPK di Unsoed, Gerbang Kampus Diduga Jadi Ruang Transaksi

OTT KPK di Unsoed, Gerbang Kampus Diduga Jadi Ruang Transaksi

by dimas
Agustus 21, 2026

KPK menangkap sejumlah pejabat Unsoed dalam OTT terkait dugaan transaksi penerimaan mahasiswa baru. Kasus ini menjadi OTT ke-19 KPK sepanjang...

Next Post
Sony Serahkan TV ke TCL, Era Mandiri Bravia Berakhir

Sony Serahkan TV ke TCL, Era Mandiri Bravia Berakhir

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id